<p align="justify">Kedisiplinan sangat mutlak diperlukan di dalam keluarga. Namun, ada banyak orang tua yang sering kali salah mengartikan kedisiplinan di dalam keluarga, terutama kedisiplinan bagi anak-anaknya. Kedisiplinan, kewibawaan, dan tanggung jawab haruslah dipahami secara benar. Demikian juga dengan kedisiplinan di dalam keluarga. Jangan sampai ada satu pun dari anggota keluarga yang harus mengalami luka hati, yang dibawa dari masa kanak-kanak hingga masa dewasa karena kesalahan dalam memahami konsep kedisiplinan yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Fokus C3I Agustus 2013 kali ini akan menyajikan beberapa artikel berkualitas mengenai kedisiplinan dalam keluarga. Kiranya apa yang kami bagikan ini dapat semakin meneguhkan keluarga-keluarga Kristen yang rindu mewujudkan kedisiplinan yang berlandaskan kasih karunia Kristus di dalam keluarga. Selamat membaca.</p>
Guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah adalah pihak yang banyak memberi kontribusi positif bagi anak didik. Selain itu, mereka juga menjadi mitra orang tua dalam mendidik anak dan membentuk kepribadian anak, khususnya ketika anak-anak kita berada di sekolah. Sebagai pihak yang dipercaya orang tua/wali murid, tanggung jawab guru BK tentu tidak kecil. Berikut ini ada sebuah pertanyaan terkait dengan bagaimana seorang guru BK menjalankan fungsinya sebagai mitra orang tua.
Tanya: Prinsip-prinsip apa saja yang harus dilakukan oleh seorang guru BK untuk mendidik para siswa? Dan, sebagai mitra orang tua, bagaimanakah guru BK seharusnya menempatkan orang tua murid sebagai mitranya?
Ada sebagian orang tua yang berpendapat bahwa anak tidak memerlukan
disiplin sebab pada akhirnya ia akan belajar disiplin dengan
sendirinya. Pandangan ini tidak tepat sebab anak memerlukan disiplin
sama seperti anak memerlukan tangan orang tua untuk menuntunnya
Ada sebagian orang tua yang berpendapat bahwa anak tidak memerlukan
disiplin sebab pada akhirnya ia akan belajar disiplin dengan
sendirinya. Pandangan ini tidak tepat sebab anak memerlukan disiplin
sama seperti anak memerlukan tangan orang tua untuk menuntunnya
belajar berjalan. Salah satu alasan mengapa disiplin diperlukan
karena disiplin akan memengaruhi emosi anak.
Disiplin merupakan salah satu faktor yang sangat diperlukan oleh anak dalam perkembangannya khususnya dalam keseimbangan orang tua di dalam mengasihi anak. Dimana ada kasih, harus ada disiplin. Keseimbangan ini dapat dikatakan sebagai pola didik yang sehat dari orang tua. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh James Dobson, "Healthy parenthood can be boiled down to those two essential ingridients, love and control, operating in a system of checks and control.
Melalui disiplin orang tua sedang menjalankan salah satu tugas pendidikan iman yang penting, yaitu untuk membentuk kehendak anak selama masa kanak-kanaknya.
Di tengah realita makin banyaknya orang-tua kedua-duanya bekerja,
sering kali timbul pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab
dalam masalah disiplin anak. Kesibukan orangtua baik dalam pekerjaan
maupun dalam pelbagai kegiatan sosial seringkali mempunyai dampak
langsung terhadap tanggung jawab disiplin pada anak-anak mereka.
Konsentrasi yang terbagi-bagi antara pekerjaan, pelayanan, kegiatan
sosial dan kehidupan rumah tangga telah membuat banyak orangtua
merasa tidak mempunyai waktu untuk memikirkan tentang
disiplin.