Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagian B: Kesepian

Kesepian

Latar Belakang

Kesepian adalah kesadaran pedih bahwa seseorang kurang memiliki hubungan yang dekat dan berarti dengan orang lain. Kekurangan tadi menimbulkan kekosongan, sedih, pengasingan diri bahkan keputusasaan. Perasaan ditolak dan citra diri yang rendah mengembang, karena kita tidak dapat bergaul, atau kita merasa tersisih dan tidak disukai, betapapun kerasnya kita berusaha untuk dimiliki.

Keadaan masyarakat di mana kita hidup, menambah masalah kesepian. Untuk sementara orang, sulit sekali mengembangkan identitas dan hubungan yang berarti di tengah rimba birokrasi, spesialisasi, pengorganisasian dan kompetisi. Masyarakat yang terus bergerak dan berubah, cenderung membuat orang merasa tak berakar dan terpecah diri.

Kesepian dapat melukai diri. Beberapa orang merasa sulit berkomunikasi dengan sesamanya atau kurang keyakinan karena mereka memiliki citra diri yang buruk. Ada pula yang menginginkan kebersamaan, tetapi keinginan untuk memiliki kepentingan dan pengaturan diri sendiri, menghalanginya mengembangkan hubungan-hubungan yang bermakna. Ketakutannya untuk membuka keberadaan batinnya telah membuat semacam kelumpuhan sosial.


"Manusia yang terpisah dari Allah akan merasa hidupnya sepi arti dan mengalami kesunyian yang mencekam. Cukup banyak orang memikul beban duka, kuatir, pedih dan kecewa; tetapi kesepian terdalam dialami orang yang tenggelam dalam dosa."

-Selesai

Salah satu akibat Kejatuhan ialah manusia menjadi terasing dari Allah. Keterasingan itu membuat Adam dan Hawa bersembunyi dari Allah dan berusaha menutup diri. Mungkin tiga keadaan ini, membantu kita mengerti keadaan orang yang kesepian. Keadaan rohani kita dapat diungkapkan sebagai berikut: "Manusia dicipta dengan suatu tempat khusus untuk Allah di hatinya, yang hanya Allah mampu mengisinya."

Hanya jika kita mendapatkan Kristus, kita akan mampu mengatasi kesempitan diri kita dan mengembangkan perspektif hidup yang akan mengurangi pedihnya kesepian. Pemazmur bersukacita atas perbuatan Allah dalam hidupnya, "Ia menyegarkan jiwaku." (Mazm 23:2). Penyegaran ini menyingkirkan sebab-sebab keterasingan kita. "Kamu ... dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya." (Kol 1:21,22). Juga akibat lainnya ialah, hidup kita didiami Roh Kudus. "Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1Kor 6:19). Jadi, kita menjadi utuh di dalam Dia. "Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia, Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa." (Kol 2:10)

Latar Belakang
Ayat Alkitab

Strategi Bimbingan

Kita akan menyoroti masalah kesepian baik dari sudut pandang rohani maupun praktis, baik untuk yang bukan Kristen ataupun yang beriman. Kita akan mementingkan baik persekutuan dengan Allah maupun dengan sesama manusia kita

Untuk yang Bukan Kristen:

  1. Kuatkan hatinya. Dengan membagikan masalahnya, dia mengakui kebutuhannya. Sikap ini penting dalam usaha memecahkan masalah kehidupan. Yakinkan bahwa langkah pertamanya ini bisa diikuti oleh langkah-langkah berikutnya yang menyebabkan pemecahan masalahnya terjadi.

  2. Berusahalah menetapkan penyebab kesepiannya. Jika tidak banyak informasi diutarakannya, tanyakan tentang dirinya: di mana dia tinggal, siapa tetangganya, di mana dia bekerja, apakah dia menyukai pekerjaannya? Tanyakan juga hobinya, sahabat-sahabat dan gerejanya?

  3. Tanyakan apakah dia sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Jelaskan "Damai dengan Allah", . Rencana Allah pertama untuk hidupnya ialah menerima Kristus. Dia perlu tahu bahwa masalah kesepiannya pun akan diurus kelak. Dia akan berdamai dengan Allah (Rom 5:1) dan Kristus akan menjadi sahabat tetapnya. "Ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara."

  4. Bimbing dia untuk mengusahakan pertumbuhan rohani dengan membaca dan mempelajari Firman Allah dan berdoa. Anjurkan dia memulai dengan Hidup dalam Kristus 17453.

    Kebiasaan berdoa tiap hari akan mengobati perasaan sepinya, karena dengan berdoa dia dapat bertemu Allah, "sebagai penolong dalam kesesakan yang sangat terbukti." (Mazm 45:2).

  5. Anjurkan dia untuk mencari hubungan dengan suatu gereja yang mementingkan Alkitab, agar dia bisa menerima persekutuan yang hangat, ibadah dan pelayanan. Nasihatkan dia untuk tidak mengharapkan terlalu banyak dalam waktu yang terlampau cepat. Hubungan yang berarti tidak terjadi dalam sekejap mata. Hubungan harus dipupuk, dan ini perlu waktu. Semakin banyak dia memberi diri dalam keterlibatannya di gereja, semakin banyak akan diterimanya dari orang lain. Orang yang ingin memiliki banyak sahabat, harus menunjukkan sikap bersahabat. Jelaskan padanya bahwa gereja yang baik memikirkan pengadaan sarana persekutuan dan persahabatan sesuai kebutuhan anggotanya.

  6. Nasihatkan dia untuk mempererat hubungan kekeluargaannya yang mungkin sudah berjalan tidak semestinya. Komunikasi dengan anggota keluarga lainnya akan banyak mempengaruhi pembentukan sikap saling menghargai dan memperhatikan. Kini, sesudah dia kenal Kristus, dia harus berusaha membawa anggota-anggota keluarganya kepada Sang Juruselamat.

  7. Berdoalah bersamanya bagi pertumbuhan kerohaniannya dan perkembangan hubungan yang berarti dengan sahabat-sahabat Kristen dan bukan Kristen.

Untuk yang Kristen:

  1. Bimbing dia agar dia mengembangkan saat teduh tiap hari. Adanya kepekaan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan dan mengecewakannya, akan membantu mengikis perasaan kesepiannya.

    "Ada sedikit rahasia yang sudah kutemukan tentang cara mengalahkan kesepian. Pertama, aku tidak pernah merasa kesepian ketika aku berdoa, sebab doa mempersekutukanku dengan sahabat yang melebihi sahabat biasa -- Yesus Kristus. Dia berkata, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, . . . tetapi . . . sahabat." (Yoh 15:15). Aku pun tak pernah kesepian bila membaca Alkitab. Tiap hari kubaca pasal-pasalnya. Tak ada apa pun lainnya yang meluluhkan kesepian seperti waktu khusus merenungkan Firman Allah."

    -Selesai

    Sambil kita bertumbuh dalam hubungan ibadah kita dengan Tuhan, kita mulai berubah. Tumbuhnya sikap-sikap mengasihi dan memperhatikan akan menjadi dasar bagi kontak-kontak kita dengan orang lain dan mendalamnya persahabatan-persahabatan kita.

  2. Anjurkan dia untuk mengambil pelayanan yang berarti di dalam suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan. Memusatkan perhatian pada kebutuhan-kebutuhan orang lain, akan menempatkan masalah-masalah kita dalam sudut pandang yang benar dan memperingan masalah kita sendiri. Pelayanan membantu kita memupuk persahabatan dengan sesama pelayan Kristen dan cenderung memperkuat citra diri kita di dalam kebersamaan itu.

    "Aku tidak pernah merasa kesepian ketika aku menyaksikan Kristus bersama pada orang lain. Ada suatu kesukaan besar ketika menceritakan Kristus pada orang lain. Semua kita dapat melakukan hal ini."

    -Selesai

    Nasihatkan dia untuk mempererat ikatan-ikatan dalam keluarga. Orang yang kesepian biasanya memiliki hubungan kekeluargaan yang kendur. Usaha-usaha terus-menerus untuk berkomunikasi dalam keluarga kita sendiri: belajar untuk saling membagi dan menerima, menghargai dan memperhatikan, menjadi bagian satu dari yang lain, akan mencegah kesunyian. Perbaikan hubungan dalam keluarga selalu membawa perbaikan dalam hal-hal lainnya.

    Dorong dia untuk meminta bimbingan dari pendetanya. Seorang pendeta dapat membantu anggotanya untuk mengembangkan hubungan dan menunjukkan bidang-bidang pelayanan yang tepat.


Latar Belakang
Strategi Bimbingan

Ayat Alkitab

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." (Mat 11:28-30)

"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: 'Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?'" (Ibr 13:5,6)

"Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:20)

"Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku. Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan." (Mazm 40:1-4)

"Allah yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia." (1Kor 1:9)

Amsal 3:5,6

Komentar