Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Ketika Mengasihani Diri Sendiri

Edisi C3I: e-Konsel 216 - Mengasihani Diri Sendiri

2. Hanya Allah saja sumber kekuatan kita.

Mazmur 57:2: Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.

3. Panggilan ilahi untuk berserah.

1 Petrus 5:7: Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

4. Suatu keputusan yang harus diambil semua orang.

Amsal 3:5: Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

5. Berkat berasal dari memercayakan diri.

Mazmur 40:5: Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN.

6. Bila tidak ada pertobatan, ada kematian rohani.

2 Korintus 7:10: Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.

7. Jalan ke arah pertobatan.

Yakobus 4:9-10: Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

8. Pertahankan sikap mementingkan orang lain.

Filipi 2:4: Janganlah tiap-tiap orang hanya memerhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Bahaya Mengasihani Diri Sendiri

Salah satu bahaya terbesar yang dapat menimpa kita saat dilanda kesedihan adalah terperosok dalam sikap mengasihani diri sendiri. Dan hal ini sangat mudah terjadi. Mengasihani diri sendiri adalah gejala "betapa malangnya aku". Kita merasa kasihan kepada diri sendiri dengan harapan agar sakit yang kita alami dapat berkurang. Orang yang berperasaan peka mudah sekali mengasihani diri sendiri karena mereka mudah terluka.

Kepekaan adalah kemampuan untuk bersimpati dan merupakan sarana Allah agar kita bisa merasakan perasaan orang lain secara mendalam. Kepekaan adalah hal yang indah bila digunakan dengan cara demikian. Tetapi jika kepekaan itu membuat kita hanya memikirkan diri sendiri, ini bertentangan dengan rencana Allah bagi kita dan menjerumuskan kita dalam perasaan yang sangat menyedihkan.

Masalah sesungguhnya yang terdapat dalam rasa mengasihani diri sendiri adalah karena kita menggantikan Allah dalam hidup kita dengan usaha yang berpusat pada diri sendiri untuk menangani rasa sakit itu. Kita tidak berpaling pada Allah dalam kesulitan kita dan membawa rasa sakit itu kepada-Nya. Kita lebih memilih pengobatan sementara yaitu dengan mengasihani diri sendiri. Kita merasa rendah diri, merengek, berkeluh kesah, mengadu, juga menuduh Allah melupakan kasih karunia-Nya kepada kita.

Dalam kerangka berpikir yang berpusatkan pada diri sendiri ini, kita menganggap masalah kita yang kecil lebih serius dibandingkan malapetaka besar dalam kehidupan orang lain. Rasa kasihan yang kita curahkan kepada diri sendiri memang agak mengurangi rasa sakitnya, tetapi hal ini dilakukan dengan cara yang tidak melibatkan Allah. Mengasihani diri sendiri adalah kepekaan yang berubah menjadi egoisme; kita lebih memilih menangani rasa sakit itu dengan cara kita sendiri dibandingkan cara Allah.

Satu-satunya cara untuk mengobati rasa mengasihani diri sendiri adalah dengan bertobat. Kita harus berpaling dari sikap keras kepala dalam menghadapi masalah hidup dan rasa sakit kita dengan kekuatan sendiri dan menyerahkan masalah itu kepada Allah. Setelah bertobat, barulah rasa mengasihani diri sendiri itu bisa disingkirkan.

"Ya Allah, ampuni aku karena aku sering bersandar pada kekuatanku sendiri dan bukannya bersandar pada-Mu bila aku sedang mengalami masalah. Aku mau bertobat dari kecenderungan yang sangat tertanam di dalam diriku ini, dan berpaling kepada-Mu untuk mendapatkan penghiburan, kesembuhan dan pembebasan. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin."

Tanggal akses: 15 September 2010

Diambil dan disunting dari:

START_SUMBER: SUMBER 1: __Halaman : __Bab : __Judul Artikel : __Penulis Artikel :Tidak dicantumkan __Nomor Edisi : __Tahun Edisi : __Judul Buku : __Judul Buku Asli : __Penulis Buku : __Penerjemah : __Penerbit : __Kota : __Status Bahan :Situs __Tahun Terbit : __Website :http://sabda.org/lead/ketika_mengasihani_diri_sendiri (Indo Lead) __Email : END SUMBER 1 END_SUMBER

Komentar