Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
c3i
c3i
Situs C3I
Natal: Allah Beserta Kita
Submitted by admin on Tue, 19/12/2017 - 07:14Edisi C3I: e-Konsel 403 - Natal: Allah Beserta Kita
Salam konseling,
Dalam dunia yang kian dipengaruhi oleh budaya konsumerisme dan hedonisme, Natal sering kali menjadi momen untuk memuaskan keinginan atau kegiatan akhir tahun untuk bersenang-senang semata. Ada banyak diskon serta agenda dari pusat-pusat perbelanjaan atau katalog belanja untuk mendukung hal tersebut. Dan, karena film-film serta acara-acara televisi juga menayangkan semangat Natal dengan nada sama, kita pun semakin larut dalam hiruk-pikuk perayaan Natal. Kebaktian dan acara perayaan Natal gereja juga kian menjadi semacam seremonial belaka, tanpa mengajak jemaat untuk berpikir lebih kritis mengenai apa arti kehadiran Kristus bagi dunia. ... baca selengkapnya »
Fakta-Fakta Kehidupan
Submitted by admin on Tue, 19/12/2017 - 07:12Edisi C3I: e-Konsel 403 - Natal: Allah Beserta Kita
Tampaknya, sebagian besar pergumulan kita berkisar pada hasrat untuk mengingini sesuatu yang tidak kita miliki atau keluhan karena memiliki sesuatu yang tidak kita ingini. Keinginan kita yang terdalam dan tantangan kita yang terbesar berakar sangat dalam pada usaha untuk melihat tangan Allah dalam dua fakta kehidupan ini. Di sinilah, kisah Lukas tentang kelahiran Yesus dimulai. ... baca selengkapnya »
Mereka Menamakan Dia Imanuel (Emmanuel)
Submitted by admin on Tue, 19/12/2017 - 07:11Edisi C3I: e-Konsel 403 - Natal: Allah Beserta Kita
Yusuf sangat terluka hatinya. Tunangannya, Maria, hamil, tetapi bukan oleh dia. Apa yang bisa ia lakukan sekarang? Bagaimana bisa rencana pernikahan mereka berlangsung sekarang? Namun, bagaimana ia bisa melepaskan Maria?
Pada saat ia tidur nyenyak, malaikat datang kepadanya dalam mimpi untuk meyakinkan dia, "Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus."[1] Dia percaya pada malaikat, mengambil Maria menjadi istrinya, dan seterusnya adalah sejarah. Saya yakin, warga kota yakin, Yusuf adalah ayah anak itu. Untuk mencemarkan dirinya, sebuah cerita beredar bahwa ia adalah anak haram dari seorang prajurit Romawi. ... baca selengkapnya »
Alkitab Yang Terbuka dalam Aplikasi Android
Submitted by admin on Tue, 19/12/2017 - 07:09Edisi C3I: e-Konsel 403 - Natal: Allah Beserta Kita
Puji Tuhan! Masyarakat Kristen Indonesia semakin diberkati dengan adanya versi Alkitab yang baru, yaitu Alkitab Yang Terbuka (AYT). AYT memiliki sifat "SETIA, JELAS, dan RELEVAN": ... baca selengkapnya »
Saat Natal Jauh Dari Menyenangkan
Submitted by admin on Thu, 07/12/2017 - 13:19Natal telah lama mewakili pertemuan keluarga yang menyenangkan dan berbagi tradisi liburan dari masa ke masa. Iklan televisi, papan reklame di jalan raya, dan bahkan acara hiburan tahunan menggambarkan kebahagiaan sebagai keluarga utuh yang merayakannya dalam kedamaian dan harmoni. Kesedihan memiliki sebuah cara untuk mengocok emosi selama masa ini. Natal, terutama, dapat membawa kesedihan ke permukaan yang tersmpan jauh di dalam hati kita setelah kehilangan yang berarti. Kita memohon kepada Tuhan untuk mempercepat kita dalam melewati hari-hari di bulan Desember. Terlepas dari iman yang dalam, banyak dari kita yang secara emosional terpaku pada bulan November dan Desember, menarik napas lega saat kalender menyambut Januari. ... baca selengkapnya »
Integritas – Kunci untuk Karakter dan Penyembuh untuk Ketidakkonsistenan
Submitted by admin on Wed, 22/11/2017 - 11:04Mengapa tampaknya susunan masyarakat kita menjadi terburai di tengah diumbarnya nafsu, ketamakan, dan imoralitas di kalangan tinggi dan rendah? Apa yang sedang terjadi dan ke mana kita menuju? Pernahkah ada masa yang lebih genting dalam sejarah ketika kita membutuhkan orang-orang yang berintegritas?
Kebutuhan akan integritas pada masa kini mungkin sama besar dengan masa-masa sebelumnya. Integritas sangatlah penting jika kita hendak menjadi orang yang memengaruhi orang lain secara positif dan kuat. ... baca selengkapnya »
Menghadapi Remaja Pemberontak
Submitted by admin on Wed, 15/11/2017 - 10:46Edisi C3I: edisi - 402 Menghadapi Remaja Pemberontak
Salam konseling,
Memiliki anak remaja, terutama yang cenderung memberontak, merupakan pergumulan tersendiri bagi setiap orangtua. Di satu sisi, anak remaja ini sedang dalam proses pencarian jati dirinya, tetapi di sisi lain, perilaku yang sulit dikendalikan dan kecenderungan untuk mengabaikan orangtua adalah sesuatu yang tidak ingin dihadapi oleh orangtua mana pun. Pada zaman ini, ketika perkembangan teknologi informasi kian deras dan nilai-nilai moral serta etika menjadi semakin bersifat relatif, tantangan yang dihadapi oleh orangtua pun kian berat untuk mendidik anak remaja. Lalu, apa yang harus kita lakukan jika kita berada dalam posisi sebagai orangtua dari remaja pemberontak? ... baca selengkapnya »
Berpeganglah dengan Erat Ketika Remaja Anda Memberontak
Submitted by admin on Wed, 15/11/2017 - 10:44Edisi C3I: edisi - 402 Menghadapi Remaja Pemberontak
Mimpi terburuk dari banyak orangtua adalah memiliki pemberontak -- seorang anak yang memilih sendiri jalan hidupnya yang rusak, mengabaikan segala sesuatu yang sudah diajarkan kepadanya, menolak untuk mematuhi aturan apa pun, dan menyebabkan kekacauan dalam kehidupan yang dia sentuh. Ketakutan tersebut begitu besar sehingga beberapa orangtua stres dengan segala yang terjadi pada usia remaja, menganggap perilaku yang bahkan normal sebagai tanda yang pasti bahwa anak-anak mereka menuju ke tepi tebing. ... baca selengkapnya »
MEMBIMBING REMAJA
Submitted by admin on Fri, 03/11/2017 - 13:061. Prinsip-Prinsip Umum ... baca selengkapnya »
Mengampuni Orang yang Menyakiti Kita
Submitted by admin on Thu, 02/11/2017 - 11:32Edisi C3I: e-Konsel 234 - Berdamai dengan Sesama (I)
Kasih Selalu Dimulai dengan Kerendahan Hati
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23) Mari kita terapkan ayat ini kepada diri sendiri sebelum kita mulai menunjuk jari kepada orang lain. Jika kita kehilangan pandangan tentang bagaimana pada saat-saat tertentu kita bersikap buruk, kita akan menjadi sombong dan merasa benar sendiri. Jika kita sadar akan kegagalan sendiri, maka mengasihi orang-orang yang bersikap buruk menjadi semakin mudah. ... baca selengkapnya »
Komentar
