Tempat yang Aman bagi Orang Berdosa untuk Berubah

Enam Tanda Kehadiran Injil

Dosa-dosa yang tersembunyi menghancurkan orang-orang Kristen karena mereka tersembunyi. Terlalu sering, orang-orang Kristen berkubang dalam kegelapan, dibekap oleh rasa bersalah atas dosa-dosa yang terlalu memalukan untuk mereka sebutkan. Mustahil untuk mematikan dosa yang tidak Anda akui. Yang berarti bahwa menumbuhkan lingkungan yang tepat untuk kejujuran dan pengakuan adalah penting dalam komunitas Kristen. Tidak ada masalah yang mengungkapkan hal ini dengan lebih baik daripada pergumulan melawan pornografi dan nafsu.

Dalam pengalaman saya, salah satu faktor mendasar dalam menciptakan lingkungan yang tepat untuk tindakan yang disengaja, akuntabilitas nyata, dan kebiasaan pengakuan dosa yang sehat adalah kehadiran dan sikap seorang pendeta atau mentor yang bijaksana. Kehadiran Injil dari seorang pemimpin adalah sarana anugerah yang kuat yang membantu orang Kristen melawan keputusasaan yang sering menandai pergumulan ini. Jadi, apa sebenarnya arti dari kehadiran Injil?

Yang saya maksud "Injil" adalah kabar baik bahwa, sebagai orang berdosa, kita disambut dan diterima oleh Allah karena apa yang telah Yesus lakukan bagi kita. Dia menjalani kehidupan yang tidak bisa kita jalani. Dia mengalami kematian yang seharusnya kita alami. Dan, Allah membangkitkan Dia dari kematian, menang atas dosa dan maut. Di luar Yesus, tidak ada harapan. Dalam Yesus, kita memiliki harapan yang hidup.

Saat mengatakan "kehadiran", maksud saya adalah ada suatu keberadaan, suatu orientasi pada kehidupan dan realitas dan sesama, suatu sikap mendasar yang terpancar dari jati diri Anda, dan membentuk serta mewarnai semua yang Anda lakukan. Cara Anda membawa diri. Kesan yang Anda berikan. Itulah yang saya maksud dengan kehadiran. Dan, kehadiran Injil sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang tepat untuk menangani dosa apa pun, dan terutama dosa seksual.

Enam Aspek Kehadiran Injil

Gambar: bersyukur

Karena kehadiran Injil lebih tentang cara seseorang berperilaku daripada mengikuti serangkaian tindakan tertentu, itu sulit untuk didefinisikan. Namun, saya menemukan Kolose 3:1-17 sebagai tempat yang bermanfaat untuk mengeksplorasinya. Berikut adalah enam aspek kehadiran Injil dalam perikop tersebut.

Pertama, kehadiran Injil dimulai dengan mengarahkan pikiran seseorang kepada Kristus (Kolose 3:1). Tetapkan pikiran Anda. Tetapkan kasih sayang Anda. Arahkan hidup Anda kepada Kristus, yang adalah hidup Anda. Dia adalah matahari; segala sesuatu dalam hidup Anda berpusat pada-Nya.

Kedua, kehadiran Injil berarti mengenakan diri yang baru, atau manusia baru (Kolose 3:9-10). Perbedaan mendasarnya adalah antara manusia lama (Adam), yang memberontak melawan Allah, dan Manusia baru (Yesus), yang sepenuhnya percaya, menaati, dan mencitrakan Allah. Kehadiran Injil berarti bahwa Anda "mengenakan" Manusia baru -- bahwa Anda "mengenakan" Yesus pada diri Anda. Dan, itu gambaran yang bagus untuk itu: Anda harus mengenakan Yesus, seperti jubah. Ada berbagai tindakan yang mengalir dari kehadiran ini. Ada orang tua dengan amalannya, dan ada orang baru dengan amalannya. Ada tindakan yang berasal dari dan berdasar pada Adam yang berdosa dan ada tindakan yang berasal dari dan berdasar pada Kristus. Dan, Anda tidak dapat melakukan tindakan-tindakan tersebut jika Anda tidak mengenakan kehadirannya.

Ketiga, kehadiran Injil berarti bahwa Anda secara mendasar didefinisikan oleh kasih Allah dalam Injil. "... sebagai orang-orang pilihan Allah, yang kudus dan yang dikasihi, kenakanlah padamu ..." (Kolose 3:12, AYT). Ada sifat dan kualitas yang Anda kenakan dan perbuat karena Anda kudus dan dikasihi Allah. Dia mendefinisikan Anda. "... karena anugerah Allah, aku adalah aku yang sekarang" (1 Korintus 15:10, AYT). Anugerah-Nyalah yang menjadikan jati diri dan apa adanya Anda. Kehadiran Injil berarti bahwa kasih dan anugerah-Nya mendefinisikan Anda, dan Anda mengetahuinya jauh dalam lubuk hati Anda.

Keempat, kehadiran Injil berarti Anda dikuasai oleh damai sejahtera Kristus (Kolose 3:15). Anda kukuh, stabil, teguh, tak tergoyahkan. Anda tidak terombang-ambing. Ketika badai datang, Anda tetap bergeming. Saat kekacauan muncul, damai sejahtera Allah masih bertakhta dalam hati Anda. Ada semacam stabilitas dan keamanan yang datang dari mengetahui bahwa Anda dikasihi oleh Allah, didefinisikan oleh anugerah, diorientasikan oleh Kristus, mengenakan Manusia baru.

Kelima, kehadiran Injil berarti bahwa perkataan Kristus berdiam dalam diri Anda secara melimpah dalam segala hikmat (Kolose 3:16) -- bukan hanya karena Anda membaca Alkitab, tetapi ada kekayaan dan kepenuhan serta potensi firman dalam hidup Anda. Roh Allah melekat pada Anda, dan ada perasaan bahwa "inilah seseorang yang telah bersama Allah." Kehadiran Injil berarti Anda memiliki kebijaksanaan untuk menghubungkan firman Allah dengan kehidupan dengan cara yang menghasilkan buah.

Terakhir, kehadiran Injil berarti semua tindakan Anda dilakukan dalam nama Tuhan Yesus (Kolose 3:17). Tindakan Anda menyandang nama-Nya. Hal-hal itu bersaksi tentang Dia dan menunjuk kepada-Nya dan menarik perhatian kepada-Nya.

Lalu, bagaimana kehadiran Injil melayani pengakuan yang jujur dan pergumulan melawan dosa, dan terutama dosa seksual? Kehadiran Injil dari seorang pendeta atau mentor dirancang untuk menciptakan lingkungan yang mengundang orang untuk mengakui dosa-dosa mereka, jujur tentang pergumulan mereka, untuk mengatasi keengganan alami yang mereka miliki dalam mengungkapkan rasa malu mereka. Dengan kata lain, kehadiran Injil bertujuan untuk menciptakan lingkungan paradoks yang ramah yang aman bagi orang berdosa, tetapi tidak untuk dosa. Mereka diterima; dosa mereka tidak. Dengan demikian, ada dua elemen kunci dari kehadiran Injil yang membantu menciptakan lingkungan seperti itu: stabilitas yang penuh kasih dan permusuhan yang terfokus.

Stabilitas Penuh Kasih

Stabilitas penuh kasih berarti bahwa seorang mentor bertujuan untuk meredakan situasi dengan mendekat pada kekacauan. Sering kali, orang yang dirusak oleh dosa seksual dipenuhi dengan rasa malu, takut ketahuan, cemas akan kegagalan pada masa depan, dan putus asa tentang kemungkinan perubahan. Mereka berpikir, "Jika saya mengakui secara terbuka tentang apa yang telah saya lakukan atau lihat atau pikirkan, semua orang akan sangat jijik dengan saya sehingga mereka akan menolak saya." Emosi kuat dan tak terkendali semacam itu menguasai keinginan seorang Kristen untuk jujur tentang pergumulannya. Stabilitas penuh kasih dari kehadiran Injil dimaksudkan untuk menenangkan orang berdosa yang hancur, cemas, dan takut.

Stabilitas penuh kasih mendekat pada kekacauan. Tujuannya adalah untuk mengomunikasikan bahwa Allah ada untuk mereka dan bersama mereka melalui kenyataan bahwa Anda sebagai mentor ada untuk mereka dan bersama mereka. Stabilitas dan ketenangan ini tidak bersifat apatis; Anda harus merasakan secara mendalam demi orang-orang yang Anda layani. Akan tetapi, nafsu dan emosi Anda, dengan kasih karunia Allah, berada di bawah kendali dan arahan Anda sehingga Anda dapat dengan rela dan penuh kasih mendekat ke dosa mereka. Orang berdosa yang hancur perlu tahu bahwa Anda tidak takut pada mereka, tidak peduli apa yang mereka akui. Mereka perlu merasa bahwa Anda (dan karena itu Allah) bersama mereka dan dengan penuh semangat berkomitmen untuk kebaikan mereka.

Stabilitas penuh kasih menunjukkan bahwa kita tidak takut akan dosa seseorang. Tidak peduli seberapa pekat kegelapan itu, kasih karunia Yesus dapat menjangkau lebih dalam. Mungkin masih ada akibat untuk dosa-dosa tertentu (terutama dosa-dosa yang juga merupakan kejahatan). Akan tetapi, stabilitas penuh kasih mengomunikasikan bahwa, apa pun konsekuensinya, Yesus itu nyata, dan Dia akan menyertai Anda saat Anda membawa kegelapan Anda ke dalam terang.

JIKA ALLAH DI PIHAK KITA

Stabilitas penuh kasih berusaha untuk mewujudkan kebenaran yang mendalam dari Injil yang tercermin dalam perikop seperti Roma 8:31-39. Perikop ini menangkap semangat stabilitas penuh kasih seperti yang ada dalam Alkitab.

Arahkan hidup Anda kepada Kristus, yang adalah hidup Anda. Dia adalah matahari; segala sesuatu dalam hidup Anda berpusat pada-Nya.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita (Roma 8:31)? Allah tidak menyayangkan Putra-Nya sendiri, melainkan menyerahkan Dia untuk kita, dan karena itu dengan bebas dan murah hati akan memberi kita segalanya (8:32). Tidak seorang pun dapat menuntut kita karena Allah sendiri telah membenarkan dan menyetujui kita (8:33). Tidak seorang pun dapat menghukum kita karena Kristus telah disalibkan untuk kita dan dibangkitkan untuk kita dan sekarang menjadi perantara bagi kita (8:34). Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus -- baik kesengsaraan, atau kesusahan, atau penganiayaan, atau kelaparan, atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang (8:35). Kasih Allah yang mengalahkan segalanya berarti bahwa setiap rintangan yang mungkin menghalangi kebaikan utama kita menjadikan kita lebih dari pemenang (8:37). Kematian, kehidupan, malaikat, penguasa, hal-hal sekarang, hal-hal masa depan, kekuatan, ketinggian, kedalaman, apa pun dalam semua ciptaan - tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (8:38-39).

Begitulah komitmen Allah demi kebaikan kita, dan itulah yang dikomunikasikan oleh para pendeta dan mentor yang setia kepada umat mereka. Ketika gugup, ketika nafsu dan ketakutan berkecamuk, stabilitas penuh kasih berakar dalam Roma 8 dan membawa perasaan damai dan tenang yang ditempa oleh Roh yang dalam dan menetap. Roma 8 memberdayakan kita untuk menjadi stabil dan berbelas kasih, dan stabilitas penuh kasih membuat lingkungan yang aman bagi para pendosa.

Permusuhan yang Terfokus

Akan tetapi, ada aspek lain dari lingkungan yang tepat. Merangkul para pendosa yang hancur memerlukan permusuhan yang kejam terhadap dosa mereka. Jika kita benar-benar berkomitmen untuk kebaikan seseorang, kita akan membenci dan menolak hal-hal yang merugikan mereka. Jadi, perlu untuk menggabungkan stabilitas penuh kasih dengan permusuhan yang terfokus. Permusuhan terfokus masih terkendali, tetapi itu mencakup kegigihan dan kesabaran dalam mengungkap dan membunuh dosa. Tanpa permusuhan terfokus terhadap dosa ini, kita mungkin mendapati diri kita enggan menantang orang untuk mengejar kekudusan. Menghibur bisa berubah menjadi memanjakan. Namun, bagian dari menjadi penasihat yang bijaksana dan setia kepada orang lain berarti mengomunikasikan seriusnya dosa.

Alkitab tidak berbasa-basi tentang konsekuensi berdamai dengan dosa yang berkelanjutan. "... jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati [untuk selama-lamanya]" (Roma 8:13). Mereka yang melakukan perbuatan daging tidak akan mewarisi kerajaan Allah (Galatia 5:19-21; 1 Korintus 6:9-10). Dan, Alkitab menggunakan bahasa yang intens dan keras untuk menggambarkan bagaimana kita harus melawan dosa: matikan dosa (Kolose 3:5-6; Roma 8:13); cungkillah (Matius 5:29); potong (Matius 5:30); hindari amoralitas seksual dan nafsu muda (1 Korintus 6:18; 2 Timotius 2:22). Kata-kata keras dan bersifat intens ini mengingatkan kita bahwa kita tidak dapat berdamai dengan dosa kita, karena Roh Kudus tidak akan pernah berdamai dengan dosa kita.

Kehadiran Injil bertujuan untuk mengomunikasikan bahwa Allah ada untuk Anda, dan bahwa dosa Anda tidak diterima. Seseorang tidak perlu membersihkan dirinya untuk datang kepada kita atau kepada Allah; dia bisa datang apa adanya. Akan tetapi, kita berkomitmen untuk tidak membiarkan dia tetap seperti apa adanya. Maka, dengan sikap dan kata-kata kita, kita berkata, "Saya di sini untuk Anda; Saya mendekat (pada masalah Anda); Saya tidak mundur karena apa yang baru saja Anda akui. Saya mengasihi Anda dan saya bersama Anda dan saya untuk Anda karena Allah mengasihi Anda dan bersama Anda dan untuk Anda. Dan, saya sungguh ada untuk Anda sehingga saya tidak akan pernah berdamai dengan dosa Anda. Saya akan meminta Anda untuk membunuhnya, mencungkilnya, menghindar darinya."

Kehadiran Injil mengatakan kepada seorang pendosa, seksual atau lainnya, "Saya mengasihi Anda, saya di sini untuk Anda, saya bersama Anda. Sekarang, mari kita bunuh dosa itu." (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Desiring God
Alamat situs : https://desiringgod.org/articles/a-safe-place-for-sinners-to-change
Judul asli artikel : A Safe Place for Sinners to Change
Penulis artikel : Joe Rigney