Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Dua Puluh Lima Tip Bonus

(Sejumlah Hikmat yang Diterapkan oleh Seratus Pasangan Sukses)

  1. Ucapkan terima kasih kepada pasangan hingga itu menjadi kebiasaan.

    "Ketika berpacaran, kami memutuskan akan saling mengucapkan terima kasih untuk hal-hal kecil seperti mencuci piring, membuang sampah, dan memelihara binatang piaraan. Ini telah menjadi suatu kebiasaan yang mendorong kami untuk saling memerhatikan. Sikap ini membuat perasaan positif senantiasa mengalir dan sehingga kami tidak saling meremehkan. Ini sudah membudaya di antara anak-anak kami yang juga kerap berterima kasih ketika mereka menghargai apa yang kami lakukan bagi mereka."

  2. Jadilah sahabat yang baik.

    "Kunci pernikahan kami adalah persahabatan. Istri saya, Sheila, adalah sahabat terbaik saya. Tidur, makan, bekerja, berlibur, dan bermain -- semuanya dengan orang yang memberikan dukungan emosional, fisik, dan rohani. Adakah yang lebih baik daripada ini?"

  3. Jika Anda membuat pasangan merasa dicintai, Anda akan memperkokoh pernikahan Anda.

    "Rahasia pernikahan yang abadi adalah memperlihatkan kepada pasangan Anda setiap hari -- bahkan mengucapkannya -- betapa besar cinta Anda padanya dan betapa bahagianya Anda karena menghabiskan seluruh hidup Anda bersamanya."

    "Suami saya mahir dalam menunjukkan spontanitas dan kejutan! Apa pun yang ia lakukan, itu menunjukkan bahwa ia suka membiarkan saya mengetahui betapa ia mencintai saya. Saya begitu mencintainya -- sebagian karena ia begitu mencintai saya."

  4. Belajar untuk minta maaf dan memaafkan.

    "Tidak selalu mudah untuk berkata 'saya salah'. Namun, jika Anda sanggup mengakui kesalahan dan minta maaf, tidak akan ada peluang untuk memperuncing keadaan."

    "Sejumlah orang menyimpan sakit hati dan ingin membalas dendam. Jelas hal ini dapat meretakkan hubungan Anda berdua."

  5. Cari sifat-sifat positif dari pasangan Anda.

    "Sangat mudah untuk fokus pada aspek-aspek negatif yang ditemukan dalam pernikahan maupun pada diri pasangan Anda. Bagaimanapun, sikap ini membuat Anda kehilangan kesempatan untuk melihat yang positif. Kami membiasakan diri untuk menghitung berkat dan membicarakan kelebihan serta kebaikan orang lain."

    "Saya merasa beruntung dan diberkati dengan apa yang saya pelajari dari suami, banyak hal yang positif. Ia bijak, peka, dan sangat menaruh perhatian pada saya. Ia mengasihi Tuhan. Ia mengasihi saya. Ia menyukai apa yang saya anggap penting. Ia menyukai yang baik dan yang benar."

  6. Ciptakan "kemitraan tugas" bersama pasangan.

    "Salah satu yang terbaik dalam hidup kami adalah, kami membuat kemitraan tugas. Kerja sama kami amat bagus -- baik untuk hal-hal yang berkaitan dengan anak-anak, karier, gereja, atau masa depan. Kami benar-benar bermitra!"

  7. Ciptakan perubahan. Perubahan mencerminkan dengan nyata kualitas hubungan Anda.

    "Kami mengalami pertumbuhan bersama yang berarti dari tahun ke tahun. Saya pemain ski, Jeff pria pecinta keluarga, saya selalu ke gereja, Jeff suka membantu, saya pecinta gunung, Jeff gemar memberi bunga. Saya tidak sabar menantikan karya Allah di masa depan. Menyenangkan sekali melihat apa yang dapat dilakukan oleh cinta, komitmen, rasa percaya, pemberian maaf, harapan, dan iman dalam suatu pernikahan."

  8. Kendalikan harapan Anda senantiasa.

    "Saya tidak berharap berlebihan. Saya ingin melewati suka duka dengan pasangan saya. Saya berharap kami akan melewati masa-masa sulit... tetapi bersama-sama. Saya ingin mencintainya lebih dalam lagi melalui semua itu. Saya hanya ingin menjadi tua dengan mengenal dan mengasihi suami saya."

  9. Sadari apabila harapan sudah terpenuhi dan bersukacitalah.

    "Kini saya sadar bahwa apa yang saya harapkan telah terpenuhi secara menakjubkan. Dahulu, saya ingin Don mencintai saya, dan ia memang sangat mencintai saya. Dahulu, saya ingin menyelesaikan kuliah, dan ini pun tercapai. Saya ingin punya anak, dan kini kami sudah mengadopsi 3 orang anak hebat seperti yang saya harapkan. Dahulu, saya ingin memunyai rumah, dan betapa herannya, sekarang kami memiliki sebuah rumah, sekalipun ini karena kami misionaris untuk beberapa waktu. Sekarang, pada hari tua saya, saya benar-benar ingin memiliki pendamping yang baik, dan memang saya punya pendamping. Tidak ada yang lebih baik daripada yang tengah saya alami!"

  10. Bertumbuh dengan bertumpu pada harapan yang tidak terpenuhi.

    "Bertolak dari harapan-harapan kami yang tidak terpenuhi, kami mendapat pelajaran berharga. Misalnya, saya mengharapkan anak-anak makin menghormati peraturan kami. Ini telah mendisiplinkan saya dengan menakjubkan dan terpuji -- saya siap menerima perbedaan."

  11. Ciptakan hubungan timbal baik.

    "Kami memiliki hubungan timbal balik dalam hal menghormati dan menyenangkan pasangan. Tidak ada di antara kami yang berfokus pada diri sendiri. Kami saling menolong, ada nuansa memberi dan menerima yang bergantung pada kebutuhan. Kami ibarat dua individu yang kuat yang telah menjadi satu. Timbal balik adalah inti keberhasilan pernikahan kami."

  12. Hayati setiap kebersamaan.

    "Kami punya perasaan kuat yang hampir serupa. Kami banyak tertawa bersama dan terharu bersama ketika melihat film yang sama. Agaknya ini yang mempertautkan kami berdua."

  13. Bersama-sama merasakan penderitaan akan membuat keajaiban.

    "Ketika suami saya menderita kanker, Allah menyembuhkan dan memberi kami kekuatan untuk mengbadapi masa-masa sulit itu. Dalam film berjudul 'Shadowland,' setelah wanita yang dikasihinya meninggal, C. S. Lewis berkata, 'Penderitaan sekarang adalah bagian dari sukacita di masa mendatang.' Kami merasa sangat diberkati bahwa penderitaan waktu itu merupakan bagian sukacita sekarang. Kami bisa merasakan apa artinya menghadapi kematian dan perpisahan. Ini membuat kami makin menghargai kesempatan untuk hidup. Demikian juga, kami menyadari ketidakberdayaan dan betapa kami berupaya untuk berserah total kepada Allah. Secara rohani, kami memunyai ikatan yang mendalam dan nyata."

  14. Doa mengubah banyak hal.

    "Kami berdoa bersama dan sering membicarakan apa yang Allah lakukan dalam kehidupan kami. Doa memimpin kami dalam menentukan cita-cita, menjadi orang tua, mengatasi konflik, dan merancang anggaran belanja. Setiap pagi, kami mendiskusikan persoalan-persoalan yang harus dihadapi hari itu, dan kami saling mendoakan sepanjang hari. Masing-masing akan menelepon apabila tahu ada yang tengah dicemaskan oleh pihak lain."

    "Seandainya kami dapat mengulang pernikahan kami dari awal, saya akan menghabiskan waktu untuk berdoa. Saya akan percaya pada Allah dan tidak akan terlalu khawatir lagi."

  15. Perbarui komitmen Anda -- khususnya apabila sudah memburuk.

    "Komitmen merupakan segala-galanya! Masing-masing pihak harus bertanggung jawab untuk kesejahteraan dan kebahagiaan pasangan tanpa mengharapkan pamrih dalam bentuk hak, kuasa, kesempatan, dan kekebalan."

    "Ketika melewati masa-masa yang sangat sulit, kami memperbarui komitmen dengan mengucapkan, 'Aku mendampingimu' atau 'Aku tidak mau melakukan ini dengan siapa pun juga.'"

  16. Jadikan waktu santai sebagai bagian dari pernikahan.

    "Salah satu yang terbaik dalam pernikahan kami adalah bahwa kami begitu menyukai kebersamaan, sekalipun sekadar duduk-duduk dan tidak melakukan apa-apa. Rasa-rasanya kami ingin berlama-lama begitu sepanjang hari tanpa kehadiran orang lain dan kami berdua benar-benar senang."

    "Apa yang kami lakukan bertahun-tahun hanyalah kerja, kerja, dan kerja. Kini kami belajar untuk banyak menyisihkan waktu rekreasi -- berjalan-jalan, bermain, menonton film, dan berakhir pekan. Seandainya kami bisa punya waktu santai bersama pada masa lalu...."

  17. Komunikasi akan menjadi intensif bila dilakukan dengan benar.

    "Kami mengalami kesulitan untuk saling mendengarkan, bernegosiasi, berkompromi, menceritakan kebenaran, dan bersikap transparan. Setelah bertahun-tahun, akhirnya kami menguasai bidang-bidang ini, dan ini meningkatkan mutu pernikahan kami."

    "Sikap kami masing-masing cukup terbuka, tetapi kami belajar bagaimana memilih kata-kata agar terdengar sebaik dan sejelas mungkin. Kami membuat suatu seni berkomunikasi sehingga pihak pendengar tahu persis apa yang kami pikirkan dan rasakan."

  18. Tentukan apa yang boleh dan tidak saat menangani konflik.

    "Menurut kami ada dua hal penting untuk menangani konflik: (1) jangan berdiskusi atau berdebat pada malam hari (waktu adalah penting); (2) sikapi komentar negatif dengan nada positif: 'Yang kau lakukan baik, tetapi bagaimana kalau ....'"

    "Karena latar belakang saya, kami biasanya menangani konflik dengan gaya Italia -- berargumentasi. Tetapi, ini tidak masalah. Semuanya dapat diperdebatkan, dan kemudian masalah terselesaikan."

  19. Tidak berlama-lama menyimpan perasaan negatif maupun positif.

    "Tidak satu pun di antara kami yang sanggup membiarkan konflik tidak tertangani lebih dari 20 menit. Oleh karena itu, kami senantiasa mengungkapkan perasaan melalui kata-kata. Juga untuk hal-hal yang positif. Kami selalu berkata 'terima kasih' dan 'aku cinta padamu.'"

  20. Jangan sekali-kali sengaja mempermalukan pasangan.

    "Tidak ada yang lebih merendahkan daripada dihina atau dicemoohkan di muka umum. Ini memastikan timbulnya pertengkaran dengan pasangan."

    Salah satu hal terbaik yang telah saya pelajari mengenai pernikahan adalah jangan pernah menyudutkan pasangan di depan orang lain."

  21. Apabila mungkin, rencanakan pernikahan Anda dengan saksama.

    "Masa 5 tahun untuk mengembangkan pernikahan sebelum anak-anak lahir sangat menolong kami untuk menjadi kokoh."

    "Tentunya kami tidak perlu stres dan tertekan seandainya kami merencanakan masa depan dengan lebih baik. Kerap kali kami membiarkan banyak hal terjadi. Pasangan harus menetapkan arah hidup serta pernikahan mereka dan tetap konsisten dengan itu."

  22. Tidak perlu takut kalau anak-anak menjadi guru Anda.

    "Anak-anak menimbulkan sukacita dan menjadi sarana Allah untuk merendahkan hati kami. Anak-anak senantiasa mengajar kami. Kami menikmati kebersamaan -- mengungkapkan kasih, tertawa, dan menangis bersama."

  23. Sekalipun "satu tubuh", pasangan Anda merupakan pribadi tersendiri.

    "Saya harus mati-matian belajar bahwa suami saya adalah satu individu tersendiri yang terpisah. Pemikirannya adalah miliknya sendiri dan tidak perlu mencerminkan pendapat saya maupun pendapat anak-anak. Apabila saya mengingat hal ini dengan teguh, saya memberi dia lebih banyak kebebasan. Kami berdua merasa lebih bahagia dengan kondisi seperti ini."

  24. Kembangkan kasih Anda -- tidak bergantung pada sanak saudara.

    "Suami saya dan saya sendiri percaya bahwa salah satu hal terbaik yang pernah terjadi adalah bahwa kami tinggal berjauhan dengan keluarga kedua belah pihak selama 6 tahun. Ini memberi kesempatan untuk mengembangkan hubungan kami -- bukan suatu hubungan yang dirancang untuk menyenangkan setiap orang penting dalam hidup kami."

  25. Upayakan agar cinta Anda tidak pernah basi.

    "Menjaga agar cinta kami tetap segar dan penuh vitalitas adalah suatu target yang kami tentukan sebelum kami menikah. Kami sungguh-sungguh bekerja keras untuk mencapai maksud ini. Ternyata, kami menaruhkan ini pada peringkat tertinggi dari daftar sasaran hidup kami. Sekalipun kami sudah menikah bertahun-tahun, perlu saya ungkapkan kepada Anda bahwa saya hampir tidak sabar menantikan tibanya istri saya setiap malam. Ia merangkul saya, dan dalam benaknya pun dia mengatakan bahwa saya hebat!"

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Sumber
Halaman: 
219 -- 225
Judul Buku: 
Rahasia Pernikahan Abadi
Pengarang: 
Neil Clark Warren, Ph.D.
Penerbit: 
Fokus Pada Keluarga (FPK)
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
2000

Komentar