Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Nasihat untuk Orang Tua Tunggal

Beberapa bulan yang lalu, saya berkesempatan bertemu dengan seorang ibu tunggal, yang selanjutnya menulis surat kepada saya dengan sebuah pertanyaan tentang menjadi orang tua tunggal. Oleh karena itu, saya menghubungi teman saya, yang keluarganya saya kagumi dan bertanya apakah dia mau ikut serta dalam postingan blog tanya jawab hari ini. Rhonda Crosby dengan senang hati menyetujuinya dan memberikan jawaban bijaksana ini. Meskipun hal ini ditujukan bagi para orang tua tunggal, saya ingin memostingnya secara online karena saya pikir hal ini pasti membuat kita semua memikirkan tentang bagaimana mendukung dan melayani keluarga-keluarga seperti ini di gereja kita.

Tanya:

Saya adalah seorang ibu tunggal dari seorang anak perempuan berusia 5 tahun, yang kelihatannya semakin lama semakin merindukan perhatian seorang pria. Saya tahu bahwa Tuhan berdaulat atas dia dan kebutuhan-kebutuhannya. Terkadang, saya juga merasa bahwa ada sesuatu yang dapat dilakukan gereja untuk menjangkaunya, tetapi saya tidak yakin akan seperti apakah hal itu. Orang-orang yang berkeluarga ini memiliki anak-anak yang harus mereka rawat sendiri, dan saya tidak ingin menjadi beban. Saya juga tidak ingin melewatkan kesempatan bagi putri saya untuk dilayani karena saya takut merepotkan siapa pun. Saya hanya bertanya-tanya bagaimana para ibu tunggal yang lain menemukan perhatian seorang pria bagi anak-anak mereka.

Jawab:

Saya dapat memahami situasi Anda tentang keinginan untuk melingkupi putri Anda dengan pria-pria saleh panutan. Ketika putri-putri saya berusia 2 dan 3 tahun, ayah mereka meninggalkan kami dan kami semua merasakan dampak dari perceraian tersebut. Saya sering kali mendapati diri saya dalam kepanikan, rasanya seolah-olah saya harus memperbaiki segala hal yang salah dalam pengalaman mereka sebagai seorang anak dalam keluarga yang hanya memiliki orang tua tunggal. Keinginan saya adalah menempatkan mereka dalam situasi ketika mereka dapat berada di sekeliling pria-pria saleh sehingga tidak ada satu pun yang akan merusak cara pandang mereka tentang para pria atau tentang pernikahan. Dengan rasa cemas, saya mengkhawatirkan dan meresahkan masa depan mereka.

Tahun-tahun berlalu sampai suatu saat seseorang di gereja saya menghampiri saya dan menyarankan agar saya mengevaluasi pemikiran saya tentang masalah dari sudut pandang alkitabiah. Pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan membebaskan saya dan memperbaiki tanggapan-tanggapan saya. Saya akan menceritakannya kepada Anda dengan sangat singkat, dengan mengetahui bahwa ada kedalaman di balik setiap hal itu. Kiranya Anda akan terdorong untuk mempelajari firman Tuhan dan mencari nasihat. Ingatlah, mulailah dengan satu hal ..., sesuaikan keadaan ..., dan ambil langkah berikutnya.

Sadarilah bahwa kita semua hidup di dunia yang sudah rusak.

Dosa telah memengaruhi kita semua, entah itu sesuatu yang telah terjadi atas kita atau yang kita lakukan. Inilah alasan sejatinya kita memerlukan seorang Juru Selamat. Sebagai seorang ibu tunggal, saya tidak dituntut untuk menjadi juru selamat bagi anak-anak saya, tetapi untuk membimbing, melindungi, dan mengasihi mereka saat mereka menghadapi dunia di sekitar mereka. Kita semua adalah orang berdosa, mengecewakan satu sama lain dan Tuhan.

Bersukacitalah karena kita memiliki seorang Juru Selamat yang besar.

Meskipun keinginan Anda melihat anak Anda dipengaruhi oleh seorang pria saleh, pastikan bahwa Anda tidak menjadikan pria saleh itu sebagai "juru selamat" ... fokusnya seharusnya pada bertemu dan mengenal Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, yang tidak akan pernah mengecewakan dan selalu memperhatikan kepentingan terbesar kita. Juru Selamat kita sanggup memenuhi, mencukupi, dan menyediakan seluruh kebutuhan anak-anak kita. Anak-anak dalam keluarga dengan orang tua tunggal akan menghadapi tantangan-tantangan yang unik secara alami, tetapi mereka juga akan memiliki kemampuan untuk mengenal Allah dengan cara yang belum tentu dialami anak-anak lain. Kita secara pribadi harus dipengaruhi oleh anugerah yang telah Allah tunjukkan kepada kita.

Cerminkanlah firman Tuhan.

Pastikan bahwa Anda memikirkan dan merespons dengan cara-cara yang memancar dari doktrin yang benar. Hal ini terwujud dengan membaca firman Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, membaca buku, berjalan secara terbuka dengan para konselor yang saleh, dan berdoa kepada Allah untuk menerangkan kebenaran-Nya. Kekuatan anak Anda akan berakar dalam pengajaran tentang Allah dan apa yang ia percayai tentang Dia. Karakternya akan terbentuk oleh apa yang ia baca tentang Allah, apa yang ia amati dalam kehidupan Anda tentang Dia, dan apa yang Alkitab katakan tentang Allah dan bagaimana gereja Anda menyembah Allah. Tanamkanlah ke dalam kehidupannya suatu keyakinan akan kekuatan Allah, bukan kekuatannya sendiri.

Tanggapilah dengan cara yang dapat mengajarkan kepada anak Anda bagaimana berfokus kepada Tuhan.

Ketika anak Anda sangat putus asa tentang segala sesuatu, orang-orang, atau pengalaman-pengalaman, Anda harus berusaha memahami hatinya dan mencari tahu mengapa ia ingin sekali mendapatkan hal-hal tersebut. Di dalam dan dari diri mereka sendiri, sesuatu, seseorang, atau pengalaman mungkin tidak salah, tetapi tempat yang mereka pertahankan dalam kehidupannya dapat menciptakan berhala-berhala yang menggantikan tempat yang benar, yang seharusnya hanya Allah yang menempatinya. Bantulah anak Anda untuk menghargai apa pun, menikmati pengalaman, dan menghargai orang-orang, tetapi tidak bergantung pada mereka untuk memperoleh sukacita dan kepuasan sejati yang hanya dapat ditemukan dalam relasi yang benar dengan Tuhan. Arahkan anak Anda untuk lebih mengenal tentang Bapa Surgawinya. Libatkan dia dalam pembacaan dan diskusi tentang karakter Allah. Tolonglah dia untuk mengalami dan mengenal Bapa Surgawinya dengan cara yang kebanyakan anak-anak tidak mengenal Allah. Saya tidak dapat cukup menekankan kebutuhan bagi anak-anak untuk mengenal Allah di atas segalanya.

Mintalah bantuan.

Sekarang, setelah sebuah pondasi diletakkan, kita dapat melihat bagaimana orang-orang lain dapat mendampingi kita untuk membantu kita dalam perjalanan mengasuh anak. Mintalah pendeta Anda untuk mengenali dan memperkenalkan keluarga-keluarga yang mungkin melibatkan Anda dalam fungsi keluarga mereka. Jangan menganggap bahwa ini adalah suatu "beban" atau "ketidaknyamanan." Percayalah bahwa jika orang-orang tidak mempunyai waktu, mereka akan memberi tahu Anda. Ini mungkin tidak menjadi salah satu panutan atau keluarga dalam jangka waktu yang lama, dan hal ini sering kali dapat berubah pada waktu yang berbeda. Ambillah inisiatif dan ajaklah keluarga-keluarga tersebut ke rumah Anda untuk makan atau beraktivitas bersama. Berpartisipasilah dalam kegiatan-kegiatan pelayanan yang di dalamnya anak Anda dapat melihat pria-pria saleh yang sedang melayani. Duduklah dengan atau di dekat para pria dalam ibadah sehingga anak-anak Anda dapat mengamati seorang pria saleh dalam kekagumannya akan Juru Selamat. Berbicaralah dengan anak Anda tentang sifat-sifat saleh yang ditunjukkan dalam diri para pria yang mengikuti Juru Selamat. Pujilah sifat-sifat tersebut dan bukti bahwa Allah sedang bekerja.

Sering kali, saya menciptakan sebuah kesempatan, terkadang saya meminta bantuan, dan pada waktu yang lain orang-orang meminta kami untuk bergabung dengan mereka. Melihat para pria saleh dalam perbuatan di dalam konteks keluarga mereka daripada hanya melihatnya sebagai seorang individu lebih berguna bagi anak saya. Sebelum memulai setiap aktivitas, saya akan menyatakan dengan jelas rasa syukur kami kepada mereka yang terlibat karena telah mengizinkan kami untuk melihat interaksi di dalam keluarga mereka. Ada banyak keluarga yang dipimpin oleh pria saleh, yang mendukung kami pada musim-musim yang berbeda selama bertahun-tahun, dalam pengalaman yang tak terhitung jumlahnya:

  • Pasangan yang tidak memiliki anak mengajak putri-putri saya pergi memancing

  • Kami mengundang orang-orang datang ke rumah kami untuk makan siang pada hari Minggu dan pada pesta-pesta bertema

  • Pasangan yang lebih tua mengajak putri-putri saya untuk makan es krim

  • Putri-putri saya dilibatkan dalam perjalanan misi

  • Sebuah keluarga mengundang salah satu putri saya untuk ikut dalam liburan keluarga mereka

  • Kami melayani dalam pelayanan anak-anak dan mengamati kepemimpinan para pria yang saleh

  • Banyak keluarga membuka rumah mereka dan mengajak kami untuk makan bersama pada hari-hari libur dan perayaan-perayaan

  • Kami ikut serta dalam pertemuan kelompok kecil, pertemuan kaum muda, dan ibadah yang di dalamnya putri-putri saya mengamati para pria yang bersemangat menyembah Tuhan dan mempelajari firman-Nya

  • Putri-putri saya akan mengasuh keluarga-keluarga, dengan datang lebih awal dan tinggal sedikit lebih lama sehingga mereka dapat melihat keluarga tersebut dalam bertindak

  • Satu keluarga mengundang kami untuk pergi ke kebun binatang

  • Putri-putri saya mengajukan diri secara sukarela untuk bekerja di kantor gereja, di sana mereka dapat melihat para pendeta dan pemimpin dalam bekerja

  • Meskipun saudara-saudara saya tinggal agak jauh, kami membuat prioritas untuk berkomunikasi secara rutin, mengunjungi, dan tinggal lebih lama dengan paman-paman mereka

  • Ketika berada di sekitar pria saleh, saya sering meminta nasihat (di depan putri-putri saya) pribadi untuk memberi mereka pandangan yang lain terhadap situasi yang sedang kami hadapi

  • Pada peringatan-peringatan hari-hari ulang tahun, saya biasa mengundang pasangan-pasangan untuk turut serta dalam pesta ulang tahun putri-putri saya untuk memberi mereka nasihat, dorongan, dan bimbingan

  • Ada pembicaraan-pembicaraan ketika saya akan meminta mereka berpendapat tentang sifat-sifat terpuji yang disaksikan dalam diri para pria

  • Kami akan mengatur perjalanan sehari dan meminta keluarga-keluarga yang lain untuk bergabung bersama kami

  • Semua itu, dan masih banyak lagi ... selama lebih dari 18 tahun. Meskipun hal ini tidak teratur, saya mencoba untuk tetap peka terhadap dorongan Roh, perhatian terhadap berbagai situasi dan kreatif dalam pendekatan saya.

Bergantunglah dan percayalah pada Bapa Surgawi Anda.

Tidak ada metode yang pasti, yang akan menjamin bahwa anak-anak kita akan membuat kita bangga. Semuanya hanya karena kasih karunia Allah sehingga segala sesuatu yang baik terjadi pada anak-anak kita. Sebagai orang tua, sering kali kita akan terus-menerus gagal. Sekali lagi, kita perlu memastikan bahwa pola asuh kita tidak bergantung pada keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman kita. Allahlah yang bekerja dalam diri anak-anak kita, terlepas dari kegagalan pengasuhan kita. Sebagai orang tua, kita harus dengan rajin mengajarkan kepada anak-anak kita untuk menaruh harapan mereka dalam Allah dengan mengamati perbuatan-perbuatan mulia Tuhan, kuasa-Nya, dan hal-hal ajaib yang telah Ia kerjakan (Amsal 78:4).

Memikirkan tentang membesarkan anak-anak sebagai orang tua tunggal mungkin membuat kita kewalahan. Rentang emosi, pemikiran, dan ketakutan dapat menjadi sesuatu yang melumpuhkan. Akan tetapi, kita harus menyadari bahwa kita tidak sedang bertindak sebagai kekuatan tunggal ... Allah beserta kita! "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." (Yosua 1:9)

Ketika kita menapaki musim yang berbeda, kita akan memiliki peluang-peluang untuk melihat-Nya dalam perjalanan-perjalanan yang tidak direncanakan, tetapi tenangkanlah diri oleh firman-Nya: "Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan" (Yesaya 42:16).

Sebagai catatan tambahan, putri-putri saya sekarang sedang berada dalam tahun terakhir mereka di perguruan tinggi, bersemangat penuh untuk Tuhan, melayani di gereja lokal, dan memberitakan Injil di lingkungan mereka -- sebuah kesaksian atas kebaikan-Nya, kemurahan-Nya dan kesetiaan-Nya, terlepas dari keadaan-keadaan kami yang jauh dari sempurna. Saya akan berdoa bagi Anda untuk hari-hari ke depan dan ingin sekali mendengar bagaimana Allah akan menemui Anda sepanjang musim ini. (t/Odysius)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Radical Womanhood
Alamat URL : http://solofemininity.blogs.com/posts/2010/07/singleparents.html
Judul asli artikel : Counsel for Single Parents
Penulis artikel : Rhonda Crosby
Tanggal akses : 26 Februari 2014

Komentar