e-Konsel 156 - Mengolah Emosi
Mengolah Emosi
Mengatur Suhu Emosi
Salah seorang dosen saya di seminari mengatakan bahwa dosa, "hamartia", bukan saja telah merusak relasi manusia dan Tuhan, dosa juga merusak tatanan hidup manusia secara psikologis. Hamartia yang bermakna "tidak mencapai sasaran yang tepat", dapat juga diartikan "kelebihan atau kekurangan" -- tidak tepat sasaran. Inilah salah satu persinggungan antara psikologi dan teologi.
Ajaib
Editorial
- Read more about Editorial
- Log in to post comments
Pernahkah Pembaca mendapati seseorang yang sangat terampil dalam mengendalikan emosinya? Dan pernahkah juga Pembaca mendapati seseorang yang sangat mudah meluapkan emosinya tanpa memerhatikan situasi dan kondisi sekelilingnya? Dua keadaan yang sangat kontras ini menggambarkan satu poin yang sangat penting, yaitu kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosinya. Menyambung topik edisi lalu, kali ini kita akan belajar bagaimana kita dapat mengolah emosi agar tidak merugikan orang lain maupun diri sendiri.