Fokus C3I September 2007 - Mengelola Keuangan dengan Bijaksana
<p>Uang, siapa yang tidak kenal dengan "benda" ini. Setiap hari kita pasti menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Bahkan dalam ibadah di gereja sekalipun kita tetap berurusan dengan uang. Dengan demikian, bisa dikatakan hidup kita memang tidak lepas dari uang, walaupun uang bukanlah sesuatu yang harus kita jadikan prioritas utama dalam hidup kita.</p><p>Pertanyaan bagi kita adalah bagaimana sebaiknya menempatkan uang dalam hidup ini? Bagaimana pula mengelolanya sehingga kebutuhan hidup kita bisa terpenuhi? Kedua pertanyaan ini kerap kali menghampiri tatkala kita dihadapkan pada kenyataan bahwa gaya hidup saat ini cenderung menjadikan uang sebagai segala-galanya. Sebaliknya, sebagai orang Kristen, kita tentunya memunyai prinsip-prinsip kristiani yang harus kita terapkan dalam menghadapi dan mengelola keuangan sehingga uang tidak mengendalikan kita.</p><p>Demikianlah yang tersaji dalam beberapa artikel Fokus C3I September berikut, yang mengajak kita belajar menempatkan uang dalam kehidupan kita sesuai dengan yang Allah kehendaki. Selamat menyimak, Tuhan memberkati.</p>
Istri saya tidak bisa mengelola uang dengan baik, sehingga berapa
saja uang yang kami punya selalu habis dibelanjakan. Padahal saya
ingin bisa menabung. Saya ingin gaji saya dapat disisihkan sebagian
untuk simpanan dan saya ingin istri saya bisa membuat perencanaan
uang dengan baik. Tapi hal itu sering gagal, sehingga saya ingin
mencari jalan lain yaitu dengan berbohong pada istri mengenai gaji
bulanan saya. Apakah ini dosa?
Jawab:
Dalam membangun komunikasi keluarga yang baik, faktor yang
terpentingnya adalah kejujuran. Ketidakjujuran bukan hanya akan
mengikis rasa saling percaya namun juga akan mengakibatkan banyak
masalah yang berkepanjangan di kemudian hari.
Pandangan Kristen tentang uang sangat berlainan sekali dengan pandangan dunia. Pandangan dunia mengatakan bahwa uang merupakan sesuatu yang kita peroleh karena usaha kita sendiri, karena nasib baik, atau karena kemujuran. Uang adalah untuk kita pakai dan demi kepuasan kita, dan sangat sering menjadi tujuan akhir. Banyak orang menikmati tantangan dalam mencari uang dan dengan gairah yang sama saat mereka menghabiskannya.
Dunia melihat uang sebagai hasil dari usaha sendiri. Itu milik saya. Beberapa ahli teori ekonomi bahkan mengatakan bahwa pajak adalah perampokan sebab uang itu benar-benar milik individu.
Kedua anak kami [Ryan 16 th dan Albert 14 th] baru mulai
nampak rasa PD-nya setelah menginjak usia 13 th dan duduk
dibangku SMP [dhi yang saya maksud saat harus berangkat