Menjadi tua mungkin adalah sesuatu yang tidak terlalu menyenangkan bagi banyak orang. Selain kelemahan fisik dan mengalami kemunduran dalam berbagai hal, menjadi tua juga berarti adalah membutuhkan banyak pertolongan dari orang lain. Allah mengasihi para lansia. Karena itu, mari kita juga memberikan pelayanan yang terbaik kepada para orang tua yang ada di dalam kehidupan kita. Simak artikel-artikel Fokus C3I pada bulan Maret ini untuk membantu Anda dalam memahami kondisi dan kehidupan lansia.
Untuk memperoleh semacam kepuasan dalam relasi dengan orang tua Anda yang sulit dan berusia lanjut, Anda perlu "kejam" dalam tindakan dan penuh kasih sayang dalam sikap Anda.
Orang tua kerap membebankan pendidikan agama anak-anak kepada gereja serta sekolah. Mereka kurang menyadari bahwa pendidikan agama yang paling utama adalah di dalam keluarga dan harus diawali dalam keluarga. Begitu juga dengan rawatan iman bagi orang-orang yang akan meninggal. Hal ini kerap kali dibebankan pada gereja, padahal kita semua terpanggil untuk menjadi pemberita Injil bagi mereka.
Usia tua sering dipandang sebagai masa yang tidak produktif dan
tidak berguna. Bob Buford, pendiri Jaringan Kepemimpinan, menuliskan
dalam bukunya bahwa usia produktif seseorang hanyalah pada empat
dekade pertama kehidupannya sedangkan sisanya adalah masa-masa
kemunduran diri. Namun, pandangan ini berbeda sekali dengan Alkitab.
Mazmur 92:13-15 menyatakan bahwa pada usia lanjut sekalipun, manusia
tetap dapat Allah pakai untuk menyatakan kebenaran-Nya.
Pertanyaan "Mengapa"
Mengapa kita menjadi tua? Mungkin itulah pertanyaan yang sering
muncul. Tak seorang pun akan bertambah muda. Seiring pertambahan
usia, perubahan fisik pun mulai muncul.