Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Gangguan Mental pada Anak

Hampir tidak mungkin untuk memastikan apa yang membuat seorang anak menjadi "normal" pada setiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya, tetapi secara umum, seorang anak yang berfungsi secara normal di dalam rumah, lingkungan dan sekolah sepertinya tidak mengalami gangguan psikologis. Masalah dengan guru atau perkelahian dengan temannya juga tidak bisa dijadikan acuan bahwa si anak sedang mengalami gangguan mental. Orang tua harus memperhatikan perilaku hariannya atau perilaku yang bertahan selama jangka waktu tertentu. Anak yang tidak bisa berteman atau tidak mau dijadikan teman oleh kawan-kawan sebayanya mungkin sedang mengalami masalah emosional atau psikologis.

Dokter keluarga adalah orang tepat untuk berkonsultasi soal perilaku dan gangguan ini - ia mengenal anak itu secara pribadi dan bisa membantu memilih seorang profesional kesehatan mental jika perlu. Guru yang bisa menilai prestasi dan perilaku anak itu saat ia bersama teman-teman sebayanya bisa membantu dalam mengidentifikasi masalah.


Retardasi Mental
 
Definisi

Tonggak perkembangan anak digunakan sebagai panduan kasar untuk menilai kenormalan fungsinya. Pada usia tertentu kebanyakan anak mulai mengenal suara orang tua atau mulai belajar berjalan. Panduan untuk perilaku berdasarkan umur ini tidak bersifat baku, jadi kalau anak Anda berjalan atau berbicara setelah waktu yang lebih lama atau cepat daripada anak lainnya, maka ini belum tentu menunjukkan adanya gangguan. Pemeriksaan standar guna mengevaluasi retardasi mental sebaiknya dilakukan pada saat Anda curiga adanya penundaan dalam perkembangan anak. Kira-kira 1% anak-anak mengidap retardasi mental.

Banyak anak-anak dengan retardasi mental lahir dengan abnormalitas fisik, seperti daya pendengaran yang lemah, atau masalah jantung. Mereka ini beresiko tiga sampai empat kali lebih tinggi untuk mengidap gangguan mental lainnya seperti ketidakmampuan belajar dan mengompol daripada populasi umum. Rasio retardasi mental pada laki-laki dan perempuan adalah 3:2.

Penyebab

Penyebab retardasi mental berhasil ditemukan hanya dalam kurang dari setengah jumlah kasus. retardasi ringan umumnya ditemukan didalam kelas sosio-ekonomi rendah, tetapi retardasi mental yang ringan atau berat ditemukan pada semua kelas secara merata. Pengaruh negatif di dalam rumah seperti pengabaian anak dan kurangnya perangsangan sosial dan bahasa mungkin turut berperan dalam berkembangnya kasus yang ringan.

Gangguan genetis ditemukan pada 25% anak-anak yang mengidap retardasi mental dan biasanya hal ini berhubungan dengan retardasi yang berat. Sindrom Down adalah bentuk retardasi mental bawaan yang paling umum, yang disebabkan oleh abnormalitas kromosom dan terjadi pada 1 dari 700 kelahiran di Amerika Serikat. Meskipun wanita berusia berapa pun bisa melahirkan anak pengidap sindrom Down, risiko ini meningkat secara tajam saat usia mencapai 35 tahun keatas. Gangguan ini, dan sejumlah gangguan bawaan dan kongenital lainnya, bisa didiagnosa secara in utero dengan menggunakan ultrasound atau amniosentesis. Anak yang mengidap sindrom Down memiliki karakteristik wajah yang khas sejak lahir dan antara lain mengalami keterbelakangan dalam hal perkembangan kemampuan bicara dan koordinasi otot.

Banyak penyakit yang terjadi saat kehamilan bisa menyebabkan retardasi mental, terutama saat minggu-minggu pertama saat sistem organ mulai terbentuk, dan hal ini menekankan pentingnya perawatan pra kelahiran. Infeksi ibu seperti rubella (cacar Jerman), sifilis, dan sitomegalovirus adalah jenis penyakit yang bisa menyebabkan retardasi. Penyakit dan cedera saat masa kanak-kanak juga bisa menyebabkan retardasi mental setelah kelahiran. Yang paling umum terjadi adalah ensefalitis dan meningitis, yang menyerang otak secara langsung. Penyebab lain adalah trauma pada kepala akibat cedera yang timbul karena perlakuan kasar terhadap anak, kecelakaan dalam kendaraan bermotor, dan kecelakaan lainnya.

Diagnosa

Pemeriksaan psikologis bisa dilakukan sebelum si anak berusia cukup untuk masuk sekolah untuk menentukan apakah ia mengalami retardasi mental. Karena banyak variasi dalam perkembangan anak, anak berusia sangat muda mungkin berkembang lebih lambat daripada teman sebayanya tetapi belum tentu ia mengalami retardasi mental.

Asosiasi Psikiaterik Amerika mengemukakan kriteria berikut untuk diagnosis
retardasi mental:
- IQ yang jauh dibawah rata-rata (70 kebawah)
- Daya fungsi adaptasi yang lemah dalam hal ketrampilan sosial, tanggung jawab, komunikasi, kesaling-bebasan,
   keterampilan hidup sehari-hari, kesanggupan untuk mencukupi diri sendiri yang lambat jika dibandingkan
  dengan usianya
- Serangan sebelum usia 18 tahun
 
Pengobatan

Pencegahan retardasi mental melalui perawatan pra kelahiran dan pengendalian infeksi secara lebih baik adalah pengobatan yang terbaik. Setelah retardasi mental berhasil didiagnosa, fungsi sosial dan intelektual anak bisa ditingkatkan melalui program yang dirancang untuk merangsang perkembangan. Kini sekolah mulai mengadakan pelatihan bicara dan bahasa, terapi bermain, dan ketrampilan sosial.

Orang tua mungkin merasa sangat terbebani secara fisik maupun mental saat harus merawat anak yang mengidap retardasi mental. Konsultasi orang tua sangat penting untuk mengatasi stres serta bisa membantu mengidentifikasi rasa marah dan bersalah yang mungkin timbul dalam situasi seperti ini.

Pencegahan

Perawatan pra kelahiran yang baik mampu mencegah infeksi yang bisa mengakibatkan retardasi mental pada janin.


Jumat, 12 Mei 2000
 
Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
Milis Ayah Bunda
Penerbit: 
--

Komentar