Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Mengapa Resolusi Tahun Baru Tidak Berhasil

Lemahnya Kekuatan dari Kemauan

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membuat beberapa resolusi Tahun Baru tahun ini, pertimbangkan hal ini: seperti halnya praktek dari kemauan lainnya yang tidak matang, kebanyakan resolusi Tahun Baru akan gagal total.

Menurut penelitian, 80 persen dari mereka yang membuat resolusi pada tanggal 1 Januari telah menyerah ketika Hari Valentine. Ahli gizi mengatakan bahwa dua pertiga dari pelaku diet kembali memiliki berat badan yang hilang dalam waktu satu tahun, dan lebih dari 70 persen orang yang menjalani operasi jantung koroner jatuh kembali kepada kebiasaan yang tidak sehat dalam waktu dua tahun setelah operasi mereka.

"Kebanyakan dari kita berpikir bahwa kita dapat mengubah hidup kita hanya dengan memiliki kemauan dan selanjutnya berusaha lebih keras," kata Alan Deutschman, mantan direktur eksekutif Unboundary, sebuah perusahaan yang memberi bimbingan terhadap perusahaan tentang cara untuk mengarahkan perubahan. "Sangatlah sulit untuk membuat perubahan hidup, dan upaya kita biasanya akan gagal ketika kita mencoba untuk melakukannya dengan kekuatan kita sendiri."

Saat kita berpikir tentang resolusi Tahun Baru, penting untuk menyadari sesuatu tentang sifat manusia: orang akan melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Teolog reformasi Thomas Cranmer memiliki pandangan ini dari sifat manusia (seperti yang dirangkum oleh sejarawan Anglikan Ashley Null):

"Apa yang disukai oleh hati, dipilih oleh kehendak, dan dibenarkan oleh pikiran. Pikiran tidak mengarahkan kehendak. Pikiran sebenarnya tertawan oleh apa yang diinginkan oleh kehendak, dan kehendak itu sendiri, sebaliknya, tertawan oleh keinginan hati."

Jadi, membuat sebuah resolusi dan mengerahkan seluruh kemauan Anda hanya akan membuahkan hasil yang kecil jika, pada akhirnya, hati Anda tidak menginginkannya. Apakah ini berarti Anda harus meninggalkan harapan untuk perubahan? Tidak sama sekali. Jika Anda ingin membuat resolusi Tahun Baru, berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat.

  1. Apakah Ini Sebuah Resolusi yang Baik?

    Cobalah untuk menentukan apakah resolusi tersebut benar-benar baik. Apakah Anda berencana untuk berolahraga lebih? Jika demikian, apakah itu karena Anda ingin menjadi penatalayan yang baik dari tubuh yang telah Tuhan berikan kepada Anda, atau apakah itu keinginan yang sia-sia? Pada kenyataannya, jawabannya mungkin dapat keduanya. Namun, keinginan apa yang mendorongnya? Apakah itu adalah dorongan yang baik?

  2. Lakukan Saja

    Jika resolusi Anda ternyata benar-benar baik, lakukan saja. Lakukanlah dan berolahragalah lebih banyak, kurangi merokok atau minum minuman beralkohol, perbanyak waktu untuk membaca Alkitab, bayarlah utang Anda dan menabunglah lebih banyak untuk pensiun, berfokuslah pada pernikahan Anda, habiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak Anda. Sesekali, orang memulai resolusi Tahun Baru dan tetap melakukannya. Namun, kebanyakan orang tidak melaksanakannya. Itu karena (1) Anda adalah orang berdosa dan (2) hati Anda memiliki banyak berhala.

  3. Kasih Karunia Sungguh-Sungguh Bekerja

    Kenyataannya adalah resolusi Anda kemungkinan besar diperlukan karena, seperti semua orang lainnya kecuali Yesus, Anda tidak mengasihi Allah dengan seluruh keberadaan Anda dan tidak mengasihi sesama seperti Anda mengasihi diri Anda sendiri. Kedua kegagalan tersebut menyebabkan malapetaka, perselisihan, rasa sakit, dan kehancuran. Yesus memberi kita hukum dasar: "'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Ini adalah perintah pertama dan utama. Dan, yang kedua adalah: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."(Matius 22:40).

    Kegagalan mendasar tersebut adalah alasan mengapa kita memerlukan Injil: kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus membayar rasa bersalah dan noda dosa. Hal itu juga yang menyebabkan mengapa kita begitu sering gagal dalam upaya kita untuk memperbaiki diri.

    Namun, Yesus juga memberi kita Roh Kudus, yang dapat mengubah keinginan kita serta memberdayakan kita untuk mengasihi Allah dan sesama. Seperti dikatakan oleh Paulus, "karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." (Filipi 2:13). Dengan kami dan kemauan kita, Yesus mengatakan, perubahan tidak mungkin, "tetapi bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin" (Matius 19:26). (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Christianity
Alamat URL : http://www.christianity.com/christian-life/spiritual-growth/why-new-year-s-resolutions-don-t-work.html
Judul artikel : Why New Year’s Resolutions Don’t Work
Penulis artikel : Justin Holcomb
Tanggal akses : 3 Desember 2015

Komentar