Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagaimana Anda Hidup dengan Mertua Anda dan Tetap Mengasihi Mereka?

Tinggal dengan mertua Anda atau mereka tinggal dengan Anda, merupakan situasi yang sulit -- khususnya bagi mereka yang tinggal di Afrika dan Timur Tengah, dan beberapa bagian lain di dunia yang sudah terbiasa dengan praktik budaya ini. Budaya ini mungkin bisa berjalan dengan baik di beberapa rumah tangga. Akan tetapi, beberapa dari Anda mungkin tidak memiliki keluarga yang berusaha bersama-sama untuk menjadikannya sebagai keadaan hidup yang mudah.

Situasi ini merupakan situasi yang benar-benar membingungkan karena Alkitab memberi tahu kita bahwa sebagai pasangan yang sudah menikah, Anda harus meninggalkan orang tua dan bersatu dengan yang lain sebagai suami dan istri (Kejadian 2:24; Matius 19:5; Markus 10:7; dan Efesus 5:31). Namun, saat keadaan sepertinya mustahil bagi Anda untuk hidup terpisah dari mertua, kehidupan pernikahan menjadi lebih rumit.

Bagaimana Anda bisa menerapkan prinsip Alkitab untuk "meninggalkan [orang tua] dan menyatu [dengan pasangan]" setelah Anda menikah, dan Anda bisa hidup seatap dengan mertua dengan damai sejahtera? Anda ingin selalu mengasihi dan "menghormati" mertua Anda, karena Anda tahu bahwa inilah cara baik yang harus dilakukan. Akan tetapi, saat mereka membuat semuanya tidak semudah yang kita harapkan, bagaimana Anda menyikapinya?

Jujur, kami tidak tahu. Ini mungkin merupakan situasi yang hampir mustahil! Namun demikian, Alkitab berkata bahwa bersama Allah tidak ada yang mustahil! Jadi, apabila tidak ada pilihan yang bisa diambil dalam hal ini, pasti ada cara untuk mengatasinya. Caranya mungkin tidak semudah dan semenyenangkan yang Anda inginkan, tetapi dengan pertolongan Allah, Anda bisa melakukannya.

Alkitab memperingatkan kita dengan berbagai ujian yang kita temui di dalam hidup. Bahkan, di dalam kehidupan pernikahan, kita diberi tahu "orang-orang yang menikah akan menghadapi banyak persoalan di dalam hidup ini" (1 Korintus 7:28). Tinggal bersama dengan mertua Anda, bisa menjadi masalah atau "kesulitan" sehingga Anda perlu bergumul dengan pimpinan dan kekuatan Tuhan. Dalam Amsal 27:17, Alkitab menyebutnya "besi menajamkan besi". Anda mendapatkan kesempatan untuk membiarkan Tuhan menyatakan karakter-Nya di dalam hidup Anda sebagai suatu kondisi, dan orang lain menggesek Anda sehingga muncullah percikan api. Ikutilah petunjuk untuk hidup kudus yang dapat Anda baca di Kolose 3.

Idealnya memang Anda dan mertua tinggal dalam satu rumah tangga yang terpisah. Namun, apa yang ideal tidak selalu bisa terwujud. Jadi, apabila setelah berdoa, Anda belum melihat kondisi yang Anda hadapi tidak berubah seketika, pilihan bijak selanjutnya adalah ciptakan kondisi yang paling baik daripada membuang-buang energi dengan mengeluh atau mengharapkan sesuatu yang tidak bisa Anda ubah pada saat itu. Ada waktu untuk berbicara, ada waktu untuk tenang dan mengizinkan Allah berbicara (Pengkhotbah 3:1-8). Pada kesempatan yang lain Allah mengajarkan agar kita "bersukacita dalam segala hal" (Filipi 4:12-13). Mungkin inilah yang sedang Anda hadapi saat ini. Mintalah Allah untuk menunjukkan kepada Anda apa yang harus Anda lakukan dalam situasi seperti itu dalam hidup Anda.

Ingatlah bahwa Anda dan pasangan Anda masih bisa "meninggalkan" orang tua Anda dalam pikiran dan tindakan Anda. Selanjutnya, temukan cara untuk bersama-sama bersatu, bahkan jika Anda tidak bisa berpisah dari keluarga Anda dalam lingkungan hidup Anda. Anda hanya perlu lebih menyatu dalam mewujudkannya, yaitu dengan menempatkan batasan-batasan yang mungkin secara tegas. Tuhan sanggup menunjukkan kepada Anda cara melakukannya.

Anda mungkin memiliki pasangan yang tidak sepenuhnya menyatu dengan Anda dalam mengatasi situasi ini dengan cara "penyatuan" yang benar. Hal inilah yang paling rumit dan menyedihkan karena bukan inilah yang Allah kehendaki dalam pernikahan! Kami memahami perasaan Anda, tetapi jangan menyerah. Allah bersama dengan Anda ketika Anda datang kepada-Nya untuk meminta pertolongan. Nyatakanlah keadaan Anda kepada-Nya dan mintalah bimbingan-Nya secara terus-menerus untuk bisa bagaimana menciptakan keadaan yang terbaik di tengah situasi yang paling buruk!

Apabila Anda berdoa dan Allah diam saja selama beberapa waktu, jangan putus asa. Sikap diam Allah tidak akan berlangsung selamanya. Ini tidak berarti bahwa Dia tidak mendengar Anda, tetapi ada alasan atas sikap diam-Nya yang perlu Anda terima. Dia adalah Allah, dan jalan-Nya bukan jalan Anda. Allah mengajarkan kepada kita di dalam Alkitab, "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesaya 55:9) "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." (Yesaya 55:8)

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa Allah tidak menjawab doa-doa Anda dengan cepat atau saat yang sama ketika Anda percaya bahwa Dia peduli dengan masalah ini (atau masalah lain). Perhatikan pemikiran-pemikiran berikut ini, yang muncul dari pengajaran Oswald Chambers dari bukunya, "My Utmost for His Highest", yang diterbitkan oleh Barbour and Company. Chambers menulis:

"Kami berpikir bahwa Allah menghargai kita karena iman kita. Mungkin seperti itulah awalnya, tetapi kita tidak bisa memperoleh apa pun dengan iman. Iman membawa kita ke dalam hubungan yang benar kepada Allah dan memberikan kesempatan kepada Allah. Allah sudah sering mengingatkan Anda bahwa Anda adalah orang suci sehingga Anda dapat berhubungan dengan Diri-Nya sendiri. Allah ingin Anda mengerti bahwa inilah kehidupan iman, bukan kehidupan bahagia yang sentimentil atas berkat-berkat-Nya."

"Kehidupan iman Anda pada awalnya mungkin kecil tapi bersemangat, tinggal dalam pengalaman yang sedikit mengalami kesedihan, dan penuh dengan terang dan kebahagiaan. Kemudian Allah menarik berkat-Nya untuk mengajar Anda berjalan dengan iman. Kini Anda lebih layak daripada sebelumnya pada saat Anda dengan sadar memberikan kesaksian yang menyenangkan dan menggetarkan jiwa."

"Iman yang timbul secara alami seharusnya diuji, dan ujian iman sejati tidak membuat Anda sulit untuk mempercayai Allah, tetapi menunjukkan bahwa karakter Allah harus dijernihkan dalam pikiran kita. Iman dalam tindakan nyata harus dibuktikan dengan isolasi tulisan yang tidak beraksara. Iman di dalam Alkitab adalah iman di dalam Allah, menentang segala sesuatu yang berlawanan dengan Dia. Aku akan tetap benar sesuai karakter Allah, apa pun yang ingin Dia lakukan. 'Sekalipun Dia membunuhku, aku akan tetap mempercayai-Nya'. Ini adalah penyataan iman yang mulia di seluruh Alkitab."

Allah sepertinya kejam karena menarik diri saat Anda menghadapi begitu banyak masalah, tetapi kami mendorong Anda untuk mengerti bahwa Allah memiliki alasan mengapa Dia mengizinkan segala sesuatu terjadi dengan cara dan waktu tertentu. Sikap diam-Nya mungkin menjadi satu kesempatan bahwa Dia percaya Anda bisa hidup oleh iman pada saat tertentu dan bekerja sama dengan Dia dalam mengembangkan karakter Anda melampaui batas yang Anda pikir akan terjadi. Kami mendorong Anda untuk mempercayai sikap diam-Nya dan percaya pada hati-Nya. Dia mengasihi Anda dan tahu apa yang sebenarnya paling baik bagi kita di dalam segala hal.

Jika Anda memiliki pasangan yang menyadari mandat Alkitab untuk "meninggalkan [orang tua] dan menyatu [dengan pasangan]" tetapi secara fisik Anda tidak bisa tinggal di tempat lain saat ini, mintalah Allah sebagai rekan Anda untuk menolong Anda -- bahkan, jika Anda harus "meninggalkan [orang tua] dan menyatu [dengan pasangan]" dalam pikiran dan tindakan walaupun Anda masih serumah dengan keluarga Anda. Allah akan memimpin Anda (pada saat yang tepat) saat Anda bersandar kepada-Nya lebih dari apa yang Anda lihat sekarang (Amsal 3:5-6).

Jika Anda memiliki pasangan yang saat ini tidak menyadari mandat "meninggalkan dan menyatu", mintalah kepada Allah cara untuk melalui hari-hari (jam dan menit) di bawah ketegangan dalam kehidupan Anda. Allah akan menjadi pemandu Anda. Apa yang Anda lihat hari ini di dalam hidup pasangan Anda mungkin akan berubah pada masa yang akan datang. Percayalah kepada Allah.

Anda dapat membaca artikel-artike yang bisa memberi Anda pandangan tentang bagaimana membuat situasi Anda berjalan baik. Bahkan, jika situasi Anda tidak sama dengan artikel yang dapat Anda baca, doakan, dan aplikasikan di bawah ini, mintalah Tuhan untuk menunjukkan kepada Anda apa yang bisa dan tidak bisa Anda lakukan. Tanyakan apa yang dapat Anda perbaiki dengan cara tertentu sehingga cara tersebut bisa berjalan dengan baik dalam situasi Anda. Bukalah hati dan pikiran Anda terhadap segala kemungkinan yang Allah tunjukkan kepada Anda.

Pastikan apa yang Anda gunakan tidak bertentangan dengan Kitab Suci. Yang penting Anda tidak membiarkan pikiran Anda atau roh yang berlawanan menyamar sebagai "malaikat terang" (yang melawan cara Allah), untuk memperdayai Anda. Waspadalah! (1 Petrus 5:8-11). Biarlah Alkitab, dengan bimbingan Roh Kudus, memimpin Anda ke dalam Kebenaran dalam keputusan-keputusan yang Anda ambil.

"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik." (2 Timotius 3:16-17)

Mintalah kepada Tuhan untuk menguatkan Anda dalam mengerjakan yang paling baik dan benar dalam segala persoalan, khususnya bagi kesehatan pernikahan Anda. (t/Setya)

Nama situs : Marriage Missions.Com
Alamat URL : http://www.marriagemissions.com/how-do-you-live-with-your-in-laws-and-still-love-them/
Judul asli artikel : How Do You Live With Your In Laws and Still Love Them?
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 26 Mei 2011

Komentar