c3i

Situs C3I

Tangis dan Senyum Natal

Penulis: Julius Kardinal Darmaatmadja

Tangis kelahiran bayi anak Maria di Betlehem memecah kesunyian malam Natal. Bagi umat Kristiani, tangis ini menjadi lonceng yang menengarai peristiwa mahapenting dalam sejarah umat manusia. Allah yang amat prihatin terhadap situasi manusia yang dikuasai dosa datang sebagai penyelamat.

Baca Selengkapnya

Tuhan yang Lebih Besar dari Google

Kita hidup di zaman saat kita benar-benar tidak perlu menunggu jawaban. Jika sesuatu dapat diketahui, kita akan mengetahuinya dalam hitungan detik, bahkan mungkin kurang. Siri, di manakah letak restoran Chipotle terdekat? Google, yang hidup dan aktif, tersedia untuk kita gunakan dalam setiap perangkat yang kita miliki.

Baca Selengkapnya

Memahami Kebangkitan

Kebangkitan Yesus Kristus dari maut mengubah segalanya -- bagi Dia dan bagi kita. Kebangkitan-Nya dari maut "bukan sekadar peristiwa besar dalam sejarah, tetapi kisah yang terjadi dalam sejarah dengan kuasa dari 'dunia lain'. Kisah ini berhubungan dengan awal penciptaan; dan Injil adalah kabar baik bahwa Tuhan sedang menciptakan dunia yang baru."

Tubuh Baru yang Mulia

Baca Selengkapnya

Alkitab dan Tugas Mengasuh Anak

Segera setelah selesai menciptakan bumi dan segala isinya, Allah memberi perintah kepada Adam dan Hawa untuk "beranak cucu dan bertambah banyak". Tidak seperti perintah lainnya, perintah ini dipatuhi dan dunia segera dipenuhi dengan manusia. Pada zaman Perjanjian Lama, keluarga besar dianggap sebagai sumber berkat istimewa dari Allah dan keluarga yang tidak memiliki anak dianggap sebagai aib (Maz. 127:3-5; Yer. 22:30; Kej. 30:22-23; Rahel, Sarah, Hana, Mikal, dan Elizabet adalah beberapa wanita di dalam Alkitab yang sulit memiliki anak). Di era di mana populasi penduduk sudah sedemikian padat, banyak orang yang memilih untuk membatasi jumlah anggota keluarganya, tetapi anak-anak masih tetap dianggap sangat penting. Yesus menunjukkan perhatian khusus kepada anak-anak dan Yesus juga memuji kesederhanaan dan kepercayaan anak-anak (Luk. 18:15-17).

Baca Selengkapnya