Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Tips Bagi yang Belum dan Sudah Punya Pacar

Persiapan sebelum memulai berpacaran:

  1. Bertemanlah dengan sebanyak-banyaknya orang (bukan berarti pergaulan bebas lho!!!). Di dalam berteman kamu akan memperoleh banyak hal yang dapat kamu pelajari, tentang macam-macam kepribadian, karakter, kelemahan, dan kelebihan dari teman-temanmu.

    Selain itu, di dalam pergaulan, kamu juga akan menemukan bakat, talenta, hobi, yang mungkin saja terpendam di dalam diri kamu. Dalam pergaulan tersebut, baik itu di sekolah, gereja, dan di tempat lain, kamu bisa melakukan seleksi, mana yang bakal menjadi pacar kamu. Dan jangan lupa, sebelum berpacaran kita juga harus mengetahui apa sih pacaran itu? Untuk apa? Apa yang harus diisi selama masa pacaran? Perlu diingat bahwa pacaran itu merupakan proses menuju pernikahan!

  2. Gumulkan dan doakan, apakah kita sungguh-sungguh membutuhkan seorang pendamping yang sepadan untuk menjalani roda kehidupan ini, atau oleh karena tuntutan pekerjaan dan pelayanan, yang sering kali harus meninggalkan rumah. Karena itu, riskan sekali bagi kamu untuk mengambil seorang pendamping, seperti Paulus dan Tuhan Yesus misalnya. Singkatnya manakah panggilanku: menikah atau melajang? Memilih pacar bukan seperti memilih barang, coba dulu baru beli!! Enak aja, kamu tahu kalau "putus" sama pacar itu lebih banyak dampak negatifnya daripada positifnya. Contohnya: bagi diri sendiri (pasangan yang "putus"), akan terjadi "luka" di hati yang sering kali sulit untuk disembuhkan.

    Bisa saja "sembuh", tetapi ada kemungkinan "bekas luka" itu tersobek kembali. Waktu, tenaga, pikiran terbuang percuma. Mungkin ada yang ingin membela diri, "Kalau putus sama pacar berarti saya 'kan sudah punya pengalaman!" Memangnya nanti pengalaman kamu itu akan dilampirkan buat melamar kerja! Bisa-bisa kamu malah dicap "playboy" atau "playgirl"!

Kita adalah umat yang dipanggil untuk melayani dan melaksanakan kehendak Allah, bukan diri dan perasaan kita sendiri. Demikian pula dalam mencari pacar yang akan menjadi teman hidup. Jangan mencari pacar karena berdasar pada kekayaan, kecantikan atau ketampanan, karena itu semua akan lekang oleh waktu. Akan tetapi, cobalah belajar memilih berdasar cara pandang Tuhan, dengan memilih yang punya kasih sayang, kesetiaan, perhatian, dan sebagainya. Jika kita sebelumnya pernah berpacaran, janganlah terpaku pada cinta yang dahulu. Jangan pernah membanding-bandingkan pasangan kita yang sekarang dengan yang dulu.

Katakan "Selamat datang realita" untuk hubungan baru yang kita bina, dan terus melihat ke masa depan yang penuh harapan dan tantangan yang harus dihadapi bersama. Bagaimana mengetahui si "dia" (pacar) pilihan Allah atau bukan?

Yang terutama adalah orang Kristen hanya dapat menikah dengan orang Kristen lainnya (2 Korintus 6:14-16). Prinsip ini diberikan Allah karena Dia mengasihi dan tidak ingin anak-anak-Nya menderita. Pacaran dengan seseorang untuk memenangkan jiwanya pada dasarnya merupakan alasan yang dicari-cari. Dalam Alkitab kita tidak pernah diperintahkan untuk memenangkan seseorang bagi Kristus dengan cara menikahinya. Sebaliknya kita diperintahkan untuk tidak menikahinya (Nehemia 13: 26-27; Keluaran 34:16; Ulangan 7:3). Karakter atau budi pekerti lebih penting daripada daya tarik fisik. Dengan kata lain, "isi" lebih penting daripada "bungkusnya" (Amsal 31:10-31). Tetap doakan dan gumulkan. Mintalah supaya keinginan Allah yang menjadi keinginan kita. Lihatlah beberapa kemungkinan, jangan tergesa-gesa menentukan pilihan hanya pada satu orang. Separuh dari segala kesalahan yang kita lakukan dalam hidup kita adalah akibat dari kenyataan bahwa kita menggunakan perasaan pada saat kita harus berpikir dan berpikir pada saat seharusnya kita merasakan. Jadi antara pikiran (akal budi) dan perasaan (emosi) harus seimbang, tak ada yang mendominasi antara yang satu dengan yang lain. Renungkan kembali apakah ia sepadan dengan kita ditinjau dari segi penyerahan diri kepada Allah, kedewasaan iman, emosional, intelektual, usia, pendidikan, dan lain-lain. Beda, tetapi melengkapi. Adakah di antara perbedaan minat, bakat dan sifat, kalian tetap dapat saling mengisi dan mendukung? Mintalah nasihat dari orang Kristen lainnya yang memiliki kedewasaan rohani.

Tiga pertanyaan evaluasi buat yang sudah punya pacar:

  1. Apakah aku bangga dengan pilihanku?
  2. Apakah aku bahagia dan memiliki damai sejahtera karena hubungan ini?
  3. Apakah hubungan ini menjadi berkat bagi aku, bagi dia, bagi kami, dan bagi orang lain?

Bila dengan sepenuh hati Anda jawab "ya", Anda telah menemukan teman hidup yang tepat. Bersyukurlah dan nikmati karunia yang luar biasa itu. Persembahkan hubungan ini untuk kemuliaan Tuhan.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buletin : Shinning Star, Tahun V/No. 50/Edisi Juli 20013
Penulis artikel : RM
Halaman : 18 -- 19

Komentar