Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Ibu Tiri

Tanya:

Ibu saya meninggal enam tahun yang lalu. Sekarang ayah saya sudah menikah lagi. Ibu tiri kami sifatnya ingin menguasai dan mempunyai beberapa kebiasaan buruk. Sedikit pun ia tidak peduli untuk mengurus adik-adik saya. Apakah yang dapat saya lakukan?

Jawab:

Apakah ayahmu setuju dengan penilaianmu terhadap istrinya yang baru itu? Bagaimana pendapatmu? Kamu kehilangan ibumu; ibu tirimu seakan-akan menjadi pengacau dalam rumah tanggamu. Bapak mengerti keadaan itu. Tetapi, apakah ibu tirimu selalu buruk sifatnya?

Kamu perlu menilai ibu tirimu secara realistis. Bagaimana caranya? Alkitab berkata, "... semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semua itu." (Filipi 4:8)

Mulailah dengan mencatat semua hal baik yang kamu temukan pada diri ibu tirimu. Ingatlah bahwa ia mencintai ayahmu. Ia sudah memutuskan untuk menikah dengan ayahmu. Ia rela menerima tanggung jawab untuk menolong mengurus kamu dan adik-adikmu. Luangkanlah waktu sedikitnya dua puluh lima menit untuk mencatat setiap hal positif yang tebersit dalam pikiranmu tentang ibu tirimu.

Kalau kamu masih merasa kesal terhadap tindakan dan sikap ibu tirimu, bicarakanlah hal itu dengan ayahmu ketika kamu berduaan saja dengannya. Bicarakanlah dengannya tentang hal-hal yang baik dan yang tidak baik mengenai istrinya yang baru. Tetapi jagalah agar perkataan dan nada bicaramu bijaksana, tidak kasar atau menghina.

Ingatlah bahwa ayahmu sudah memilih untuk menikahinya. Ia pasti mencintainya dan pasti akan berusaha membelanya. Berbicaralah dengan hormat mengenai ibu tirimu. Mintalah bantuan dan nasihat ayahmu supaya hubunganmu dengan ibu tirimu menjadi lebih baik.

Ayahmu mungkin akan menasihati agar kamu patuh kepada ibu tirimu. Nasihat tersebut tertulis di dalam Alkitab: "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalan segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan." (Kolose 3:20) Tuhan telah memberi ibu tirimu hak dan tanggung jawab untuk menjadi ibumu yang baru walau ia tidak terlepas dari kelemahan dan kekurangan. Tanggung jawabmu ialah mematuhi ibu tirimu.

Ketika ibumu meninggal, kamu, sebagai seorang anak perempuan, terpaksa harus memainkan peranan seorang ibu. Itu berarti kamu harus melakukan banyak pekerjaan yang sebenarnya belum menjadi tanggung jawabmu, bukankah demikian? Tetapi sekarang ayahmu sudah menikah lagi, kamu harus melepaskan perananmu tadi, dan memperkenankan ibu tirimu mengambil alih peranan itu. Memang tidak mudah, tetapi itu sangat penting bagi kesejahteraan keluargamu.

Kalau ibu tirimu tidak mau mengurus adik-adikmu dengan baik, maka kamu perlu menolong mengurus mereka lagi dari waktu ke waktu. Bicarakanlah hal itu dengan ayahmu. Di hadapan Tuhan, ayahmulah yang bertanggung jawab atas anak-anaknya, bukan kamu.

Apa pun yang dilakukan ibu tirimu, hadapilah dia dengan sikap positif. Bila perlu, bantulah ia mengurus adik-adikmu tanpa mengeluh. Taatilah dia dengan kasih, bukan dengan kekesalan. Tidak mustahil, ibu tirimu akan berubah. Kamu sendiri pasti akan menjadi orang yang lebih baik kalau kamu menerima dia sebagaimana adanya dan mengasihinya.

Diambil dari:

Judul asli buku : Tough Questions Answered by Luis Palau
Judul buku terjemahan : Pertanyaan yang Sulit
Judul bab : Pasal 3
Penulis : Luis Palau
Penerjemah : Rita Widjana
Penerbit : Lembaga Literatur Baptis, Bandung 1999
Halaman : 15 -- 18

Komentar