Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
s_normal
Mengisi Jerami ke dalam Palungan Yesus, Tradisi Menyambut Hari Natal
Submitted by admin on Mon, 01/12/2008 - 00:00Edisi C3I: e-Konsel 173 - Menantikan Natal
Semuanya dimulai beberapa tahun yang lalu. Waktu itu beberapa minggu menjelang Natal. Keluarga kami sibuk menyiapkan keperluan liburan Natal. Suasana gembira terasa di mana-mana. Kedua anak kami, Adam, usia 3 tahun, dan Shannon, 8 tahun, dengan gembira memanggang kue untuk hari Natal. Saya pergi ke toko berbelanja untuk Natal. Dan suami saya, Larry, mencari pohon cemara yang baik. Di pintu muka tergantung hiasan Natal berupa bunga dan daun yang dipilin membentuk lingkaran, dan di dalam rumah, lilinTerjatuh dan Tak Bisa Bangkit Lagi
Submitted by admin on Tue, 18/11/2008 - 00:00Edisi C3I: e-Konsel 172 - Melawan Keputusasaan
Kita semua pernah terjatuh sesekali, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional. Dan membangkitkan diri kita kembali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Kita tidak membutuhkan bakat khusus untuk menyerah atau berbaring di tengah jalan kehidupan dan berkata, "Aku berhenti!" Faktanya, jalan menuju keputusasaan dan kekecewaan yang kronis berawal dari sebuah hari yang normal yang berakhir dengan timbunan kekecewaan-kekecewaan kecil. Kekecewaan memunyai definisi: "gagal untuk memenuhiKetika Tiada Berpengharapan
Submitted by admin on Tue, 18/11/2008 - 00:00Edisi C3I: e-Konsel 172 - Melawan Keputusasaan
Pengharapan adalah satu dari nilai yang utama dalam iman kekristenan. "Demikianlah tinggal ketiga hal ini ...," kata Rasul Paulus dalam 1 Korintus 13:13: "Iman, pengharapan, dan kasih." Dalam Perjanjian Baru, kata pengharapanlah yang paling banyak digunakan. Hal ini sangatlah menyedihkan karena sesuatu yang nyata dalam firman Tuhan hilang dalam kehidupan manusia. Kita harus dapat membedakan antara "pengharapan" yang digunakan dalam Alkitab dan pengharapan yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.Mengapa Optimis?
Submitted by admin on Tue, 04/11/2008 - 00:00Edisi C3I: e-Konsel 171 - Optimis
Inginkah Saudara menjadi Presiden Amerika Serikat? Mungkin Saudara memimpikannya waktu masih kanak-kanak, tetapi jika Saudara melewati umur lima belas tahun, kemungkinan Saudara kurang terpikat lagi pada ide tersebut. Saudara mengetahui bahwa untuk memimpin negara yang membujur dengan aneka ragam keadaan ini dan menjaganya agar tidak terpecah belah, diperlukan bakat khusus. Pada tahap awal pemilihan Presiden Amerika tahun 1976, salah seorang penulis tetap sebuah surat kabar mencatat bahwa kecualiMenangkap Optimis
Submitted by admin on Tue, 04/11/2008 - 00:00Edisi C3I: e-Konsel 171 - Optimis
Mengapa beberapa orang dibanjiri dengan masalah-masalah mereka, sedangkan orang lain justru tertantang untuk menghadapi masalah? Mengapa beberapa orang mundur, menyerah, dan berhenti saat menghadapi tantangan, godaan, dan kesulitan, sedangkan orang lain dengan latar belakang yang sama dan menghadapi masalah yang sama justru berani dan mengejar keberhasilan? Itu semua kembali pada pola pikir Anda. Sikap adalah hal kecil yang membuat perbedaan besar. Optimis "Research" yang dilakukan oleh para psikologDisgrafia pada Anak yang Kesulitan Menulis dan Solusinya
Submitted by admin on Mon, 15/09/2008 - 00:00Edisi C3I: e-Konsel 168 - Menangani Anak Sulit Menulis
KabarIndonesia -- Kesulitan belajar pada anak, bila tidak dideteksi secara dini dan tidak dilakukan terapi yang benar, bisa menyebabkan kegagalan dalam proses pendidikan anak. Kepedulian orang tua yang tinggi dapat membantu dalam deteksi dini kesulitan belajar anak. Riwayat penyakit terdahulu, seperti anak pernah mengalami sakit keras hingga demam tinggi, atau anak terlahir prematur, merupakan faktor risiko terjadinya kesulitan belajar. Gangguan berat akan mudah teridentifikasi, sehingga dapatMembantu Anak Disgrafia
Submitted by admin on Mon, 15/09/2008 - 00:00Edisi C3I: e-Konsel 168 - Menangani Anak Sulit Menulis
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak dengan gangguan ini. Pahami keadaan anak. Sebaiknya orang tua, guru, atau pendamping memahami kesulitan dan keterbatasan yang dimiliki anak disgrafia. Berusahalah untuk tidak membandingkan anak seperti itu dengan anak-anak lainnya. Sikap itu hanya akan membuat kedua belah pihak, baik orang tua/guru maupun anak merasa frustrasi dan stres. Jika memungkinkan, berikan tugas-tugas menulis yang singkat saja. Atau bisa juga orang tua memintaKapan Anak Siap Belajar Membaca?
Submitted by admin on Mon, 01/09/2008 - 00:00Edisi C3I: e-Konsel 167 - Menangani Anak Sulit Membaca
Secara singkat, membaca dapat dijelaskan sebagai "menangkap arti yang ditulis". Sesuai dengan arti tersebut, dapat menyuarakan apa yang ditulis belum berarti dapat membaca. Seseorang dikatakan dapat membaca bila ia dapat mengerti apa yang ditulis, walaupun tanpa ada suara atau ucapan. Dengan demikian, yang disebut membaca sebenarnya adalah membaca dalam hati (silent reading). Sering orang mengira bahwa yang dimaksud dengan membaca adalah menyuarakan tulisan dari kertas. Pendapat yangKesulitan Membaca
Submitted by admin on Mon, 01/09/2008 - 00:00Edisi C3I: e-Konsel 167 - Menangani Anak Sulit Membaca
Umur dan kecepatan anak-anak dalam belajar membaca sangat beraneka, seperti juga dalam kebanyakan aspek perkembangan lainnya. Kebanyakan anak belajar membaca antara usia 3 dan 8 tahun. Bagi beberapa orang, proses untuk menjadi pembaca dapat memerlukan waktu 2 atau 3 tahun. Bagi yang lainnya, segala-galanya berjalan lancar sehingga dalam enam bulan mereka dapat menjadi pembaca yang bersemangat dan tidak bergantung kepada orang lain. Tetapi persentase kecil anak-anak memang mengalami kesulitan-kesulitanKomentar
