Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Melayani Tuhan Tanpa Bersalah

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (1Tim. 4:12)

Allah memberikan "mandate" (mandat) untuk "dominion" (berkuasa) terhadap segala ciptaan-Nya (Kej. 1:26-28). Jika Allah memberikan mandat, berarti Ia tahu persis siapa orang-orang yang akan dipilih, dipersiapkan dan dipakai untuk rencana-Nya. Seringkali kita sebagai manusia, merasa bahwa kita tidak bisa apa-apa, kita lupa hakikat dan rencana besar yang sedang Allah persiapkan bagi kita pribadi (Yer. 29:11).

Ketika kita dipanggil untuk melayani Tuhan, pertanyaan utama yang seringkali mengganggu pikiran kita adalah "Apakah saya layak untuk dipakai Tuhan?" Paulus mengajarkan Timotius untuk tidak pernah menganggap diri kita rendah dalam menanggapi rencana Allah (1Tim. 4:12). Jika Allah yang telah memanggil kita, Ia akan memberikan kuasa untuk melaksanakannya. Paulus memberikan tips untuk bisa tampil menjadi orang-orang yang berkemenangan dalam kehidupan kita, yaitu menjadi teladan. Paulus mengajarkan, untuk sukses dalam kehidupan sehari-hari, bisnis, pelayanan dan keluarga, kita harus menjadi teladan dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan dalam kesucian.

  1. Perkataan

    Hendaklah perkataan yang keluar dari mulut kita merupakan perkataan yang membangun, menguatkan, menasehati, dan yang sesuai dengan firman Tuhan (Fil. 4:8, "...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji....) Hindarilah kata-kata yang sia-sia, kata-kata gossip dan hal-hal yang tidak membangun. Perkataan yang keluar dari mulut kita memperlihatkan apa yang terdapat dalam hati dan pikiran kita.

  2. Tingkah laku

    Cara seseorang bertingkah laku sangat dipengaruhi oleh karakter dasar dari orang itu. Alkitab mengajarkan kita untuk mengenakan karakter Kristus, sehingga ketika kita bertindak, tingkah laku kita bisa memberikan dampak positif bagi orang yang ada di sekitar kita. (Ams. 13:16, "Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.")

  3. Kasih

    Hendaklah segala sesuatu yang kita lakukan didasari oleh kasih, karena tanpa kasih apapun yang kita kerjakan akan terasa berat. Kasih yang sejati adalah kasih yang tanpa pamrih, artinya tidak mengharapkan balasan. Ketika kita melakukan hal-hal kecil yang tidak dilihat orang lain, apakah kita bisa melakukannya seperti biasa atau justru kita bisa memberikan yang terbaik?

  4. Kesetiaan

    Kesetiaan dalam bahasa Inggris disebut "faithfulness" (penuh dengan iman). Orang yang setia adalah orang-orang yang beriman. Iman tanpa kesetiaan sama dengan orang-orang yang bertanding, tetapi tidak sampai pada finish. Untuk bisa sukses dalam kehidupan ini, jadilah menjadi orang-orang yang setia.

  5. Kesucian

    Kesucian atau kekudusan sangat penting, apalagi bagi kita hamba- hamba Tuhan. Alkitab mencatat, tanpa kekudusan tidak seorang pun bisa melihat Allah (Ibr. 12:14, "...sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan"). Hidup kudus bukan hanya sekedar perintah saja, tetapi juga berbicara tentang pilihan dan komitmen.

Untuk sukses dalam "Dominion Mandate In Victorious Living" harus dimulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Jika Anda bertanya kepada orang-orang yang sudah sukses atau membaca biografi mereka, maka Anda akan menemukan kelima prinsip-prinsip di atas dalam kehidupan mereka. Kehidupan yang berkemenangan bukan ditentukan oleh tingginya pendidikan, banyaknya gelar akademis yang diraih, banyaknya koneksi penting yang kita miliki. Karakter adalah modal utama kesuksesan, seseorang yang memiliki kesuksesan tanpa didukung oleh karakter yang baik, sebenarnya sedang menuju kepada kehancuran. Ketika Allah memanggil kita dalam rencana-Nya, Ia ingin kita menjadi teladan, panutan sebagaimana layaknya Allah sendiri. Tidak peduli berapa usia Anda saat ini, jadilah teladan!! Maka orang-orang di sekitar Anda akan menghormati Anda. Timotius masih sangat muda ketika dia terpanggil untuk melayani Tuhan bersama-sama dengan Paulus, dan dia bisa sukses karena keteladanannya. Anda ingin sukses?? Jadilah teladan dimana pun Anda berada... God Bless U

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
--
Penerbit: 
--

Komentar