Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Konseling Kepada Orang yang Ingin Bunuh Diri

Seseorang yang putus asa menelepon; percobaan bunuh diri sedang terjadi atau setidaknya hampir terjadi. Anda telah mengumpulkan fakta-fakta situasinya. Itu berarti saatnya untuk bertindak. Apa yang bisa Anda lakukan?

Suatu Strategi yang Tegas

Ketika keinginan untuk bunuh diri meningkat atau rencana yang mematikan dan dapat dikerjakan sepertinya akan dilakukan, kita harus segera bertindak. Kita perlu menentukan di mana orang tersebut berada dan segera membantu dia dan melakukan apa saja yang diperlukan, termasuk melibatkan polisi.

Sebagian besar aturan sosial tidak berlaku dalam situasi seperti ini. Penolong mungkin khawatir merusak kepercayaan atau kehilangan kepercayaan dari orang yang bunuh diri itu dengan terburu-buru melakukan tindakan pencegahan bunuh diri padahal si penelepon telah memperingatkannya untuk tidak berusaha mencegahnya bunuh diri. Namun meskipun seseorang telah berjanji untuk tidak melapor polisi, terlalu jujur tidak akan ada artinya di pemakaman seseorang.

Memberi sinyal tanda bahaya agar sekretaris atau pasangan Anda menuju ruangan di mana Anda menerima telepon tersebut adalah strategi pencegahan yang baik. Kemudian, dengan catatan yang ditulis secara terburu-buru, Anda dapat meminta mereka menelepon seseorang untuk melacak nomor telepon tersebut atau mengirimkan tim darurat.

Strategi-Strategi Lainnya

Strategi yang sederhana adalah berusaha untuk membuat orang tersebut terus berbicara. Selama penelepon itu terus terhubung dan berbicara, bunuh diri tidak akan terjadi (kecuali jika usaha bunuh diri tersebut telah dilakukan dan efeknya terjadi sekarang). Berbicara adalah suatu antisipasi, penyembuhan terjadi di dalamnya. Seperti peristiwa-peristiwa lainnya ketika seseorang putus asa, mendengarkan saja -- benar-benar mendengarkan -- bisa meredam emosi yang berbahaya. Jadi, teruslah berbicara. Ini adalah langkah pertama yang baik.

Langkah yang lebih baik adalah meminta komitmen dari penelepon. Setelah lama bercakap-cakap, tidaklah wajar bagi penelepon untuk tidak merasa berutang kepada penolongnya. Atau mungkin ada sesuatu hal sebelumnya yang membuatnya merasa perlu menelepon. Bahkan rasa berutang tersebut bisa dimanfaatkan oleh penolong.

Buatlah perjanjian dengan orang tersebut dan ikatlah dia dengan perjanjian itu. Katakan, "Anda tahu, setelah semua yang kita lakukan bersama, tidakkah Anda merasa berutang kepada saya setidaknya karena Anda menelepon saya sebelum Anda melakukan sesuatu yang berbahaya? Berjanjilah kepada saya bahwa Anda akan melakukan hal kecil tersebut untuk saya." Fakta bahwa seseorang merasa berkewajiban untuk menelepon sebelum melakukan sesuatu, bisa mencegah dia untuk melanjutkan rencana bunuh dirinya.

Bahkan strategi yang lebih baik adalah strategi yang dibarengi dengan penerapan rencana. Orang yang ingin bunuh diri telah membuat rencana yang mematikan; sekaranglah saatnya untuk memberikan rencana hidup. Hal ini bisa dimulai dengan menyingkirkan alat-alat yang dapat membuat rencana bunuh diri yang sudah jelas itu menjadi mudah dilakukan. Itu berarti meminta orang lain untuk melumpuhkan senjata atau menyingkirkan obat-obat yang mematikan dari rumah.

Suatu rencana hidup membantu penelepon mulai berjalan menuju kehidupan dan kesehatan. Langkah pertama mungkin sederhana, misalnya cukup percaya kepada penolong untuk memberitahukan nama, atau menjadwalkan pertemuan pribadi dan berjanji untuk menepatinya. Ini bisa mencakup perjanjian untuk saling menelepon setiap hari. Bisa dimulai dengan suatu perjanjian untuk bertemu dengan seorang psikolog. Kadang-kadang, hal ini akan melibatkan langkah menuju iman Kristen.

Rencana hidup akhirnya harus lebih kompleks, bercabang ke suatu program terapetik yang utuh, yang melibatkan pengobatan (medis), psikologis, dan profesional Kristen.

Strategi yang Paling Penting

Sebagian besar orang bisa berdoa sambil mendengarkan, dan membawa kuasa Tuhan dalam sebuah situasi adalah sesuatu yang sangat penting. Namun, tidak benar jika Anda berpikir, "Yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa." "Yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk kasus ini adalah berdoa, dan itu sudah sangat cukup", itulah yang benar. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Sumber
Halaman: 
327 -- 328
Judul Artikel: 
Counseling Suicidal People
Judul Buku: 
Leadership Handbook of Outreach and Care - Practical Insight from a Cross Section of Ministry Leaders
Pengarang: 
James D. Berkley
Penerbit: 
Baker Books
Kota: 
Michigan
Tahun: 
1994

Komentar