Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

e-Konsel 004 - Makna Hidup

Makna Hidup

Mengapa Allah Menciptakan Manusia?

Edisi C3I: e-Konsel 004 - Makna Hidup

Pertanyaan ini adalah pertanyaan "klasik" yang selalu muncul dari abad ke abad, dari generasi ke generasi, baik miskin atau kaya. Manusia mencari jawaban atas pertanyaan ini karena dari lubuk hatinya yang paling dalam, manusia tahu bahwa tidak mungkin ia diciptakan oleh Penciptanya tanpa tujuan. Ada banyak orang masih percaya sampai sekarang bahwa Allah menciptakan manusia karena Ia kesepian dan Ia membutuhkan persekutuan dengan orang lain, maka diciptakanNyalah manusia. Hal ini sulit kita terima karena sebagai orang Kristen kita tahu bahwa di dalam ketiga oknum Allah Tritunggal ada persekutuan yang sempurna. Ada juga yang berkata bahwa Allah menciptakan manusia untuk membuat dunia lebih baik.

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
Publikasi e-Konsel
Penerbit: 
Yayasan Lembaga SABDA

Serba Info -- Milis e-Ayahbunda

Edisi C3I: e-Konsel 004 - Makna Hidup

-*- MILIS DISKUSI e-AYAHBUNDA -*-

Pada edisi ini kami ingin memperkenalkan sebuah milis diskusi yang diselenggarakan melalui pelayanan sistem I-KAN (Internet -- Komputer Alkitab Network), yaitu Milis "e-AyahBunda". ... baca selengkapnya »

Tips: Mengapa Tuhan Memberikan Kita Masalah?

Edisi C3I: e-Konsel 004 - Makna Hidup

Dengarkan audio artikel: ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
Publikasi e-Konsel
Penerbit: 
Yayasan Lembaga SABDA

Manusia Tanpa Kristus adalah Terhilang

Edisi C3I: e-Konsel 004 - Makna Hidup

Sebelum seorang konselor memberikan bantuan praktis kepada konselee (orang yang dilayaninya), ia harus lebih dahulu memulainya dengan

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
Publikasi e-Konsel
Penerbit: 
Yayasan Lembaga SABDA

Editorial

Edisi C3I: e-Konsel 004 - Makna Hidup

Salam dalam kasih Kristus, ... baca selengkapnya »

Surat

Edisi C3I: e-Konsel 004 - Makna Hidup

=1= Dari: R. Moreland S. <rmsibarani@>
>Pada artikel di e-Konsel 03 y.l.
>Menurut saya ada kesalahan dalam penerjemahan:

Komentar


Syndicate content