Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Pertentangan Antara Orangtua dan Remaja

Edisi C3I: e-Konsel 048 - Masalah Remaja dan Orangtua

AYAT ALKITAB:

Amsal 22:6
Ulangan 12:28
Kolose 3:21
Efesus 6:14

LATAR BELAKANG
Dalam zaman elektronik serba cepat ini, anak-anak tumbuh lebih cepat dan ingin bebas lebih awal dibandingkan yang dulu dialami oleh orang tua mereka. Banyak orangtua yang merasa sulit mengikuti perubahan- perubahan kilat yang dialami anak-anak mereka, dan sebagai akibatnya, terjadilah pertentangan.

Rasanya, tadinya si anak masih dalam pelukan orangtuanya, kemudian mulai sekolah, mengajak teman-temannya main di rumah, membantu urusan rumah tangga, masuk Pramuka -- pokoknya, anak yang manis! Kemudian, tiba-tiba, semuanya berubah! Dia mulai membantah, melawan dan melanggar peraturan, kadang-kadang merengut dan tidak komunikatif. Masa remaja sudah tiba, situasi tak lagi dapat dikendalikan oleh orangtua.

Ada banyak wilayah pertentangan; teman-teman mereka (banyak yang tak dapat kita setujui), cara berhias, kencan, tugas-tugas rumah, uang saku, penggunaan kendaraan, sekolah dan pekerjaan rumah, disiplin; adalah sebagian kecil saja dari tumpukan masalah yang timbul.

Muncullah rintangan komunikasi. Orangtua merasa sulit berbicara dengan anak-anak mereka. Mereka menunda penjelasan tentang perubahan- perubahan mental dan jasmani yang menentukan, terutama dalam wilayah seks dan reproduksi. Orangtua memperketat kontrol, remaja meningkatkan pula perlawanan mereka untuk mendapat kebebasan. Jurang melebar, mereka bersikap bermusuhan -- mulailah perang.

STRATEGI BIMBINGAN
Ketika membimbing orangtua yang mengalami konflik dengan anak-anak, anjurkan mereka untuk mengatur rumah tangga mereka secara rohani. Jelaskan uraian dalam Latar Belakang, kemudian:

  1. Nasihatkan mereka bahwa untuk mendapat damai Allah dalam rumah tangga, mereka harus memiliki damai sejahtera Allah dalam hati mereka. Ini terjadi melalui hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Jelaskan "Damai dengan Allah", 17750.
  2. Anjurkan orangtua untuk bersikap mantap mengikut Kristus, seperti contoh Yosua, "pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah ... tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!" (Yosua 24:15). Mereka harus berketetapan hati memuliakan Kristus dalam rumah tangganya.
  3. Nasihatkan dia untuk mengandalkan sumber-sumber bantuan dari Allah yang dapat diperolehnya melalui doa. Mintalah hikmat yang Allah janjikan (Yakobus 1:5) dan tuntut pertolongan-Nya bagi perkembangan rohani anak-anak mereka (Filipi 4:6). Mereka harus berdoa bukan saja untuk, tetapi juga bersama anak-anak mereka.
  4. Anjurkan orangtua untuk membangun kehidupan keluarga mereka di sekitar Firman Allah, membantu setiap anggota keluarga untuk mengerti masalah-masalah kehidupan dari sudut pandangnya. Nasihatkan mereka untuk:
    1. Mengusahakan pertobatan masing-masing kepada Kristus.
    2. Pusatkan kegiatan-kegiatan keluarga, terutama di sekitar kehidupan gerejani yang mementingkan Firman Tuhan.
    3. Hadapilah keragu-raguan anak-anak, secara sabar.
  5. Orangtua harus membuat peraturan-peraturan rumah tangga yang wajar, beralasan dan dapat dilaksanakan. Sikap hormat dipelajari anak sementara dia memberi tanggapan positif terhadap wibawa. Berusahalah bersikap seluas mungkin, terutama terhadap hal-hal yang menyangkut identitas, kebebasan dan harga diri mereka. Para remaja membutuhkan banyak dukungan dan dorongan. Pertentangan tidak pernah dapat diselesaikan dengan argumen atau pertengkaran.
  6. Teladan dan kemantapan orangtua sangat mempengaruhi anak-anak mereka. Pernikahan yang baik dan bahagia, jauh lebih membantu anak-anak muda untuk siap menghadapi kehidupan, daripada peraturan-peraturan dan pengawasan. Ciri-ciri Kristen seperti kasih, kesabaran, pengertian, dukungan dan kepercayaan, yang diungkapkan secara tetap, akan menjadi dasar kekuatan yang dibutuhkan para remaja dalam menghadapi tekanan dan masa-masa perubahan. Kepercayaan orangtua tidak boleh dipisahkan dari pengalaman dan tindakan nyata, terutama dalam keluarga.
  7. Komunikasi yang erat dengan remaja, akan banyak membantu kita menghindarkan konflik. Itu berarti, bukan saja kita perlu bercakap secara bermakna, tetapi juga meluangkan waktu yang bermutu bersamanya. Perhatian pribadi ini akan menciptakan citra diri yang positif serta menggalang persaudaraan dalam keluarga. Jangan takut mengungkapkan kasih sayang secara fisik. Pelukan bapak dan ciuman ibu, sangat membantu pembentukan kesan bahwa anak diterima dan dikasihi.

Kutipan


Menurut Billy Graham:
Pemberontakan, ketidakpatuhan, kurang disiplin, kebingungan dan pertentangan, menghalangi hubungan-hubungan bahagia dalam rumah tangga. (Tetapi) Allah menaruh perhatian pada keluarga Anda, pernikahan dan anak-anak Anda. Dia menyatakan kepada kita, idaman dan sasaran bagi suatu keluarga. Dia bersedia membantu kita . . . Pernahkah Anda mencari kehendak Allah? Pernahkah Anda bertelut dan menyerahkan anak-anak Anda kepada Tuhan? Apakah Anda mengumpulkan mereka untuk beribadah bersama dalam keluarga? Jawabannya terletak pada penyerahanan hati dan hidup Anda kepada Yesus Kristus, sehingga setiap anggota rumah tangga Anda mengenal Yesus Kristus dan mengasihi Firman Allah."
Kutipan_Selesai

Sumber
Halaman: 
238 - 240
Judul Artikel: 
Buku Pegangan Pelayanan
Penerbit: 
Persekutuan Pembaca Alkita

Komentar