Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Gereja dan Pelayanan Konseling II

Edisi C3I: e-Konsel 032 - Gereja dan Pelayanan Konseling

Untuk menjadi gereja yang siap memberikan pelayanan bimbingan (konseling) ada beberapa persyaratan; berikut ini adalah 9 ciri yang dibutuhkan:

CIRI-CIRI "GEREJA YANG SALING MEMPEDULIKAN"

  1. Terdiri dari jemaat yang percaya pada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan mau hidup sesuai dengan kebenaran firman-Nya. Jemaat dari gereja yang saling mempedulikan juga memperhatikan penginjilan, pemuridan, dan membekali setiap anggota dengan makanan rohani yang sehat, sehingga mereka juga dapat melayani orang lain, mempedulikan sesama, mengabarkan Injil baik di rumah, di masyarakat sekitarnya maupun di mana saja mereka berada.
  2. Pemimpin-pemimpin gereja yang saling mempedulikan termasuk pendetanya, terdiri dari orang-orang yang benar-benar rindu untuk tumbuh sebagai anak-anak Allah dan dengan tulus memperhatikan kebutuhan orang lain. Hal ini diekspresikan dalam sikap mau mendengar, menghibur, mendorong dan membimbing dalam kasih dan pengertian.
  3. Suasana kebaktian di gereja yang saling mempedulikan berpusatkan pada Kristus dan pembinaan persaudaraan. Ada usaha yang sungguh- sungguh untuk memberikan sambutan yang hangat pada mereka yang datang. Kebenaran firman dan kebutuhan jemaat merupakan inti dari setiap pemberitaan firman Tuhan dan dapat pengajaran di sekolah minggu. Kesempatan selalu disediakan bagi mereka yang membutuhkan bantuan doa, pertolongan, dan persekutuan.
  4. Gereja yang saling mempedulikan juga memberikan kesempatan bagi jemaat, untuk saling menanggung beban dan saling membantu, sehingga ada kesempatan bagi pendeta untuk bekerja sama dengan jemaat untuk saling mendukung dalam pelayanan. Jemaat dapat menunjukkan perhatian pada mereka yang baru pindah, sakit, yang menderita, yang tidak mempunyai keluarga, kesepian, dll. Secara perorangan maupun sebagai jemaat, selalu ada usaha untuk memenuhi kebutuhan yang ada di masyarakat.
  5. Kelompok doa, pemahaman Alkitab, dan pelayanan keluar sangat ditekankan. Dalam grup selalu disediakan kesempatan bagi setiap anggota untuk mengutarakan persoalan dan perasaan mereka, dalam suasana kekeluargaan dan kasih.
  6. Para pengajar juga memperhatikan kebutuhan murid-muridnya. Mereka berusaha membawa setiap murid dekat pada Tuhan dan belajar mempercayakan setiap kebutuhannya kepada Tuhan.
  7. Mempunyai beban misi, tidak saja pada masyarakat sekitarnya tetapi juga di bagian dunia yang lain. Jemaat tidak saja memperhatikan penginjilan tetapi juga kebutuhan sosial mereka, sehingga tidak saja membawa berita keselamatan melalui iman pada Kristus, namun juga memperhatikan kebutuhan jasmani orang-orang lain.
  8. Memberikan kesempatan pada jemaat untuk memberikan persembahan bahan maupun pelayanan mereka dalam berbagai bidang.
  9. Jabatan kepemimpinan diberikan kepada mereka yang mendemonstrasikan sikap dan perbuatannya sebagai murid Kristus yang patut diteladani dan pada mereka yang sungguh-sungguh memperhatikan sesamanya.
Sumber
Halaman: 
98 - 99
Judul Artikel: 
Konseling Kristen yang Efektif
Penerbit: 
Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1998

Komentar