Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

e-Konsel 101 - Keseimbangan dalam Bekerja

e-Konsel 101 - Keseimbangan dalam Bekerja

Keseimbangan dalam Bekerja

Keseimbangan dalam Bekerja

Mengatasi Kejenuhan Dalam Pekerjaan

Edisi C3I: e-Konsel 101 - Keseimbangan dalam Bekerja

Salah satu kegiatan sehari-hari yang menyita banyak waktu adalah bekerja. Maka tidak mengherankan pula jika tiba-tiba Anda mengalami rasa jenuh terhadap pekerjaan Anda. Dalam ringkasan perbincangan bersama Pdt. Paul Gunadi, Ph.D. berikut ini, silakan simak mengapa kejenuhan dalam bekerja ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya.

T: Bagaimanakah gambaran orang yang jenuh terhadap pekerjaannya?

J: Ada beberapa yang bisa kita perhatikan,

PERTAMA, orang yang jenuh itu tidak lagi bersemangat dan di tempat kerjanya pun dia menjadi sangat lamban, tidak lagi efektif.

KEDUA, bisa juga ini mempengaruhi perasaannya.

Sumber
Judul Artikel: 
TELAGA - Kaset T176B

Tempatkan Pekerjaan pada Porsi yang Sebenarnya

Edisi C3I: e-Konsel 101 - Keseimbangan dalam Bekerja

Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk bekerja? Jika Anda rata-rata bekerja 8 jam sehari, itu berarti Anda telah menggunakan sepertiga dari seluruh waktu Anda setiap hari. Jika Anda tidur selama 8 jam, berarti pekerjaan telah menyita separuh dari waktu yang Anda miliki selama terjaga. Dan, jika Anda juga menghitung waktu yang diperlukan untuk berangkat dan pulang kerja, maka Anda perlu menambahkan satu jam/lebih setiap harinya dalam perhitungan waktu Anda. Lalu, bagaimana dengan waktu persiapan dan waktu istirahat sesudah bekerja? Hal itu memperbesar porsi waktu yang Anda pakai untuk bekerja, bukan? Porsi itu bertambah besar lagi bila kita memasukkan waktu untuk memikirkan pekerjaan dalam perhitungan waktu kita. ... baca selengkapnya »

Editorial

Edisi C3I: e-Konsel 101 - Keseimbangan dalam Bekerja

Kejenuhan di tempat kerja dan stres dalam pekerjaan bisa dialami siapa saja. Mungkin Anda pun pernah mengalaminya. Belum lagi ditambah dengan masalah pribadi, masalah keluarga, kehidupan

Komentar


Syndicate content