Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Suatu Perjanjian Keluarga untuk Terus Mengawasi Teknologi

Edisi C3I: e-Konsel 396 - Keluarga pada Era Teknologi

"... Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah ...." (1 Samuel 17:45, TB)

Saya tidak pernah berpikir mendalam tentang Raja Daud sampai saya menjadi ibu seorang remaja. Sampai saat itu, Daud hanyalah orang kecil yang dengan sembarangan ditempatkan di depan orang yang merasa besar di sekolah minggu. Setelah beberapa olok-olok kasar antara dua musuh bebuyutan secara berhadapan, batu persegi dilemparkan ke dahi, diiringi teriakan-teriakan yang sangat keras, si raksasa selalu diceritakan roboh.

Sebagai orangtua yang membesarkan anak-anak di dunia yang terhubung secara daring, saya bisa memahami keadaan Daud--tetapi Goliat saya adalah teknologi ..., dan dia tidak mengalah. Untuk memperjelas, saya tidak secara persis melihat diri saya sebagai versi Daud yang menang--saya lebih seperti pemain penggantinya, yang hanya ingin Anda panggil jika Daud yang sebenarnya terkena infeksi yang parah. Nah, saya kira, saya tidak begitu berpengalaman atau sepasti itu dalam pengasuhan anak saya. Pada suatu hari nanti, itu adalah seperti jika seseorang mengubah naskah yang telah saya pelajari dan yang bagaimanapun mendorong saya keluar dari panggung.

Saya kadang bertanya-tanya, apakah saya benar-benar diurapi? Apakah Allah benar-benar akan bersama saya? Apakah mungkin akan ada raksasa yang benar-benar sebesar itu?

Saya tidak sedang berkhayal. Dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun terakhir ini, saya telah melihat kemajuan teknologi dibandingkan tiga puluh tahun sebelumnya. Untuk berkata pada seorang remaja, "Aku pernah seusiamu dulu .... Aku tahu bagaimana rasanya," tidak lagi berlaku. Kesenjangan menjadi terlalu besar, terlalu cepat.

Anak-anak saya tidak melihat segalanya seperti saat saya melihatnya pada usia 16 tahun. Mereka membawa gawai mengilap seperti paket pendukung kehidupan. Mereka mengirim pesan dan mem-posting sebagai ganti percakapan dan memiliki sedikit alat pelengkap (headset - Red.) yang keluar dari telinga mereka. Mereka terhubung (log on) untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka, mengirim email dan teks kepada guru mereka, dan putus dengan cinta pertama mereka dengan meng-update status. Setiap hari, mereka menyebarkan foto, lirik lagu, lelucon, dan daftar film harian. Mereka mengunduh musik, memburu aplikasi, dan hanya dapat melihat sedikit manfaat dari benda-benda, seperti kertas dan pena. Mereka melakukan penilaian, membentuk geng digital, dan tumbuh bersama sebagai "profil" di forum yang terbuka. Mereka secara alami akan mencari ke Google terlebih dahulu.

Sangat mudah untuk merasa kalah sebelum saya memulai. Namun, lihatlah lebih dekat pada Daud yang melakukan hal-hal penting pada hari pertempuran yang terkenal itu sehingga mengilhami saya. Dia merobohkan Goliat sebelum pertempuran dimulai.

  • Yang lain meragukan. Daud percaya.
  • Yang lain meringkuk. Daud berlari ke kancah pertempuran.
  • Yang lainnya berbicara. Daud mengambil tindakan.
  • Yang lain melihat raksasa. Daud melihat Allah.

Anak-anak kita adalah digital natives yang menghadapi raksasa emosional dan sosial yang tidak dapat kita pahami. Sebagai orangtua, kita harus melangkah di depan mereka dan, seperti Daud, membuat si raksasa memperhatikan (kekuasaan Allah).

"Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing,
tetapi aku mendatangi engkau dengan nama
TUHAN semesta alam, sebab pertarungan ini dilakukan oleh Tuhan, dan Ia
akan menyerahkanmu sepenuhnya ke dalam tangan kami.."
1 Samuel 17:45-47, TB (parafrase)



Pertempuran ini mungkin bersifat pribadi bagi Anda dalam cara yang berbeda, tetapi itu adalah peperangan Tuhan. Sebagaimana Allah mengajarkan Anda untuk bertarung seperti Daud, ajarlah anak-anak Anda -- tidak peduli seberapa tidak memadainya Anda merasa setiap kali atau bagaimanapun kecilnya peluang yang tampak menghadang Anda.

Percayalah pada kuasa Allah. Jadilah proaktif dalam percakapan digital di rumah Anda. (Hadapilah) bersama-sama sebagai sebuah keluarga secara teratur dan berdoalah untuk perlindungan yang lebih bagi ikatan keluarga. Komunikasikan prioritas, nilai-nilai, dan harapan keluarga Anda. Komunikasikan hal itu secara berulang.

Apakah Anda mengarahkan teknologi dalam keluarga Anda, atau teknologi yang mengarahkan Anda? Apa tantangan terbesar Anda pada bidang ini? (t/N. Risanti)

Audio: Suatu Perjanjian Keluarga ....

Diterjemahkan dari:
Nama situs : @stickyJesus
Alamat situs : http://stickyjesus.com/2011/01/a-family-covenant-to-keep-technology-in-check/
Judul asli artikel : A Family Covenant to Keep Technology in Check Addicted to Control
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 17 Maret 2017

Komentar