Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Tips: Pembimbingan adalah Pekerjaan Roh Kudus

Edisi C3I: e-Konsel 016 - Peranan Roh Kudus dalam Konseling

Pembimbingan adalah Pekerjaan Roh Kudus

Pembimbingan yang efektif tidak dapat dilakukan tanpa pimpinan-Nya. Ia disebut "paraclete" (pendamping) yang menggantikan Kristus bagi murid-murid-Nya. Pembimbing-pembimbing yang belum selamat tidak mengenal Roh Kudus. Mereka abaikan kegiatan bimbingan-Nya sehingga gagal memperoleh pimpinan dan kuasa yang mereka butuhkan.

Pembimbingan kalau bersifat Kristen, dilaksanakan secara serasi dengan pekerjaan pembaharuan dan penyucian dari Roh Kudus. Tidak kebetulan Roh Kudus disebut "Kudus". Roh Kudus adalah sumber dari segala perubahan pribadi menuju kesucian. Semua sifat pribadi yang baik; kasih, sukacita, damai, kesabaran, dan sebagainya dinyatakan Allah sebagai "buah" Roh.

Bertindak hidup terpisah dari pada-Nya bukan saja sia-sia, tetapi perbuatan demikian merupakan pemberontakan menentang Allah, berdasarkan anggapan humanistis mengenai kedaulatan manusia. Mengabaikan Roh Kudus merupakan penolakan yang sangat buruk dan kepercayaan bahwa pada hakekatnya manusia adalah baik. Dengan demikian diabaikan kebutuhan orang bimbingan akan anugerah dan penebusan Kristus, dan orang tetap berpegang pada kebenaran dirinya sendiri yang akhirnya membawa kepada keputusasaan.

Roh Kudus Bekerja dengan Berbagai Cara

Roh Kudus biasanya melakukan tugas pembaharuan budi-pekerti melalui beberapa saluran anugerah. Ia memakai Firman Allah, sakramen- sakramen dan doa. Juga melalui persekutuan orang-orang percaya Ia membawa perubahan. Betapa mustahil bimbingan para "ahli" yang tidak mengenal anugerah dapat mengerjakan perubahan-perubahan yang bertahan lama. Perubahan hanya terjadi dalam anugerah.

Ketidaktentuan dan ketegangan masalah ini dirasakan oleh hampir setiap pendeta. Tetapi ketakutan dan ketidakpastian (timbul karena propaganda psikiatri), frustasi (karena tidak tahu bagaimana mengatasi masalah yang kompleks) atau sikap mengalah saja, sering melanda para rohaniawan. Sudah waktunya untuk memeriksa kembali sikap kita sebagai orang Kristen, dan faktor yang terpenting dalam pemeriksaan kembali itu adalah memberi tempat yang layak kepada Roh Kudus.

"Siapakah yang mempesona kamu .... Kamu telah mulai dengan Roh, apakah kamu sekarang mau mengakhiri didalam daging?" (Galatia 3:1,3).

Roh Kudus Bekerja Melalui Firman-Nya

Roh Kudus mengharapkan para pembimbing menggunakan Firman-Nya, yaitu Alkitab. Alkitab diberikan untuk tujuan tersebut dan sangat berkuasa bila dipergunakan (2 Timotius 3:16,17). Dalam pasal ini tidak perlu diperiksa kembali semua bagian Alkitab yang menyatakan hubungan antara Roh dengan Firman, yang perlu kita pelajari dari Alkitab hanyalah yang dilakukan oleh Roh dalam bimbingan.

Dipimpin oleh Roh (Galatia 5:18), misalnya, haruslah dimengerti bukan sebagai dipimpin terpisah dari Firman itu. Istilah "dipimpin" tidak menunjuk kepada perasaan batin atau desakan, ataupun pengilhaman secara istimewa. Pokok yang harus diperhatikan ialah bahwa karena Roh Kudus menggunakan Firman-Nya dalam menumbuhkan kesucian, maka pembimbingan tidak akan berhasil lepas dari penggunaan Alkitab. Pembimbingan tanpa Firman Allah adalah pembimbingan yang tidak dipimpin oleh Roh Kudus.

Roh Kudus dan Keahlian

Karena metode-metode pembimbingan akan banyak dipakai ketika kita melayani konseling, ada kemungkinan seseorang mendapat kesan bahwa pertolongan Roh Kudus sudah digantikan oleh teknik-teknik manusiawi. Sesungguhnya kesan ini salah. Metodologi dan teknik, keahlian dan menggunakan bakat tidak diharamkan oleh Roh Kudus. Yang menyebabkan adanya perbedaan adalah sikap dan motivasi seseorang. Apakah ia bersandar pada usahanya sendiri, berdasarkan suatu metode dan teknik, ataukah ia mengakui ketidak-mampuannya dan meminta pertolongan Roh Kudus. Semua keahlian itu dapat juga digunakan dalam penyerahan total kepada Roh, demi kemuliaan Allah dan untuk kebaikan anak-anak-Nya. Misalnya, Roh Kudus menggerakkan hati orang-orang percaya di Yerusalem untuk mengumpulkan harta milik mereka untuk membantu orang-orang yang miskin; Roh Kudus yang sama mendorong Paulus untuk mengumpulkan dana di sekitar Laut Tengah dengan tujuan yang sama.

Sumber
Halaman: 
23 - 25
Judul Artikel: 
Anda pun Boleh Membimbing
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1986

Komentar