Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Masalah Rohani
Masalah Rohani
Artikel Tentang Masalah Rohani
Memperoleh Kemerdekaan Secara Bertahap
Submitted by admin on Sun, 01/08/2010 - 12:00Edisi C3I: e-Konsel 213 - Kemerdekaan dalam Kristus
Seorang teman memberikan sebuah spanduk bergambar salib dan setumpuk rantai yang sudah putus. Dua sosok berdiri tidak jauh dari tumpukan rantai itu, muka mereka menengadah ke atas sehingga yang mereka tatap bukanlah rantai itu, tetapi salib -- sumber kemerdekaan. Lengan mereka terentang ke atas, tanda penuh sukacita. Keadaan kedua sosok yang penuh kemenangan dan sukacita itu sangat berbeda dengan keadaan orang-orang Kristen yang sering berkonsultasi dengan saya. Hal ini pun berbeda juga dengan perjalanan kerohanian saya pada umumnya. Rupanya, banyak dari kita yang lebih merasa frustrasi di dalam Yesus daripada merasa merdeka di dalam Dia. Mengapa begitu? Mengapa saya merasa frustrasi dan sering gagal? Bukankah kematian Yesus di kayu salib itu memberi kemerdekaan kepada saya? ... baca selengkapnya »
Melangkah Menuju Kemerdekaan dalam Kristus
Submitted by admin on Sun, 01/08/2010 - 12:00Edisi C3I: e-Konsel 213 - Kemerdekaan dalam Kristus
Saya sungguh yakin bahwa karya Yesus Kristus yang telah diselesaikan dan hadirat Allah dalam hidup kita adalah satu-satunya cara kita untuk menyelesaikan konflik pribadi dan konflik rohani. Kristus adalah satu-satunya pengharapan kita (Kolose 1:27), dan hanya Dia yang sanggup memenuhi kebutuhan kita yang terdalam: kebutuhan untuk diterima, identitas, rasa aman, dan arti diri. Jangan berpikir bahwa proses konseling pemuridan yang mendasari langkah-langkah ini semata-mata adalah teknik konseling lain yang kita pelajari. Ini adalah perjumpaan dengan Allah. Dia adalah Penasihat Ajaib. Dialah yang mengaruniakan pertobatan yang menuntun kita menuju pengetahuan mengenai kebenaran yang memerdekakan kita (2 Timotius 2:25-26). ... baca selengkapnya »
Benar-Benar Merdeka
Submitted by admin on Wed, 28/07/2010 - 13:40* Ditulis oleh Sunanto
Yoh 8:36 "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari yang paling bersejarah bagi bangsa Indonesia sebab pada hari itulah bangsa ini menyatakan diri sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Akan tetapi setelah lebih dari 60 tahun merdeka sebenarnya bangsa ini masih belum benar-benar merdeka. Naskah Proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno hanyalah sebuah langkah awal untuk menuju kemerdekaan yang sejati. Bangsa ini masih dalam proses untuk menjadi sebuah bangsa yang benar-benar merdeka yaitu sebuah keadaan masyarakat yang adil dan makmur serta bebas dari hutang luar negeri. ... baca selengkapnya »
Sudahkah Kita Merdeka?
Submitted by admin on Wed, 28/07/2010 - 13:37Sering timbul pertanyaan, "Sudahkah kita merdeka?" Jika saya diminta menjawab pertanyaan di atas, maka saya mempunyai dua jawaban, yaitu "ya, sudah merdeka" tapi juga jawaban lain "belum merdeka sepenuhnya". Tergantung dari mana pemahaman kita tentang kata "merdeka" itu sendiri. Jika kemerdekaan yang dimaksud dikaitkan dengan kemerdekaan dari dosa dan maut, kita meyakini bahwa Kristus telah memerdekakan kita dari dosa (Galatia 5:1 "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan"). Tapi jika kemerdekaan yang dimaksud dikaitkan dengan kemerdekaan yang mencakup seluruh segi kehidupan manusia, maka secara hakiki kita belum merdeka sepenuhnya. ... baca selengkapnya »
Merdeka untuk Melayani dalam Kasih
Submitted by admin on Wed, 28/07/2010 - 13:30Bacaan Galatia 5:1-21
"...Janganlah mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan berbuat dosa..."
Kematian Yesus dan Pengorbanan yang Menyelamatkan
Submitted by admin on Mon, 01/03/2010 - 13:00Bayangkan apa yang akan dialami para murid Yesus jika pada akhir pekerjaan-Nya di bumi Yesus Kristus tiba-tiba menghilang, mengabaikan sesuatu yang paling ditakutkan dalam peradaban manusia -- maut. Mungkin firman-Nya tiba-tiba hanya akan menjadi sekadar kata-kata yang tak berarti, dan makna pengorbanan-Nya yang agung di kayu salib mungkin hilang. Segala sesuatu yang dilakukan-Nya, selain kematian-Nya, mungkin akan membuat firman-Nya dianggap palsu, sedangkan Tuhan tidak memberikan apa pun yang palsu kepada kita. ... baca selengkapnya »
Seluruh Sukacita dan Damai
Submitted by admin on Mon, 15/06/2009 - 12:00Edisi C3I: e-Konsel 186 - Sukacita di dalam Tuhan
"Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan." (Roma 15:13) Banyak orang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Namun, mereka mengatakan tidak memiliki sukacita dan damai yang timbul sebagai hasil dari rasa percaya itu. Mereka tidak menyatakan hal itu di gereja Kristen atau di tempat yang terbuka, melainkan ketika mereka ditekan dengan masalah keselamatan pribadi.Terang dan Sukacita
Submitted by admin on Mon, 15/06/2009 - 12:00Edisi C3I: e-Konsel 186 - Sukacita di dalam Tuhan
"Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari." (Mazmur 89:16, 17) ... baca selengkapnya »
Tidak Ada Keharusan Hidup dalam Dukacita: Rahmat Sukacita
Submitted by admin on Thu, 04/06/2009 - 11:52"Inilah hari yang telah diadakan oleh Tuhan; marilah kita bersukacita dan bersorak di dalamnya" (Mzm 118: 24).
Kita diciptakan untuk berbahagia. Jika kita tidak berhasil mencapai kebahagiaan itu, eksistensi kita tidak berarti. Selain itu, Yesus Kristus hidup dan wafat di bumi ini untuk mengembalikan sukacita yang telah hilang. Yesus sendiri menyatakan hal itu kepada kita. Semua sabda Yesus kepada kita bertujuan agar kita mendapat bagian dalam sukacita-Nya. Gereja secara resmi mewartakan Yesus dengan mengajarkan bahwa tujuan akhir manusia adalah untuk memuliakan dan bersukacita di dalam Allah untuk selama-lamanya. C.S. Lewis mengatakan bahwa urusan utama di surga (dan ingin saya tambahkan, juga di dunia!) adalah untuk selalu bersukacita. ... baca selengkapnya »
Komentar
