Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagaimanakah Mengatasi Anak yang Sukar Makan ?

PERTANYAAN ANDA

Bagaimanakah mengatasi anak yang sukar makan ?

Seorang anak lahir ke dalam dunia tanpa pemahaman akan jadwal atau keteraturan, termasuk jadwal makan tiga kali sehari. Dengan kata lain, ia lahir tanpa suatu pengertian bahwa ia harus makan pada waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh masyarakat pada umumnya. Ia lahir dengan suatu konsep (atau insting) bahwa ia dapat makan atau tidak dapat makan sekehendaknya. Pada waktu ia merasa lapar ia minta makan; pada saat ia tidak merasa lapar, ia menolak untuk makan. Pemahaman akan jadwal berkembang seiring dengan pertumbuhan anak menjadi dewasa.

Seringkali orangtua merasa kuatir tatkala anak, yang sebelumnya mudah makan, tiba-tiba tidak suka makan. Jika ini adalah kasusnya, pertama- tama saya menganjurkan agar Anda mengecek kesehatan anak tersebut. Mungkin saja ia sedang sakit atau ada sariawan di mulutnya yang membuat ia tidak berselera untuk makan. Apabila ia sehat secara medis, barulah kita memperhatikan segi kejiwaannya. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan. Anak kecil pada umumnya mengalami kesulitan untuk berdiam diri dan makan membutuhkan konsentrasi serta waktu berdiam diri. Ia secara terpaksa harus "dipenjara" untuk makan sedangkan anak pada usia di bawah 8 tahun, biasanya belum memiliki makanan favorit (sudah tentu punya "makanan favorit" seperti coklat atau permen, namun dalam pembahasan ini, hal-hal itu saya kategorikan sebagai camilan). Pada orang dewasa, nafsu makan dapat timbul tatkala ia merindukan makanan kesukaannya, sedangkan anak kecil biasanya belum membentuk asosiasi seperti ini. Jadi bagi anak kecil makan bukanlah suatu peristiwa yang terlalu mengasyikkan, malah sedikit menyusahkan, apalagi jika harus duduk diam.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan pada waktu makan, kita bisa menciptakan suasana yang lebih santai. Dengan anak yang berusia di atas 5 tahun, mungkin kita bisa mengajaknya berbicara dan menemaninya makan, meski kita sendiri tidak perlu makan pada waktu itu. Suasana seperti ini dapat mengurangi kejemuan makan. Apabila cara-cara ini tidak berhasil, barulah kita terapkan disiplin, misalnya dengan menegurnya dengan tegas, menyimpan mainannya, melarangnya bermain sepeda atau komputer untuk hari itu, dan lain sebagainya. Mudah-mudaham jawaban ini dapat membantu. Selamat mencoba!

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
Parakaleo (Edisi Juli - Sep. 1994)
Penerbit: 
Dept. Konseling STTRI

Komentar