Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagaimana Saya Bisa Mendapatkan Pacar Saya Kembali?

PERTANYAAN:

Pacar saya memutuskan saya begitu saja dengan alasan orangtua tidak menyutujui hubungan kami. Saya kira memang itu alasannya, tapi ternyata dia mempunyai pacar lain. Saya sangat terpukul. Saat ini, jujur saja, saya masih sangat mencintai orang itu dan masih berharap untuk bisa kembali padanya. Dosakah saya kalau mendoakan mantan pacar saya yang saat ini sudah mempunyai pacar lain? Tapi menurut keyakinan saya, mantan pacar saya pasti kembali. Apa yang harus saya lakukan? Semakin saya berusaha melupakan dia, semakin tersiksa karena saya sudah begitu mencintainya.

JAWABAN:

Saya bisa turut merasakan kesedihan Anda. Namun, saya yakin suatu saat nanti Anda akan bisa mengerti maksud dan rencana Tuhan yang indah atas semua kejadian ini. Percayalah bahwa segala hal yang sudah terjadi, bisa terjadi atas seizin Tuhan. Dan setiap hal yang diizinkan terjadi atas hidup orang beriman, Tuhan dapat memakainya untuk membawa kebaikan.

Banyak wanita yang mengalami putus cinta merasakan hal yang Anda rasakan. Perasaan cinta yang besar seringkali membuat kita sulit berpikir dengan pertimbangan yang matang. Selama kita terus menerus hanyut dalam perasaan, maka pertimbangan akal sehat dan rasio kita menjadi terabaikan. Saya tidak akan berusaha mengubah perasaan Anda terhadap mantan pacar Anda. Namun segala usaha dan nasihat saya tidak akan mempan bila memang Anda sendiri tidak mau berhenti memikirkan dia dan mulai memikirkan hidup Anda selanjutnya.

Sebenarnya tak ada yang salah dengan mendoakannya atau berharap mantan pacar Anda kembali, selama ia belum menikah. Hanya saja yang perlu dipertanyakan adalah apakah Anda telah memikirkan apa yang menjadi rencana Allah bagi hidup Anda? Apakah Anda dan mantan pacar Anda akan bersama-sama menggenapi kehendak dan tujuan-Nya dalam hidup Anda berdua? Bila kita hanya mengutamakan perasaan cinta yang besar sebagai patokan bahwa kita harus bersamanya, tentu hal ini tidak memiliki dasar yang kuat. Tanpa meremehkan nilai perasaan cinta, kita perlu lebih dalam lagi melihat tujuan hidup kita dengan jelas agar kita tidak salah langkah dalam hidup ini dan akhirnya menyesalinya.

Nah, kini yang harus Anda lakukan adalah mencari kehendak Tuhan dalam hidup Anda. Jangan menghabiskan hari-hari Anda untuk merenung dan terus-menerus memikirkan mantan pacar Anda. Lakukan hal-hal yang bermanfaat untuk membangun diri, misalnya membaca buku, mengasah ketrampilan, dll.. Ini bukan untuk lari dari kenyataan, melainkan untuk menjernihkan perasaan dan pikiran Anda yang sedang kacau dan bingung. Ini karena keunikan cara kerja pikiran kita. Semakin kita berusaha keras untuk tidak memikirkan sesuatu, semakin pikiran kita terfokus memikirkan sesuatu itu. Jadi, jalan yang terbaik ialah dengan mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang positif.

"Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa." (1Petrus 4:7) Ketika Anda sudah tidak lagi diliputi kesedihan dan kebingungan, berdoalah supaya Tuhan menunjukkan jalan- Nya terbaik yang harus ditempuh. Izinkan Dia berbicara untuk mengatakan kehendak-Nya. Percayalah bahwa Dia lebih tahu dan bahkan yang paling tahu tentang apa yang terbaik bagi diri Anda. Bila Tuhan memang menghendaki Anda mendampinginya untuk menggenapi tujuan Allah, maka percayalah bahwa Ia yang akan menolong dengan cara-Nya yang ajaib untuk menyatukan kembali hubungan Anda. Namun, bila Ia menghendaki hal yang lain pun, jangan pernah menyesalinya bahkan mengucap syukurlah karena rencana-Nya selalu lebih baik dari rencana kita sendiri.

Kami turut berdoa agar Roh Kudus menjadi Penghibur dan Penuntun hidup Anda saat ini dan selamanya. (Sil)

Tim Konselor YLSA

Sumber

bagaimana caranya kalau saya

bagaimana caranya kalau saya mau konseling langsung? terimakasih

Re: Konseling langsung

Dear Nova,

Nova bisa mengirimkan email ke konsel(at)sabda.org atau mendatangi orang yang Nova percaya di persekutuan Nova (gereja).

Kiranya Nova tetap kuat dan tegar dalam menjalani hidup, Tuhan memberkati.

pasangan hidup beda umur dan ras

pacar saya(cewek) dia lebih tua dari saya 3 thn 3 bln,kami beda suku/ras,saya china dia batak..tapi saya sangat sayang sama dia,aku uda benar2 dekat dan merasa nyaman berjalan bersama dia,so waktu kita jadian kita sama2 share tentang kepribadian kita masing2,kita uda bisa menerima apa adanya dan saling keterbukaan (hubungan kami uda kami serahkan semuanya pada Tuhan waktu itu),,ya..intinya saling mengerti n memahami..yang aku sesali orang tua dari saya yang sangat keras sekali melarang saya untuk berhenti berhubungan sama dia,dikarenakan beda umur dan ras,yang paling menonjol ya beda umur,orang tua saya sangat tidak suka,sempat saya betengkar gara2 saya tdk boleh berhubungan sama dia,sampai sekarang org tua saya tetap tdk ijinkan dan sampai2 juga melarang pacar saya untuk tidak lagi menghubungi saya. tapi jujur kami tidak bisa untuk berhenti karena kami uda merasa nyaman bahagia,tapi masalahnya di orang tua yang masi tdk menyetujui sampai2 org tua saya sedih melihat saya berhubungan sama dia..
sempat sich kami tdk berhungan lagi selama kurang lebih 1 minggu,gara2 hp saya diambil atau disita sama orang tua saya,saya ya merasa agak bagaimana gto,serasa gk enak berat banget,pokoknya susah banget,tapi saya berusaha tetap percaya sama pacar saya bahwa dia baek2 saja,akhirnya kita dpt berhubungan lagi,itupun sembunyi2 tapi pacarku sangat pengertian dan mau nerima segala resiko yang ada..kami ini pacaran jarak jauh, karena dipisahkan sama org tua saya disuru pulang,waktu itu sich org tua saya memberi harapan begini :"kamu pulang aja,nanti dijinikan masi bisal calling2an" ternyata sampai rmh suasana berubah n melarang2 saya tdk berhubungan sama dia..
pemecahannya bagaiman ya??serasa kami gk bisa untuk berpisah begitu gampangnya soalnya kami gk gampang membangun hubungan ini..

Re: Pasangan Beda Umur dan Ras

Dear Titus,

Saya dapat memahami perasaan dan kegalauan Anda. Memang kalau sudah bicara soal perbedaan, kita akan mengalami banyak persoalan. Bagi kita, perbedaan yang ada mungkin tidak menjadi soal. Namun, bagi orang tua/keluarga, perbedaan yang ada di antara kita dan pasangan bisa menjadi sesuatu yang besar.

Menurut saya, Anda perlu duduk bersama dengan orang tua Anda. Komunikasikanlah apa yang Anda inginkan, utarakan dengan lembut agar orang tua Anda tidak merasa digurui/ditentang.

Teruslah membawa hubungan Anda di dalam doa, apakah Tuhan menghendaki Anda dan pasangan terus melanjutkan hubungan dan menikah, atau menjalin hubungan sebagai saudara dalam Tuhan. Ketidaksetujuan orang tua terkadang bisa menjadi peringatan Tuhan juga. Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan nasihat mereka juga. Apalagi, Tuhan memerintahkan agar kita menghormati orang tua.

Saya berharap dengan menjalin komunikasi dengan Tuhan dan orang tua, Anda dapat mengambil jalan keluar yang terbaik. Saya berdoa kiranya Tuhan memberikan petunjuk dan pimpinan kepada Anda, pasangan Anda, dan orang tua Anda. Tuhan memberkati.

Komentar