Tips: Sepuluh Perintah yang Menyangkut Pembimbingan
Tidak semua pembimbingan dapat berjalan dengan lancar. Kadang-kadang mentor dan mentore mengalami hambatan-hambatan yang disebabkan oleh
<p>Pelayanan konseling di gereja sangatlah penting. Terkadang, kita tidak menyadari, ada banyak orang di gereja kita yang membutuhkan bimbingan konseling. Berkaitan dengan hal tersebut, maka seperti telah disebutkan di halaman depan, Fokus C3I edisi September ini mengangkat tema "Pelayanan Konseling di Gereja".</p><p>Untuk dapat menjalankan peran Anda sebagai seorang konselor, maka Anda harus mengasihi Tuhan dan sesama. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Silakan Anda menyimak kesaksian yang kami sajikan bulan ini. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang pelayanan konseling di gereja, Anda dapat membaca materi konseling mengenai gereja dan pelayanan konseling, yang kami sajikan dalam dua bagian. Selain itu, ada tiga tips mengenai pelayanan konseling di gereja. Tips pertama akan menolong Anda untuk menganalisa setiap persoalan ketika Anda sedang melakukan bimbingan konseling di gereja. Pada tips kedua, Anda akan mengetahui model konseling pada gereja lokal. Pada tips yang ketiga, Anda dapat membaca mengenai sepuluh perintah yang harus diperhatikan dalam melakukan bimbingan rohani.</p><p>Oke, langsung saja Anda menyimak sajian kami bulan ini. Doa kami, kiranya Anda dan gereja Anda semakin dipakai Tuhan untuk menjadi saluran berkat bagi kasih-Nya yang luar biasa.</p>
Tidak semua pembimbingan dapat berjalan dengan lancar. Kadang-kadang mentor dan mentore mengalami hambatan-hambatan yang disebabkan oleh
Untuk menjadi gereja yang siap memberikan pelayanan bimbingan (konseling) ada beberapa persyaratan; berikut ini adalah 9 ciri yang dibutuhkan:
Setiap tubuh orang percaya yang ingin mengembangkan suatu pelayanan
Dalam tahun-tahun terakhir ini tuntutan yang semakin bertambah besar bagi pelayanan konseling telah mendorong studi yang serius bagi para
Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya.
Kira-kira pada akhir abad yang lalu, seorang pendeta setengah umur dan istrinya yang masih muda merasa sangat berbahagia dan bangga