Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Gaya Belajar

Dalam majalah Focus on the Family, edisi Oktober 1994, ada sebuah artikel karya Cynthia Ulrich Tobias yang menarik perhatian saya. Artikel tersebut berjudul The Way They Learn. Ny. Tobias menjelaskan bahwa ada empat gaya atau cara kita belajar (menangkap pelajaran) dan ia mendasarkan pokok pikirannya itu pada hasil riset Dr. Anthony F. Gregorc. Menurut Dr. Gregorc, ada dua hal penting yang perlu diketahui tentang bagaimanakah kita menangkap suatu pelajaran.

Pertama adalah persepsi, yakni bagaimanakah kita menangkap sesuatu. Ternyata ada di antara kita yang lebih cepat menangkap sesuatu yang nyata atau konkret dan ada yang lebih cepat menangkap sesuatu yang tidak kasatmata atau abstrak. Kedua, setelah kita menangkap suatu pelajaran atau informasi yang baru, ada di antara kita yang mengatur informasi yang baru itu secara berurutan dan ada yang mengaturnya secara acak. Anak yang bertipe berurutan biasanya menyukai metode belajar satu demi satu sedangkan anak yang bertipe acak lebih menyukai metode belajar secara spontan, tidak harus berurutan. Nah, berdasarkan keempat konsep in i, Ny. Tobias menyusun empat gaya belajar agar orangtua lebih dapat memahami cara anak mereka belajar. Setiap anak sebenarnya memiliki kemampuan untuk menggunakan tipe yang lain namun biasanya anak mempunyai satu tipe yang dominan.

Anak yang bertipe Konkret Berurutan biasanya mengalami kesulitan apabila ia diminta untuk menangkap suatu pelajaran yang bersifat abstrak dan yang memerlukan daya imajinasi yang kuat. Ia cenderung menangkap pelajaran yang dipresentasikan secara verbal dan yang dapat ia lihat. Dengan kata lain, ia membutuhkan banyak contoh atau peragaan dan semua ini disajikan dalam bentuk yang sistematis atau berurutan. Istilah kunci untuk anak yang bertipe Konkret Berurutan ialah satu demi satu dan nyata. Ia tidak bisa diburu-burui sebab ia harus "mengunyah" pelajaran atau informasi yang diterimanya satu per satu. Ini tidak berarti bahwa ia lebih lamban daripada anak lainnya. Keterpakuannya pada kerapian membuatnya sukar menangkap beberapa hal pada waktu yang bersamaan.

Anak yang bertipe Abstrak Berurutan dilengkapi Tuhan dengan kemampuan bernalar yang tinggi. Anak ini cenderung kritis dan analitis karena ia memiliki daya imajinasi yang kuat. Pada umumnya ia menangkap pelajaran atau informasi secara abstrak dan tidak memerlukan peragaan yang konkret. Biasanya ia bersifat pendiam dan menyendiri karena ia sibuk berpikir dan menganalisa. Ia pun lebih menyukai pelajaran atau informasi yang disajikan secara berurutan atau sistematis. Bagi anak ini, istilah kuncinya adalah, satu demi satu dan imajinatif.

Sebaliknya, bagi anak yang bertipe Abstrak Acak, pelajaran yang disajikan secara berurutan atau sistematis tidaklah menarik. Cara belajarnya tidak teratur dan penjadwalan sangatlah menyiksanya. Ia tidak terbiasa terpaku oleh pengajaran di dalam 0kelas; baginya semua pengalaman hidup merupakan pelajaran yang berharga. Istilah kunci untuk tipe ini ada!ah spontan dan imajinatif.

Anak yang bertipe Konkret Acak adalah anak yang penuh dengan energi dan ide-ide yang segar. Ia belajar banyak melalui pancainderanya dan tidak terlalu tertarik dengan hal-hal yang memerlukan penalaran secara abstrak. Ciri praktisnya yang diperkuat oleh kemampuannya menerima pelajaran secara acak membuatnya menjadi seorang anak yang penuh dengan ide-ide yang baru. Kesulitannya adalah melakukan hal-hal yang sama sebab baginya hal ini sangatlah membosankan. Anak bertipe ini cenderung mengalami masalah dalam sistem pengajaran di sekolah karena ia bukanlah tipe penurut. Istilah kunci baginya adalah spontan dan nyata.

Sebagaimana kita dapat melihatnya, setiap anak (dan juga kita) belajar dengan cara yang berbeda. Sebagai orangtua atau pendidik sangatlah penting bagi kita untuk mengenal ciri belajar anak kita. Pemahaman yang tepat sudah tentu akan menghasilkan buah yang optimal. Saya teringat kesaksian Pdt. Gordon McDonald akan caranya belajar. Ia berkata bahwa dulu ia sering merasa tidak enak dengan dirinya sendiri seolah-olah ia kurang bertanggung jawab sebab sulit sekali baginya memaksa diri untuk belajar atau mempersiapkan materi khotbah dari jauh-jauh hari. Walaupun ia sudah mendisiplinkan diri untuk itu, toh tetap tidak bisa. Waktu yang paling produktif baginya adalah pada malam menjelang jatuh tempo alias semalam sebelum berkhotbah. Segala ide dan inspirasi seakan-akan muncul dengan bebasnya pada saat ia berada di bawah tekanan yang amat mendesak. Pdt. McDonald berujar bahwa pada akhirnya ia menerima kondisinya sebagaimana adanya dan malah memanfaatkannya secara efektif.

Sebagai penutup, di bawah ini akan dituliskan satu kuesioner yang dikembangkan oleh Ny. Tobias berdasarkan karya pikir Dr. Gregorc. Pembaca dapat mengisinya sendiri dan setelah itu mengisinya untuk anak Anda. Siapa tahu bermanfaat!

Apakah Gaya Anda?

Paparkanlah kecenderungan Anda pada umumnya. Bubuhkanlah tanda cawang (V) pada kotak yang terletak di depan setiap kalimat yang paling mencerminkan kecenderungan Anda.

Jawablah sebanyak-banyaknya kalimat-kalimat yang mencerminkan ciri-ciri Anda.

  1. Konkret Berurutan

  • Lebih suka melakukan sesuatu dengan cara yang sama.

  • Paling cocok bekerja sama dengan orang-orang yang tidak ragu-ragu dalam mengambil tindakan dengan segera.
  • Lebih tertarik akan hal-hal yang nyata atau konkret daripada mencari-cari suatu makna yang tersembunyi.
  • Lebih menyukai ruangan yang bersih dan rapi.
  • Bertanya, "Bagaimanakah saya mengerjakannya?"
  • Konkret Acak
    • Memecahkan masalah dengan kreatif.

  • Bertindak tanpa pikir panjang.
  • Paling cocok bekerja sama dengan orang-orang yang dapat mengikuti saya.
  • Menyukai perubahan-perubahan di sekitar saya.
  • Memilih hanya mempelajari hal-hal yang perlu diketahui.
  • Abstrak Berurutan
    • Menginginkan sebanyak mungkin informasi sebelum mengambil suatu keputusan.

  • Membutuhkan waktu yang cukup untuk mengerjakan suatu tugas dengan baik.
  • Lebih suka menerima pesan-pesan atau penugasan dalam bentuk tulisan daripada sekadar lisan.- Ingin tahu dari manakah orang itu mendapatkan faktanya.
  • Bertanya, "Di manakah saya bisa memperoleh lebih banyak informasi?"
  • Abstrak Acak
    • Lebih suka mengecek dengan orang lain dulu sebelum mengambil keputusan akhir.

  • Berusaha peka dengan perasaan orang lain.
  • Mudah bekerja sama dengan orang lain.
  • Tidak merasa terganggu dengan ruangan yang berantakan.
  • Meminta pendapat orang lain sewaktu merasa bimbang.
  • Sumber
    Halaman: 
    2 - 3
    Judul Artikel: 
    Parakaleo, Juli September 1995, Vol. II, No. 3
    Penerbit: 
    Departemen Konseling STTRII
    Kota: 
    Jakarta
    Editor: 
    Dr. Paul Gunadi, Dr. Yakub B.Susabda
    Tahun: 
    1995

    Komentar