Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Bagaimana Saya Tahu Jika Konselor Ini Tepat untuk Saya?

Mengingat begitu banyak tantangan yang kita alami tahun lalu, tidak mengherankan jika masalah kesehatan mental semakin meningkat. Karena itu, orang Kristen semakin cenderung mempertimbangkan konseling atau terapi sebagai dukungan bantuan. Akan tetapi, sementara mencari konseling mungkin baik, komitmen kita kepada Kristus memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang jenis nasihat yang harus kita cari. Jika metode konseling yang ditemukan dalam profesi bantuan berakar pada sains, apakah metode tersebut "netral"? Apakah memiliki pandangan dunia yang alkitabiah mempengaruhi bentuk konseling yang harus diambil?

Sebagai seorang psikolog berlisensi, saya telah bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Saya akrab dengan berbagai pendekatan terapi yang terkemuka, dan saya telah melihat secara langsung efek penyembuhan pengobatan klinis dapat digunakan pada orang yang menderita kecemasan, depresi, dan gangguan emosional/perilaku lainnya. Dulu saya berpikir bahwa tujuan psikologi sekuler dan Kekristenan sepenuhnya saling melengkapi, dan selama para konselor tidak sangat menentang Kekristenan, maka tidak masalah apa keyakinan pribadi mereka.

Gambar: konselor yang tepat

Namun, semakin saya bergumul dengan ketegangan antara pandangan dunia alkitabiah dan tujuan dalam psikologi sekuler, semakin saya yakin bahwa perbedaan dalam perspektif itu sangat penting. Walaupun bidang seperti psikologi menawarkan banyak alat yang baik untuk mengurangi gejala kesedihan, tujuan profesi tidak selalu sejalan dengan rencana Allah bagi kita. Mengurangi masalah kesehatan mental adalah hal yang baik, tetapi penekanan dalam psikologi sekuler untuk mencapai otonomi yang lebih besar, kebahagiaan pribadi, dan pemenuhan diri dapat sangat bertentangan dengan panggilan alkitabiah untuk mati terhadap diri sendiri, memikul salib kita, dan hidup dalam ketaatan kepada Allah—bahkan dalam penderitaan.

Lalu, apa yang harus dilakukan orang Kristen? Ketika kita mengalami masalah kesehatan mental, kita mungkin mendapat manfaat dari dukungan konselor profesional. Akan tetapi, bagaimana kita dapat menentukan apakah kita menerima nasihat yang menghormati Allah?

Tiga pertanyaan yang dapat membantu kita menilai apakah konseling sesuai dengan pandangan dunia alkitabiah:

1. Apa tujuan konseling?

Baik konselor maupun klien sama-sama berkontribusi dalam mencapai tujuan. Tujuan umum itu meliputi mengurangi gejala kegelisahan, memperbaiki fungsi kehidupan sehari-hari, atau mengembangkan keterampilan untuk bisa mengelola stres.

Hal-hal ini adalah tujuan yang baik, tetapi tidak ada satu pun yang lebih penting dari tujuan utama dalam Kitab Suci sebagai tujuan utama Allah bagi hidup kita. Terkadang mengejar hal-hal yang terasa paling bermanfaat tidak mencerminkan kebenaran alkitabiah. Memang baik untuk mengurangi gejala-gejala tekanan psikologis, tetapi keinginan ini salah arah kecuali jika ditempatkan di bawah tujuan yang lebih besar yaitu untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan Tuhan (2 Kor. 5:9).

Meskipun Allah tidak pernah menyukai penderitaan kita, kita juga tahu bahwa tujuan utama-Nya bagi hidup kita tidak didasarkan pada terbebasnya kita dari pencobaan. Roma 8:28–29 memperjelas bahwa rancangan-Nya bagi kita adalah untuk lebih serupa dengan Kristus.

Ketika kita memberikan prioritas yang benar pada tujuan konseling, kita akan menjadi lebih serupa dengan Kristus dan menjalani kehidupan yang menyenangkan Dia — sementara alat untuk mengurangi penderitaan akan berada di tempat yang semestinya.

2. Apa yang konselor yakini?

Pertanyaan ini mungkin sulit dijawab jika kita tidak mengenal konselor dengan baik, tetapi tetap penting untuk dipertimbangkan. Sementara budaya kita cenderung menekankan kredensial pelatihan, ini mungkin bukan karakteristik yang paling penting untuk diperiksa dalam diri seorang konselor.

Jika konselor belum sepenuhnya mengintegrasikan nasihatnya dengan kebenaran alkitabiah, klien harus menginvestasikan diri mereka dalam tugas reinterpretasi yang sulit. Bimbingan yang bijaksana membutuhkan pemahaman diri yang akurat, dan pemahaman diri yang akurat bergantung pada pengenalan akan Allah dan bagaimana Dia berhubungan dengan kita dan menetapkan panggilan kita untuk menjalani hidup.

Karena konseling dirancang untuk mengarahkan kembali pikiran, emosi, dan perilaku kita, keyakinan konselor tentang Allah dan kehadiran-Nya di dunia kita adalah penting. Ini bukan hanya pertanyaan tentang apakah konselor mengidentifikasi diri sebagai seorang Kristen.

Kedewasaan rohani konselor, seperti yang ditunjukkan oleh hubungan pribadinya dengan Allah dan cara dia berinteraksi dengan orang lain, merupakan indikasi yang jauh lebih baik mengenai nasihat yang akan dia berikan daripada kualifikasi pelatihannya atau bahkan identifikasi sebagai seorang Kristen saja. Seperti yang Yesus katakan, "Dari buahnyalah kamu akan mengenali mereka" (Mat. 7:16, AYT).

3. Apakah orang Kristen lain yang dewasa (rohani) setuju dengan nasihat itu?

Memang baik untuk mengurangi gejala-gejala tekanan psikologis, tetapi keinginan ini salah arah kecuali jika ditempatkan di bawah tujuan yang lebih besar yaitu untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan Tuhan (2 Kor.5:9).
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Sulit untuk melihat dengan jelas ketika kita sedang dalam kesulitan. Akibatnya, mungkin sulit bagi kita untuk menilai kebijaksanaan konseling yang telah kita terima. Apakah bimbingan itu konsisten dengan apa yang Alkitab katakan tentang siapa kita dan bagaimana kita harus hidup?

Untuk menjawab ini, kita harus memperluas lingkaran "penasihat" kita dan terbuka tentang pergumulan kita dan nasihat yang kita terima dengan beberapa orang Kristen dewasa (rohani) yang kita kenal baik: mentor, pemimpin kelompok kecil, pendeta, teman. Kita harus memohon nasihat mereka dan meminta bantuan untuk memahami bagaimana Alkitab diterapkan pada situasi kita. Seperti yang dikatakan Amsal 11:14, "Jika tidak ada pimpinan, sebuah bangsa jatuh, tetapi jika ada banyak penasihat, keselamatan ada di sana." (AYT)

Yang terakhir, kita harus mendekati nasihat apa pun yang kita cari dan terima dengan doa, memohon kepada Allah untuk memberi kita wawasan dan hikmat ketika kita berusaha untuk mengenal Dia lebih baik dan melihat diri kita lebih jelas. Sebagai orang berdosa yang mencari bantuan dari sesama orang berdosa, sumber keamanan terbesar kita adalah akses bebas kita ke semua sumber daya yang ditemukan di dalam Kristus. Meskipun konseling mungkin merupakan cara yang Dia gunakan untuk membantu kita, pada akhirnya Kristuslah yang membuka mata kita, memberi kita kejelasan untuk melihat kebenaran, dan mengajar kita untuk menerapkan hikmat-Nya dalam hidup kita. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Gospel Coalition
Alamat situs : https://www.thegospelcoalition.org/article/counselor-right/
Judul asli artikel : How Do I Know If This Counselor Is Right for Me?
Penulis artikel : Beth Claes

Komentar