e-Konsel 124 - Dusta

Dusta

Betapa Serius Dusta, Ternyata

Mengapa Hukum Allah ada sepuluh pasal? Dengan perkataan lain, mengapa "dasa"? Mengapa bukan, misalnya "panca" atau "sapta"? Orang Yahudi punya semacam legenda yang cukup populer menjawab pertanyaan ini. Mengapa jumlahnya "sepuluh", itu pasti bukanlah karena angka itu angka keramat. Bagi orang Yahudi, angka "tujuh" secara simbolis lebih bermakna. Atau "dua belas". Kata yang empunya cerita, konon Allah tiba pada angka "sepuluh" itu, setelah proses tawar-menawar yang cukup panjang dengan Musa. Semula Yahweh menghendaki angka yang jauh lebih tinggi. Alasan-Nya, hukum itu mesti dibuat sejelas mungkin agar tidak disalahtafsirkan. Karena itu, mesti dibuat amat rinci. Tapi Musa keberatan. Pada satu pihak, ia mengakui, semakin spesifik sebuah perintah, semakin jelaslah ia.

Baca Selengkapnya

Apakah Saya Boleh Berbohong Pada Istri Demi Kebaikan?

Tanya:

Istri saya tidak bisa mengelola uang dengan baik sehingga berapa pun uang yang kami punya selalu habis dibelanjakan. Padahal saya ingin bisa menabung. Saya ingin gaji saya dapat disisihkan sebagian untuk simpanan dan saya ingin istri saya bisa membuat perencanaan uang dengan baik. Tapi hal itu sering gagal sehingga saya ingin mencari jalan lain, yaitu dengan berbohong pada istri mengenai gaji bulanan saya. Apakah ini dosa?

Jawab:

Dalam membangun komunikasi keluarga yang baik, faktor yang terpenting adalah kejujuran.

Baca Selengkapnya

Dusta

Alkitab banyak sekali mencatat ayat-ayat yang menjelaskan dusta dan akibat-akibat dari berdusta. Berikut ini referensi ayat-ayat tersebut.

Baca Selengkapnya

Betapa Serius Dusta, Ternyata

Mengapa Hukum Allah ada sepuluh pasal? Dengan perkataan lain, mengapa "dasa"? Mengapa bukan, misalnya "panca" atau "sapta"? Orang Yahudi punya semacam legenda yang cukup populer menjawab pertanyaan ini. Mengapa jumlahnya "sepuluh", itu pasti bukanlah karena angka itu angka keramat. Bagi orang Yahudi, angka "tujuh" secara simbolis lebih bermakna. Atau "dua belas". Kata yang empunya cerita, konon Allah tiba pada angka "sepuluh" itu, setelah proses tawar-menawar yang cukup panjang dengan Musa. Semula Yahweh menghendaki angka yang jauh lebih tinggi. Alasan-Nya, hukum itu mesti dibuat sejelas mungkin agar tidak disalahtafsirkan. Karena itu, mesti dibuat amat perinci. Tapi Musa keberatan.

Baca Selengkapnya