Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Renungan: Cara Allah Memulihkan

Oleh: Davida

Bacaan Alkitab: Ayub 42:1-17

Nas: "Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya ...." (Ayub 42:10)

Jika kita membaca seluruh kitab Ayub, kita dapat melihat bahwa ada saat-saat Ayub putus asa. Ketika Ayub kehilangan harta dan anak-anaknya, ia tetap percaya kepada Allah. Namun, ketika tiga sahabatnya datang untuk menghakimi bahwa Ayub mengalami penderitaan karena telah berdosa kepada Allah, ia mengeluhkan keresahannya dan membantah Allah meskipun secara halus. Ayub bahkan sempat mengutuki hari kelahirannya (Ayub 3:1). Dalam Ayub 13:23, ia bahkan menantang Allah untuk menunjukkan seberapa besar dosanya sehingga ia harus mengalami kemalangan yang luar biasa ini.

Ketika akhirnya Allah menanggapi pertanyaan dan tantangan Ayub, ia akhrnya menyadari ketidaktahuan dan kebodohannya mengenai Allah. Ia pun merendahkan dirinya di hadapan Allah. Ia menyadari tidak sepantasnya ia berbantah dengan Allah yang Mahakuasa. Ayub kemudian bertobat dan mencabut perkataan-perkataannya yang meragukan Tuhan. Akhirnya, Allah memulihkan Ayub. Cara Tuhan memulihkan Ayub bukan dengan segera menyembuhkan penyakit dan mengembalikan hartanya, melainkan pertama-tama Allah memulihkan hati dan pandangan Ayub terhadap Allah. Pemulihan tersebut ditandai dengan penyesalannya terhadap Allah. Setelah itu, ia mau mendoakan sahabat-sahabat yang sudah menyakitinya. Baru setelah Ayub mendoakan teman-temannya, Allah memulihkan fisiknya dan melipatgandakan semua yang hilang darinya.

Apakah saat ini kita sedang meragukan Allah? Bertobatlah dan datanglah kepada-Nya. Mintalah Ia memulihkan hati kita agar kita dapat memandang-Nya dengan benar. Ketika hati kita dipulihkan-Nya, kita akan sanggup menghadapi masa-masa sulit tersebut dengan sikap hati yang benar. Dengan begitu, kita akan dimampukan untuk selalu mengakui bahwa Ia adalah Allah, Ia sanggup melakukan segala sesuatu terhadap hamba-Nya, dan tidak ada rencana-Nya yang gagal dalam hidup kita.

NIKMATILAH PEMULIHAN DEMI PEMULIHAN DALAM SELURUH KEHIDUPAN KITA, KETIKA ALLAH MEMULIHKAN HATI KITA AGAR DAPAT TAAT KEPADANYA.

Komentar