Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

e-Konsel, 1 May 2010, Volume 2010, No. 207

Belajar Menjadi Konselor
Editorial

Peran Konselor Kristen

Edisi C3I: e-Konsel 207 - Belajar Menjadi Konselor

Salam sejahtera, Peran konselor tampak mulia dan cenderung makin dibutuhkan masyarakat. Kompleksitas hidup zaman sekarang telah merumitkan permasalahan manusia. Oleh sebab itu, tugas seorang konselor kian dirasa penting. Bagi konselor Kristen, ia bukan hanya bertugas menolong konseli menghadapi masalahnya saja, tetapi juga menuntun konseli untuk memiliki hubungan yang baik dengan Kristus. Untuk bisa melakukan peran ini, seorang konselor Kristen perlu memenuhi berbagai persyaratan. Dalam edisi bulan
Artikel

Pembimbing yang Sukses

Edisi C3I: e-Konsel 207 - Belajar Menjadi Konselor

Orang sering bertanya: "Apakah unsur terpenting dalam suatu bimbingan?" Jawabnya: Pembimbing. Teknik dan latihan memang penting, tetapi yang lebih penting ialah kemampuan untuk menyesuaikan diri. Seseorang boleh saja memunyai pengalaman dan pengetahuan yang luas, tetapi jika tidak memiliki kecakapan pribadi yang memadai, ia dianggap masih kurang kompeten. Marilah kita meninjau beberapa kecakapan penting yang harus dimiliki seorang pembimbing. Pembimbing yang baik adalah seorang yang pribadinya dapat

Orang sering bertanya: "Apakah unsur terpenting dalam suatu bimbingan?" Jawabnya: Pembimbing. Teknik dan latihan memang penting, tetapi yang lebih penting ialah kemampuan untuk menyesuaikan diri. Seseorang boleh saja memunyai pengalaman dan pengetahuan yang luas, tetapi jika tidak memiliki kecakapan pribadi yang memadai, ia dianggap masih kurang kompeten. Marilah kita meninjau beberapa kecakapan penting yang harus dimiliki seorang pembimbing.

Pembimbing yang baik adalah seorang yang pribadinya dapat menyesuaikan diri dengan baik. Walaupun dia tidak bebas dari berbagai kelemahan pribadi, namun yang penting dia tidak memunyai konflik emosi yang berat. Pada saat seseorang bergumul dengan penyesuaian diri sendiri, ia belum dapat memenuhi kebutuhan dan harapan orang lain. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
26 -- 31
Judul Buku: 
Seri Diktat Pembimbingan Penggembalaan
Pengarang: 
Pdt. Lukas Tjandra
Penerbit: 
Seminari Alkitab Asia Tenggara
Kota: 
Malang
Tahun: 
1992
Tips

Kesukaran-Kesukaran di Pihak Konselor

Edisi C3I: e-Konsel 207 - Belajar Menjadi Konselor

Kesukaran-kesukaran dalam proses konseling tidak hanya berasal dari pihak konseli, tetapi juga dari pihak konselor, antara lain: 1. Kesalahan sikap konselor terhadap manusia atau kesengsaraan manusia umumnya. Sikap seperti itu justru memengaruhi diri konselor ketika ia melakukan konseling. Kondisi di dalam jiwanya akan memengaruhi sikapnya. Misalnya, seorang konselor tidak menyukai perempuan sejak kanak-kanak karena suatu penyebab. Akibatnya, jika datang seorang konseli perempuan, konselor itu akan

Kesukaran-kesukaran dalam proses konseling tidak hanya berasal dari pihak konseli, tetapi juga dari pihak konselor, antara lain:

1. Kesalahan sikap konselor terhadap manusia atau kesengsaraan manusia umumnya.

Sikap seperti itu justru memengaruhi diri konselor ketika ia melakukan konseling. Kondisi di dalam jiwanya akan memengaruhi sikapnya.

Misalnya, seorang konselor tidak menyukai perempuan sejak kanak-kanak karena suatu penyebab. Akibatnya, jika datang seorang konseli perempuan, konselor itu akan gagal. Penyebabnya, karena ia memiliki gambaran yang sudah salah tentang perempuan. Atau, jika seorang konselor mengalami kesengsaraan sejak kanak-kanak, ia akan mudah berempati terhadap penderitaan konseli. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
51 -- 56
Judul Buku: 
Gembala dan Konseling Pastoral
Pengarang: 
E.P. Gintings
Penerbit: 
Yayasan ANDI
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
2002
Artikel

Konselor Kristen

Edisi C3I: e-Konsel 207 - Belajar Menjadi Konselor

Berikut ini adalah enam ciri-ciri konselor Kristen yang efektif.

  1. Percaya kepada Kristus, sang Konselor Agung

    Yesus Kristus, sang Konselor Agung adalah Tuhan, Juru Selamat, dan Pembebas. Ia datang ke dunia untuk membebaskan manusia dari rantai dan belenggu dosa (Yohanes 8:36). Inilah kemerdekaan sejati. Dosa yang merupakan akar segala persoalan telah diselesaikan oleh Konselor Agung. ... baca selengkapnya »

Komentar