Banner Biokristi 

Konten Pilihan

Telaga

Konseling yang Efektif

Sejarah memperlihatkan ada pelayanan yang tadinya jaya dan berkembang, namun akhirnya runtuh. Namun, sejarah juga memperlihatkan ada pelayanan yang terus bertahan sampai ratusan tahun. Apakah yang terjadi sehingga ada pelayanan yang bertahan dan ada yang tidak bertahan? Apakah yang menjadi ciri pelayanan yang efektif?

Baca Selengkapnya

Buruk Muka, Cermin Dibelah

Natal pertama adalah kisah "Buruk Muka, Cermin Dibelah". Firman Tuhan dalam Yohanes 1:9-11 menjelaskan, "Terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya tetapi dunia tidak mengenal- Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya tetapi orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya." Selama pelayanan-Nya di dunia, Tuhan Yesus tidak pernah mencuri, merampok, apalagi membunuh orang, namun Ia akhirnya mati disalib. Hanya ada satu hal yang dilakukan-Nya, yang membuat orang membenci Dia: Ia menunjukkan keburukan hati manusia. Kristus adalah Terang dan di bawah cahaya sinar-Nya, kejahatan manusia terkuak lebar.

Baca Selengkapnya

Telaga Menjawab

Konseli:

Saya memiliki 4 orang anak: sebut saja A (10 tahun), B (6 tahun), C (5 tahun) dan D (3 tahun). A dan B adalah anak angkat saya.

Cerita awalnya seperti ini: suami saya memunyai seorang adik angkat perempuan (mereka empat bersaudara laki-laki semua, sehingga orang tuanya mengangkat seorang anak perempuan). Adik perempuan ini hidup bebas sampai mengandung di luar nikah. Pada mulanya, ia ingin menggugurkan kandungannya, tetapi selalu gagal. Sampai akhirnya lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama A. Ibunya tidak mau memeliharanya, sehingga menjadi tanggung jawab suami saya karena dia anak pertama.

Baca Selengkapnya

Pernikahan di Mata Tuhan

Dalam ceramah yang berkaitan dengan memilih pasangan hidup, kadang saya mendapat pertanyaan, "Bolehkah menikah dengan orang yang tidak seiman?" Sesungguhnya, jawaban terhadap pertanyaan ini bergantung pada bagaimanakah kita memandang pernikahan itu sendiri. Jika kita memandang pernikahan lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan, keharmonisan rumah tangga, menyambung keturunan, dan menjadi wadah yang sehat bagi pertumbuhan anak-anak, maka jawabannya adalah "Tidak boleh". Demikian juga sebaliknya. Jadi, bagaimanakah seharusnya kita memandang pernikahan? Pada dasarnya, kita harus memandang pernikahan dari sudut pandang kemuliaan Tuhan. Firman Tuhan dalam Efesus 1:5-6, 12 berkata, "Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita ... supaya kami yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya."

Baca Selengkapnya

Belajar Bijak

Dapatkah hikmat dipelajari? Apakah orang dilahirkan bijak ataukah ia dibentuk menjadi bijak? Kitab Amsal menyediakan banyak contoh perilaku orang yang bijak dan ternyata hikmat dapat dipelajari. Di bawah ini dipaparkan beberapa faktor yang membuat orang bijak.

Baca Selengkapnya