<p align="justify">Shalom,</p>
<p align="justify">Pengurbanan sejati tidak akan pernah kita dapatkan dari siapa pun kecuali Yesus, yang diberikan Allah Bapa untuk menebus dosa kita. Karena Kasih-Nya begitu besar, Allah merelakan Anak-Nya yang Tunggal untuk menderita di kayu salib. Kita sebagai orang-orang tebusan, hendaknya meneladani Kasih-Nya untuk kita bagikan kepada sesama. Melalui sajian fokus di bawah ini, kiranya kita belajar dan meneladani pengurbanannya. Selamat menyimak, Tuhan memberkati.</p>
<p align="justify">Tuhan memberkati.</p>
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Galatia 3:13)
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian (propisiasi) karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. (Roma 3:25)
Bayangkan apa yang akan dialami para murid-murid Yesus jika pada akhir pekerjaan-Nya di bumi, Yesus Kristus tiba-tiba menghilang, mengabaikan hal yang paling ditakutkan dalam peradaban manusia -- maut. Mungkin tiba-tiba firman-Nya hanya akan menjadi sekadar kata-kata tak berarti, dan makna agung dari pengorbanan-Nya di kayu salib mungkin hilang. Semua hal yang dilakukan-Nya, selain kematian-Nya, mungkin akan membuat firman-Nya dianggap palsu, sedangkan Tuhan tidak memberikan segala sesuatu yang palsu kepada kita.