Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Pentingnya Pengampunan

Edisi C3I: e-Konsel 157 - Mengampuni Orang Lain

  1. Jika kita tidak mengampuni orang lain, kita berdosa terhadap Allah.

    • Kita diperintahkan untuk saling mengampuni sama seperti Tuhan sudah mengampuni kita (Efesus 4:32, "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."; bandingkan dengan Matius 18:21-22,35; Kolose 3:13).

    • Jika kita tidak mengampuni orang lain, maka kita melanggar perintah Allah.

  2. Jika kita tidak mengampuni orang lain, kita tidak memahami keagungan pengampunan yang telah diberikan kepada kita dalam Kristus Yesus.

    • Jika kita tidak rela mengampuni kesalahan orang lain, maka kita sama seperti hamba yang digambarkan dalam Injil Matius 18:21-35, yang tidak rela menghapuskan hutang kawannya yang kecil kepadanya dibandingkan hutangnya yang besar yang sudah dihapuskan oleh rajanya.

    • Hamba tersebut ditegur dengan keras oleh tuannya, yang melambangkan Allah yang Mahaadil: "Melihat itu, kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya, `Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?` Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya."

  3. Jika kita tidak mengampuni orang lain, kita mengganggu kesatuan tubuh Kristus.

    • Dalam firman Tuhan, kita diperintahkan untuk memelihara kesatuan roh dalam tubuh Kristus (Efesus 4:3, "Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.")

    • Jika kita tidak rela mengampuni saudara-saudara seiman kita, maka kita tidak memelihara kesatuan tubuh Kristus, malah justru kita mengganggu dan merusak kesatuannya.

  4. Jika kita tidak mengampuni, kita memberikan kesempatan kepada Iblis untuk merusak -- bahkan menghancurkan -- hidup kita dan pelayanan kita.

    • Ayat kunci: "Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada iblis." (Efesus 4:26-27)

    • Jangan lupa bahwa Iblis akan mengambil setiap kesempatan yang kita berikan kepadanya!

Diambil dari:

Judul buku: Buku Panduan Pemulihan Terpadu Dasar v1. Mei 07
Penulis : Tim Duta Pembaharuan
Penerbit : Duta Pembaharuan
Sumber
Judul Artikel: 
Buku Panduan Pemulihan Terpadu Dasar v1. Mei 07
Penerbit: 
Duta Pembaharuan

Komentar