Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Siapakah yang Harus Mendampingi Orang yang Akan Meninggal?

Edisi C3I: e-Konsel 270 - Percakapan Pastoral Menjelang Kematian

Orang tua kerap membebankan pendidikan agama anak-anak kepada gereja serta sekolah. Mereka kurang menyadari bahwa pendidikan agama yang paling utama adalah di dalam keluarga dan harus diawali dalam keluarga. Begitu juga dengan rawatan iman bagi orang-orang yang akan meninggal. Hal ini kerap kali dibebankan pada gereja, padahal kita semua terpanggil untuk menjadi pemberita Injil bagi mereka.

Konseli: Siapa yang harus mendampingi orang-orang yang akan meninggal?

Konselor: Seperti halnya pendidikan, pelayanan rawatan iman bagi orang-orang yang akan meninggal juga dimulai dari keluarga. Mereka yang bisa mendampingi adalah:

1. Orang Tua.

Seperti pendidikan agama bagi anak-anak dan orang sakit yang belum berkeluarga, maka ayah dan ibu bertugas mendampingi serta memberitakan kebaikan Tuhan bagi semua orang dan tentang rumah kita di surga. Bacalah Ulangan 6:6-9.

2. Suami atau Istri.

Pada waktu pemberkatan pernikahan di gereja, calon suami atau istri mengucapkan janji pernikahan antara lain: "... aku akan mengasihi engkau baik dalam keadaan susah atau senang, miskin atau kaya, sakit atau sehat, sampai maut memisahkan kita." Mengasihi berarti mendampingi, merawat jasmani dan rohani, sampai akhir hayat.

3. Anak-Anak.

Semua anak berkewajiban merawat orang tua mereka yang sakit atau sudah tua. Hukum kelima berbunyi, "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." (Keluaran 20:12)

Sia-sialah semua ibadah, penyembahan, dan persembahan kita kepada Tuhan, jika kita tidak menunjukkan kasih dan hormat kepada orang tua. Kita semua menginginkan hidup yang berkecukupan, usaha dagang yang diberkati, dan rumah yang sejahtera. Semua itu akan kita peroleh jika kita mengasihi dan menghormati orang tua.

4. Gereja.

Pastor atau pendeta memang berkewajiban merawat dan memelihara iman semua anggota jemaatnya. Selain melayankan sakramen pada waktu-waktu tertentu, mereka juga secara intim mengunjungi dan mendoakan umat, khususnya yang sudah tidak dapat hadir dalam kebaktian atau upacara gerejawi. Dalam gereja juga ada "Komisi Perkunjungan", yang secara rutin mengunjungi orang sakit dan lansia.

5. Saudara, Kerabat, dan Handai Tolan.

Semua orang terpanggil untuk menjadi pemberita Injil bagi sesamanya, tetapi hanya sedikit sekali orang yang melakukannya.

Konseli: Mengapa?

Konselor: Karena orang-orang itu merasa tidak mampu, tidak tahu harus berbicara apa dan berbuat apa.

Hal-hal yang dapat kita lakukan adalah:

  1. Mengunjungi dan mengajak berbicara. Kebanyakan mereka kesepian dan merasa dikucilkan. Mereka ingin didengarkan dan diperhatikan.
  2. Membacakan firman Tuhan yang telah kita persiapkan lebih dulu. Singkat saja.
  3. Mendoakan mereka.
  4. Meminjami buku rohani kalau mereka masih bisa membaca atau ada yang membacakan.
  5. Mengajak mereka menyanyikan lagu-lagu rohani yang sudah lama mereka kenal.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Pergi dalam Damai Sejahtera
Judul asli artikel : Siapa yang Harus Melakukan?
Penulis : Debora K. Tioso
Penerbit : Gloria Graffa, Yogyakarta 2010
Halaman : 22 -- 25

Komentar