Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

edisi 353 - Konflik dalam Keluarga

Konflik dalam Keluarga

Edisi C3I: edisi 353 - Konflik dalam Keluarga

Salam damai,

Konflik bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam kehidupan berkeluarga. Namun, asal kita tahu bagaimana seharusnya kita bersikap dalam menghadapinya, konflik sepelik apa pun tentu dapat kita atasi dengan pimpinan Roh Kudus. Dalam edisi ini, e-Konsel menyajikan artikel yang terkait dengan problem dalam keluarga. Harapan kami, sajian e-Konsel ini dapat menolong Anda dalam melayani konseli Anda yang mungkin memiliki kasus serupa. Selamat menyimak. ... baca selengkapnya »

Konflik dalam Keluarga

Edisi C3I: edisi 353 - Konflik dalam Keluarga

Dua pribadi yang berbeda -- suami dan istri, masing-masing memiliki cara hidup yang berbeda. Oleh karena itu, satu sama lain harus beradaptasi. Hal sekecil apa pun bisa menjadi konflik bila masing-masing pribadi tidak bisa menyesuaikan diri.

Faktor penyebab paling umum yang menimbulkan pertengkaran di dalam keluarga adalah kesulitan beradaptasi dengan perbedaan. Kita memiliki cara atau gaya hidup tertentu. Nah, sewaktu hidup serumah dengan pasangan kita, berarti kita harus siap untuk beradaptasi. Adaptasi artinya berani memeriksa diri, mengintrospeksi kelemahan masing-masing, dan akhirnya berani untuk mengubah diri. Kecenderungan banyak pasangan yang menikah adalah tidak mencari bantuan terhadap masalahnya, sampai masalah itu berkembang semakin serius. Bahkan, Marcia Lasswell dalam bukunya, "No Fault Marriage", mengatakan bahwa rata-rata pasangan menikah datang mencari pertolongan kepada konselor setelah mengalami persoalan pernikahan kira-kira sekitar 7 tahun. Problem itu ditumpuk selama 7 tahun, dan akhirnya tak bisa dikendalikan lagi. Setelah itu, baru dibawa kepada orang lain untuk mendapatkan bantuan. ... baca selengkapnya »

Komentar


Syndicate content