Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Makanan Pantangan bagi Anak Autis

Autisme adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal (http://id.wikipedia.org/). Oleh karena adanya beberapa faktor penyebab terjadinya autisme, penanganan untuk autisme pun bisa ditempuh dengan beberapa cara: secara medis dan pengaturan pola makan.

Agar anak-anak autisme mendapatkan gizi seimbang dan nutrisi yang baik bagi perkembangan otak, mereka perlu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung omega 3 dan mineral.

Tanya:

Makanan apa saja yang menjadi pantangan bagi anak-anak yang autisme?

Jawab:

Ada beberapa ahli gizi yang menganjurkan agar anak yang autisme tidak mengonsumsi makanan yang mengandung gluten dan kasein. Meskipun penelitian masih terus dikembangkan, namun mengatur pola makan anak diketahui cukup efektif untuk mengurangi gejala autisme pada anak-anak.

Berikut ini adalah jenis makanan yang harus dipantang oleh penderita autisme:

  1. Gluten
  2. Gluten adalah protein yang terkandung dalam gandum, barley, dan tepung terigu. Kelompok advokasi autisme bernama Talk About Curing Autism (TACA) menyarankan agar orang tua membaca label makanan dengan hati-hati dan menghindarkan anaknya dari asupan gluten.

    TACA juga merekomendasikan untuk menghindari millet dan oat, karena diolah di dekat pengolahan gluten dan besar kemungkinannya telah terkontaminasi. Baik barley, millet, dan oat merupakan bahan yang banyak digunakan dalam sereal.

    Karena gluten banyak mengandung vitamin dan serat, menerapkan pola makan anti gluten akan memerlukan panduan ketat dari ahli gizi dan dokter, agar anak yang autisme tetap mendapat nutrisi yang cukup.

  3. Kasein
  4. Kasein adalah protein yang ditemukan pada banyak produk makanan. Semua produk susu mengandung kasein termasuk keju, yoghurt, susu sapi, susu kambing, susu domba, dan bahkan ASI. Sama seperti gluten, kasein diduga memengaruhi proses metabolisme pada individu autis.

    Menurut TACA, mengonsumsi makanan yang mengandung bahan ini menyebabkan gejala sulit berkomunikasi dan sulit melakukan kontak sosial. Menghindari asupan kasein dari makanan harus dilakukan secara hati-hati, karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi berharga seperti kalsium dan vitamin C.

  5. Kedelai
  6. Kecap, tempe, dan minyak kedelai adalah bahan makanan yang mengandung kedelai. Beberapa makanan lain (tahu, tauco, dll.) juga menggunakan kedelai sebagai bahan bakunya.

TACA menyarankan agar penyandang autisme menghindari produk kedelai, karena kedelai yang diproduksi di Amerika sering dimodifikasi secara genetik, sehingga bisa menyebabkan alergi makanan. Bacalah label makanan dengan cermat dan waspada.

Meskipun tidak ada penelitian yang dengan jelas menegaskan bahwa membatasi asupan kedelai dapat membantu meringankan gejala autisme, TACA menyatakan bahwa orang tua yang menerapkan pola makan ini menyaksikan perbaikan gejala autisme pada anak-anaknya.

"Hal terpenting yang dapat dilakukan orang tua untuk anak yang mengidap autisme adalah menyediakan makanan dengan gizi yang seimbang. Jika orang tua berfokus hanya menghindari makanan tertentu tanpa memberikan makanan dengan gizi seimbang, akibatnya justru bisa berbahaya," kata Kathleen McKenna, MD., direktur Psikosis dan Program Diagnostik Khusus Anak Memorial Hospital di Chicago.

Diambil dan diedit seperlunya dari:

Sumber
Judul Artikel: 
Pantangan Buat Anak Autis

Komentar