Kesetiaan dalam Pernikahan
- Read more about Kesetiaan dalam Pernikahan
- Log in to post comments
Situs C3I
Edisi C3I: e-Konsel 193 - Pelajaran Menjadi Orang Tua
Orang Tua: "Mama bilang sudah waktunya simpan mainan."
(Tak ada jawaban)
Orang Tua: "Mama hitung sampai tiga."
(Hening)
Orang Tua: "Satu, dua, tiga ... tiga ... tiga. Kau dengar apa kata Mama barusan? Mama bilang sudah waktunya simpan mainan, sikat gigi, berdoa, dan pergi tidur." (Suara semakin meninggi)
Anak: "Iya, aku dengar, tapi aku masih main. Coba Mama hitung lagi!"
Menjadi orang tua memang pekerjaan yang menantang. Kita berusaha semampunya untuk membimbing anak-anak kita, tetapi seakan-akan justru merekalah yang mengendalikan kita. Terkadang mereka bahkan tidak mendengar kata-kata kita. Kebanyakan orang Amerika Utara yakin bahwa para orang tua memiliki pengaruh yang lebih sedikit terhadap anak-anak mereka dibandingkan sekolah dan media massa. Dengan gaya hidup yang sibuk, sebagian orang tua mengira bahwa tempat penitipan anak, sekolah, dan acara televisi memainkan peran utama dalam membentuk anak-anak mereka.
Saat Ini Satu Dari Setiap Dua Pernikahan Berakhir Dengan Perceraian
Tapi lebih banyak lagi jumlah orang yang melanggar janji pernikahan mereka untuk "meninggalkan yang lain", dan sebaliknya menjadi tidak setia terhadap pasangan mereka. Beberapa kritikus menyalahkan masalah ini pada menurunnya moralitas atau nilai-nilai yang dianut oleh generasi ini. Tetapi orang-orang Kristen yang memegang teguh keyakinan melawan ketidaksetiaan sekalipun, juga termasuk dalam statistik menyedihkan ini. Hidup dalam dunia di mana ketidaksetiaan pernikahan menjadi norma kehidupan, kita sebagai umat Kristen harus lebih berhati-hati dalam melindungi pernikahan kita di masa-masa ini. Cara-cara apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mencegah para penyusup memasuki pernikahan Anda? Mari kita lihat bersama-sama.
Apabila Anda sampai berhubungan dengan seseorang yang mempunyai kecenderungan untuk bunuh diri, campur tangan yang nyata dari Anda diperlukan. Nyawa seseorang sedang dipertaruhkan, dan entah Anda mau atau tidak mau, Anda harus terlibat! Tugas awal Anda adalah menolong orang ini agar tetap hidup. Yang kedua adalah menolong dia mendapatkan pengertian tentang bagaimana ia sampai pada keadaan ini, lalu bimbinglah dia untuk membuat perubahan-perubahan yang perlu, yang menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi.
Juga, ingatlah bahwa Anda tidak senantiasa dapat hadir dalam hidup orang tersebut dan hidup orang itu juga bukanlah beban Anda. Peranan Anda hanyalah untuk memberikan pertolongan sebanyak mungkin.
Apabila Anda sampai berhubungan dengan seseorang yang memunyai kecenderungan untuk bunuh diri, campur tangan yang nyata dari Anda diperlukan. Nyawa seseorang sedang dipertaruhkan, dan entah Anda mau atau tidak mau, Anda harus terlibat! Tugas awal Anda adalah menolong orang ini agar tetap hidup. Yang kedua adalah menolong dia mendapatkan pengertian tentang bagaimana ia sampai pada keadaan ini, lalu bimbinglah dia untuk membuat perubahan-perubahan yang perlu, yang menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi.
Juga, ingatlah bahwa Anda tidak senantiasa dapat hadir dalam hidup orang tersebut dan hidup orang itu juga bukanlah beban Anda. Peranan Anda hanyalah untuk memberikan pertolongan sebanyak mungkin.