Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagaimanakah Meningkatkan Proses Belajar?

Tanya:
Bagaimanakah meningkatkan proses belajar?

Jawab:

  1. Belajar dapat ditingkatkan dengan jalan menolong murid menemukan apa yang ia ingin pelajari atau apa yang ia butuhkan.
  2. Guru dapat menantang murid untuk menuliskan apa yang ia ingin pelajari atau bertanya mengenai persoalan apa yang ingin dipecahkannya. Guru dapat pula memeriksa apakah pelajarannya cocok dengan keperluan murid. Memberikan ujian adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui apa yang perlu dipelajari oleh murid.

  3. Belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode-metode mengajar yang baik.
  4. Tidak ada satu metode pun yang terbaik pada dirinya sendiri. Metode bergantung pada maksud, kemampuan guru dan murid, besarnya kelas, waktu yang tersedia, perlengkapan, dan banyak hal lainnya. Ada banyak metode yang dapat dipakai. Hal itu meliputi ceramah, diskusi kelompok, panel, panel forum, kelompok kecil, drama, studi kasus, sumbang saran, simposium, simposium forum, tim pendengar, debat, diskusi formal, dsb.. Metode-metode tersebut memunyai keuntungan dan keterbatasan. Guru yang bersungguh-sungguh akan memerhatikan kapan dan di mana saat yang terbaik untuk memakai metode-metode tersebut.

  5. Belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan alat-alat penolong belajar yang berguna.
  6. Tidak ada satu alat penolong belajar pun yang efektif atau tidak efektif pada dirinya sendiri. Alat-alat tersebut bergantung pada keterampilan guru, banyaknya murid, tujuan pelajaran, kemampuan murid, fasilitas dan waktu yang tersedia, serta biaya.

    Alat-alat penolong belajar banyak gunanya, seperti: menarik perhatian, menghemat waktu, meningkatkan daya pikir, mempercepat pelajaran, dan menciptakan semangat belajar.

    Ada banyak alat penolong belajar yang dapat kita pilih, antara lain film, seri slide atau film-strip (potongan-potongan film), bagan, peta, dan papan tulis. Masing-masing ada keuntungan dan kerugiannya. Guru perlu mengerti keterbatasan yang ada. Ia perlu meningkatkan keterampilannya dalam menggunakan alat-alat tersebut dan juga tahu kapan dan di mana ia dapat menggunakannya.

  7. Belajar dapat ditingkatkan dengan membuat rencana tindak lanjut.
  8. Rencana ini adalah usaha atau cara-cara untuk meningkatkan kesinambungan pelajaran yang telah diberikan.

    Rencana tindak lanjut dapat merupakan kegiatan perorangan, seperti membaca buku. Dapat pula merupakan kegiatan kelompok, seperti berkarya wisata. Kegiatan tindak lanjut akan memperpanjang waktu belajar, menolong murid mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya, dan menambahkan arti dan nilai pada apa yang telah dipelajari. Rencana tindak lanjut memungkinkan adanya pengulangan. Pengulangan menambah keefektifan belajar.

  9. Belajar dapat ditingkatkan dengan mengadakan penilaian terhadap hasil pelajaran.
  10. Penilaian merupakan modal dasar untuk menolong guru melangkah lebih lanjut.

    Ada banyak cara untuk menilai hasil, antara lain ujian, mengarang cerita atau naskah, membuat catatan percakapan, menghitung, memeriksa pendapat umum dengan sebuah angket, atau meminta seseorang untuk mengadakan pengamatan dan membuat laporan.

    Bahan pelajaran, metode-metode yang dipakai, dan hasil pelajaran dapat pula dinilai. Hasil belajar adalah yang paling sukar dinilai, terutama yang berkenaan dengan perubahan tingkah laku. Perubahan dalam keterampilan dan pengetahuan lebih mudah diukur daripada perubahan tingkah laku. Bukankah perubahan tingkah laku merupakan hasil sampingan yang kita inginkan dalam suatu proses belajar?

Diambil dari:

Sumber
Halaman: 
131 -- 133
Bab: 
Apakah yang Telah Dikatakan oleh Buku Ini? (A Primer for Teachers and Leaders)
Judul Buku: 
Metode Membimbing Orang Belajar
Pengarang: 
Leroy Ford
Penerbit: 
Lembaga Literatur Baptis
Kota: 
Bandung
Tahun: 
1987

Komentar