Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Nasihat Alkitabiah Tentang Bagaimana Mengelola Karyawan

Edisi C3I: e-Konsel 376 - Konseling dan Pekerjaan

Hampir seminggu berlalu, saya tidak mendengar cerita tentang seseorang yang diperlakukan buruk oleh atasan mereka di tempat kerja. Dalam beberapa perusahaan, sudah biasa bagi karyawan untuk meninggalkan pekerjaan dan merusak properti perusahaan jika mereka tidak mendapatkan gaji dan keuntungan sesuai dengan yang mereka tuntut. Hal ini, apalagi dengan adanya sensasionalisme kenyataan tersebut oleh pers, telah membuat banyak orang percaya bahwa atasan dan karyawan harus memperjuangkan apa yang mereka inginkan. Walaupun ada dua sisi cerita, penting bagi atasan untuk mencari tip dan nasihat alkitabiah tentang bagaimana mengelola karyawan.

Apa yang Alkitab Katakan tentang Bekerja?

Referensi pertama yang kita ketahui tentang bekerja ditemukan dalam Kejadian 2:15 ketika Allah mengambil Adam dan menempatkannya di taman Eden untuk mengusahakan dan memeliharanya. Sebelum dosa masuk ke taman, tugas Adam adalah menjalankan perintah Allah untuk menguasai bumi sekaligus mengatur persediaan makanan yang Allah sediakan (Kejadian 1:26-30). Selanjutnya, setelah Adam dan Hawa berdosa, Allah mengutuk tanah sehingga tanah tidak akan lagi mengeluarkan hasil jika manusia tidak mengusahakannya (Kejadian 3:17-19).

Lalu anak-anak Adam dan Hawa, Kain dan Habel, membawa persembahan kepada Tuhan. Persembahan Kain berasal dari hasil panen yang ia tanam. Persembahan Habel adalah seekor anak domba dari domba-domba yang ia ternakkan. Allah menerima persembahan Habel, tetapi menolak persembahan Kain karena persembahannya bukanlah korban pencurahan darah dan persembahannya tersebut berasal dari hasil tanah yang telah terkutuk. Hal ini membuat Kain marah dan ia membunuh adiknya, Habel. Ketika hal ini terjadi, Allah mengutuk Kain sehingga ia tidak bisa lagi memperoleh hasil panen untuk dirinya sendiri sehingga ia harus mengerjakan pekerjaan lain dan ia harus membayar orang lain untuk mendapatkan makanan. Inilah awal mula orang mempekerjakan orang lain dan bekerja untuk mendapatkan upah (Kejadian 4:1-17).

Apa Tanggung Jawab Atasan kepada Karyawan Mereka?

Hal pertama yang perlu dilakukan seorang atasan adalah menciptakan lingkungan pekerjaan sebagaimana yang Kristus ciptakan. Kita melihat hal ini dijelaskan dalam 1 Timotius 6:1-12. Pertama, atasan harus menciptakan lingkungan yang saling menghormati (1 Timotius 6:1-2). Hal ini terwujud dengan membuat dan menerapkan prinsip kerja dan cara menjalankan usaha yang benar. Hal ini juga termasuk memuji orang-orang yang memperlihatkan prinsip benar tersebut dan memecat karyawan yang tidak menerapkan etika kerja tersebut (1 Timotius 6:2-5).

Secara umum, seorang atasan harus melakukan apa saja yang dapat mereka lakukan untuk membuat karyawan mereka berhasil. Mereka harus berusaha keras untuk menginspirasi karyawan mereka supaya mau bekerja, sebab mereka ingin menjadi bagian sebuah tim yang bekerja keras dan melakukan hal yang benar karena hal tersebut memang benar dan suci untuk dilakukan. Hal ini berarti bahwa atasan harus belajar memotivasi karyawan dengan menginspirasi mereka dan tidak mengintimidasi mereka (Efesus 6:5-9).

Selanjutnya, karyawan harus menempatkan kebenaran di atas keuntungan pribadi (1 Timotius 6:6-8). Hal ini berarti bahwa atasan seharusnya tidak mengambil keuntungan yang tidak adil dari konsumen atau karyawan mereka untuk mendapat keuntungan lebih banyak. Dengan demikian, atasan harus merasa puas dengan apa yang Allah anugerahkan kepada mereka. Dengan melakukan hal sebaliknya hanya akan menuntun mereka melakukan hal yang konyol dan menyakitkan terhadap karyawan mereka, yang akan memperlihatkan kesaksian yang buruk tentang keselamatan mereka (1 Timotius 6:9-10). Seorang atasan harus memberikan gaji yang semestinya dan memberikan keuntungan yang dapat mereka usahakan bagi karyawan mereka. Cara ini termasuk menggaji karyawan mereka atas apa yang mereka dapatkan dan memberikannya tepat waktu (Imamat 19:13; Ulangan 24:14-15; Yeremia 22:13; Maleakhi 3:5; Kolose 4:1).

Terakhir dan yang terpenting, atasan dalam kehidupan pribadinya harus terus bertumbuh ke arah Kristus. Dengan begitu, reputasi mereka sebagai atasan dan usahawan akan membuka banyak pintu untuk memberitakan Kristus melalui karyawan, konsumen, dan rekan kerja mereka dalam komunitas (1 Timotius 6:11-12).

Kesimpulan

Bekerja untuk orang lain telah menjadi sebuah praktik yang terjadi sejak kejatuhan manusia dalam dosa. Relasi atasan dan karyawan harus dibangun di atas sikap saling menghormati. Atasan harus berusaha menciptakan lingkungan kerja sebagaimana yang Kristus ciptakan, yang mengupayakan keberhasilan para karyawan sebagai anggota tim ilahi yang penting. Atasan harus memberikan gaji yang semestinya dan keuntungan kepada karyawan mereka melalui pujian dan penghargaan karena telah melakukan hal benar. Atasan pada akhirnya harus memahami posisi mereka sebagai orang yang dapat memberikan dampak besar bagi banyak orang sebagai saksi Kristus. (t/S. Setyawati)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : What Christians Want to Know
Alamat URL : http://www.whatchristianswanttoknow.com/biblical-tips-and-advice-on-how-to-manage-employees/
Penulis asli artikel : Biblical Tips and Advice On How To Manage Employees
Penulis : Dr. Michael L. Williams
Tanggal akses : 26 Agustus 2015

Komentar