Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Mengatasi Tingkah Laku Anak IV

persoalan :
Ibu Susy mempunyai anak bernama Yonas. Anak tersebut sering berani kepada ibu Susy Oleh karena itu saya ingin bertanya kepada Rekan-Rekan Ayahbunda : bagaimana menghadapi tingkah laku anak seusia itu dan kira-kira hukuman apa yang efektif untuk anak berumur 2-5 th ?

Walau saya bukan orang yang kompeten dalam bidang ini dan mungkin orang lain lebih ahli, saya akan syeringkan pengalaman saya waktu anak saya berumur 5 dan 3 tahun. Keduanya cowok.

  1. Tidak pernah lepas tangan pada anak-anak saya. Anak-anak biasanya akan melihat tingkah laku dari perlakuan dari ortunya.
    • Kalau orang tua itu terlalu berhantam, bisa-bisa anak-anaknya begitu .
    • Bisa juga melihat ortunya kepada orang lain, pembantu, teman dekat dsbnya. Bagaimana perlakuan ortu kepada mereka?
    • mengapa anak2 bisa demikian, jika ortu berkelakuan baik kepada sesama? Apakah karena diserahkan kepada pembantu saja? Apakah anak2 terlalu dimanjakan? Apakah ada penyebab lainnya?
    • dalam menghadapi anak2 yang berkelahi, atau nakal, saya berusaha tidak lepas tangan [memukul, dll] kepada mereka. Sampai sekarang cowok2 saya sudah berusia 16 tahun dan 14 tahun saya tidak pernah memukul mereka.
  2. Pendekatan lebih penting. Jika hal2 yang nakal dan suka memukul terjadi, kita nggak usah berteriak atau memaki-maki kepada anak2. Mungkin cara dengan memanggil mereka satu persatu, jauh lebih baik. Misalnya sibesar yang memukul, panggil dia, ajak bicara jangan didepan ibu atau adiknya.Katakan : mulai sekarang kamu adalah anak yang tertua dan mungkin tidak ada adik lagi. Kamu hanya berdua dengan adikmu. Dan saya pesan jangan memukul Tanggung jawab keselamatan adik ada ditangamu. Dengan cara begitu , tanpa hukuman biasanya anak akan menurut . Jika adiknya yang salah, juga panggil dia dan katakan secara bijak. Saya kira pendidikan dengan cara demikian [tanpa memukul] adalah yang terbaik. Hukuman bisa diberikan, misalnya diberi tugas jika hal itu terjadi lagi. Tapi bukan hukuman yang sifatnya destruktif, misalnya anak dikancing dalam kamar mandi dll.
  3. Jika ayah memarahi, ibu jangan memarahi. Jika ayah marah, ibu kelihatan seolah-olah diam atau membela, walau sebenarnya tidak. Menurut dr. Spock, cara ini penting agar anak tidak seolah-olah dikeroyok. Marah juga harus jangan sampai menjerit. Tapi marah dengan nada yang halus.

    Nah, sekedar syering saja. Bagaimana syering dari Mery?


     
     
    Yohanes Santosa.
     
     
    Sumber
    Halaman: 
    --
    Judul Artikel: 
    Milis Ayah Bunda
    Penerbit: 
    --

Komentar