Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Mengetahui Kehendak Allah

Bacaan: 1 Tesalonika 5:16-22

Saya membuat lelucon dengan teman-teman dengan berkata bahwa saya membuat tiga keputusan sulit setiap hari: Apa yang akan saya makan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam? Padahal saya tinggal di Singapura, yang memungkinkan kami menikmati makanan Tionghoa, Melayu, dan India di antaranya. Ya, kami justru bingung karena dimanjakan oleh banyaknya pilihan.

Hidup ini juga meliputi banyak keputusan, yang jauh lebih serius daripada sekadar memilih makanan. Mungkin hal ini menjelaskan mengapa orang suka mempertanyakan kehendak Allah dalam hidupnya.

Menemukan kehendak Allah sebenarnya bukanlah proses yang rumit. Dia telah memberi kita banyak prinsip yang sederhana dan jelas bagi kehidupan kita. Misalnya, Dia berkata, "Inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh" (1 Petrus 2:15). Dalam 1 Tesalonika 4:3 kita membaca, "Inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan." Dalam 1 Tesalonika 5:18 pun kita diajar, "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

Ketika kita hidup oleh iman dan melakukan apa yang dikatakan dalam Alkitab dengan jelas, kita harus yakin bahwa Tuhan akan memimpin kita dalam mengambil keputusan yang sulit ketika pilihan-pilihan yang ada membingungkan kita. Yang terpenting, kehendak Allah adalah supaya kita berserah kepada-Nya, dan bersedia untuk mengikut dengan setia ke mana pun Dia memimpin kita - AL

CARA TERBAIK UNTUK MENGETAHUI KEHENDAK ALLAH
ADALAH MENYATAKAN KETAATAN KITA KEPADA-NYA
Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
e-Renungan Harian, Kamis 6 Desember 2001
Penerbit: 
--

Komentar