Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Tanya-Jawab

Tanya-Jawab

Tanya-Jawab

Tanya-Jawab

Pinjaman Konsolidasi, Perlu Tidak?

Tanya:

Apakah Pinjaman Konsolidasi itu Selalu Keliru?

Jawab:

Salah satu pertanyaan paling umum yang diajukan dalam konseling adalah, "Haruskah kami mengonsolidasikan?" Jadi pertanyaan logis yang perlu diajukan oleh umat Kristiani adalah, "Apakah salah, mengonsolidasikan?"

Jawabannya adalah belum tentu. Tetapi ada masalah-masalah hakiki yang harus diatasi sebelum pinjaman konsolidasi itu layak dipertimbangkan. ... baca selengkapnya »

Bagaimanakah Meningkatkan Proses Belajar?

Tanya:
Bagaimanakah meningkatkan proses belajar?

Jawab:

  1. Belajar dapat ditingkatkan dengan jalan menolong murid menemukan apa yang ia ingin pelajari atau apa yang ia butuhkan.
  2. Guru dapat menantang murid untuk menuliskan apa yang ia ingin pelajari atau bertanya mengenai persoalan apa yang ingin dipecahkannya. Guru dapat pula memeriksa apakah pelajarannya cocok dengan keperluan murid. Memberikan ujian adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui apa yang perlu dipelajari oleh murid.

Sumber
Halaman: 
131 -- 133
Bab: 
Apakah yang Telah Dikatakan oleh Buku Ini? (A Primer for Teachers and Leaders)
Judul Buku: 
Metode Membimbing Orang Belajar
Pengarang: 
Leroy Ford
Penerbit: 
Lembaga Literatur Baptis
Kota: 
Bandung
Tahun: 
1987

Haruskah Seluruh Perselingkuhan Diakui?

Tanya:

Haruskah saya mengakui ketidakbijaksanaan saya ini kepada pasangan saya? ... baca selengkapnya »

Mengapa Harus Menikah dengan Orang Percaya?

Tanya:

Mengapa orang harus meributkan apakah pasangan hidup saya seorang percaya atau bukan? ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
5 -- 6
Bab: 
Bagaimana Memilih Pasangan Hidup?
Judul Artikel: 
Pilih yang Seiman
Judul Buku: 
Seri Mutiara Iman -- Bagaimana Memilih Pasangan Hidup?
Pengarang: 
Martin R. De Haan
Penerbit: 
Yayasan Gloria
Tahun: 
1996

Bagaimana Menyampaikan Evaluasi Kerja Karyawan dengan Bijak?

Edisi C3I: e-Konsel 278 - Komunikasi dalam Tim Kerja

Disadur oleh: Sri Setyawati

Memecat karyawan atau mengatakan evaluasi karyawan/bawahan kita terkadang tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi jika karyawan tersebut sudah lama bekerja dengan kita. Walaupun begitu, membiarkan karyawan bekerja semaunya dan bekerja tidak optimal pun tidak seharusnya kita lakukan, bukan? Lalu bagaimana cara mengomunikasikannya?

Tanya: Bagaimana cara menyampaikan evaluasi kerja karyawan/bawahan dengan bijak? ... baca selengkapnya »

Konflik di Tempat Kerja: Bagaimana Menghadapi "Penyiksa" di Tempat Kerja

Tanya:

Kira-kira 4,5 tahun belakangan, saya dijadikan sasaran untuk "dijadikan karyawan yang terlihat buruk" karena saya melakukan pekerjaan yang diserahkan kepada saya dengan senang hati dan jiwa seorang hamba. Akibatnya, tiga dari lima wanita yang bekerja dengan saya benar-benar berhenti berbicara dengan saya. Saya terus membantu mereka dengan berbagai cara yang bisa saya lakukan. Salah satu dari ketiga wanita itu akhirnya dipindah karena pengurangan karyawan, dia mulai kembali berbicara dengan saya dan bahkan meminta bantuan saya meskipun dia ada di bagian yang berbeda. Alasan lain sehingga saya menjadi sasaran adalah saya merahasiakan kehidupan pribadi saya untuk saya sendiri. Salah satu dari ketiga wanita tadi kabarnya diberi tahu bahwa dia bisa mengambil pekerjaan saya, atasan saya bahkan memberi tahu saya mungkin saya ingin mencari pekerjaan lain, dan bahwa dia ingin menjadi seperti saya. Dua wanita lainnya menyimpan informasi yang penting bagi saya agar saya tidak dapat melakukan tugas saya dengan benar dan terkadang saya "dijebak" untuk mengetahui cara saya merespons. Oleh kemurahan Allah, saya dapat melewati hari demi hari. Atasan saya menyuruh saya berkata, "Saya meminta maaf dan memang semuanya salah saya." Saya bertanya, apa yang telah saya lakukan, dan dia berkata bahwa tidak ada masalah. Mereka mengucapkan hal-hal yang tidak benar tentang karakter saya dan dua rekan wanita di bagian saya tersebut hanya berbicara dengan saya jika dua orang yang lainnya tidak ada. Apa lagi yang dapat saya lakukan? ... baca selengkapnya »

Umat Manusia dan Tujuan Hidup Ini

"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena dimana hartamu berada, disitu pula hatimu berada." (Matius 6:19-21) ... baca selengkapnya »

7 Pertanyaan Menganalisis Pekerjaan

1. Apakah Anda benar-benar bahagia dengan apa yang saat ini Anda kerjakan?

Gairah dan antusiasme pribadi Anda tentang produktivitas Anda setiap hari sangatlah penting. Tidak ada seorang lain pun yang dapat menjawab pertanyaan ini selain Anda.

2. Apakah pekerjaan Anda saat ini sebenarnya untuk tujuan jangka pendek atau jangka panjang?

Sebagai contoh, para murid SMA atau mahasiswa mungkin tidak berniat untuk bekerja seumur hidup di restoran cepat saji. Jadi, pekerjaan mereka "sepulang sekolah" adalah untuk tujuan jangka pendek. Mereka memperoleh pendidikan, pengalaman, dan penghasilan secukupnya. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
107 -- 108
Bab: 
Questions to Ask Yourself about Your Job, Your Talents and Your Gifts
Judul Artikel: 
Your Seven-Question Job Analysis
Judul Buku: 
20 Keys for Success in Job and Career
Pengarang: 
Mike Murdock
Penerbit: 
Pustak Mahal, Delhi

Siapakah yang Harus Mendampingi Orang yang Akan Meninggal?

Edisi C3I: e-Konsel 270 - Percakapan Pastoral Menjelang Kematian

Orang tua kerap membebankan pendidikan agama anak-anak kepada gereja serta sekolah. Mereka kurang menyadari bahwa pendidikan agama yang paling utama adalah di dalam keluarga dan harus diawali dalam keluarga. Begitu juga dengan rawatan iman bagi orang-orang yang akan meninggal. Hal ini kerap kali dibebankan pada gereja, padahal kita semua terpanggil untuk menjadi pemberita Injil bagi mereka. ... baca selengkapnya »

Apakah Mungkin Mencegah Perasaan Marah?

Edisi C3I: e-konsel 257 - Merdeka dari Kemarahan

Apakah mungkin mencegah perasaan marah? Tidak. Penting diingat bahwa kemarahan bukan hanya luapan emosional, tetapi juga merupakan proses biokimia. Tubuh manusia dilengkapi dengan sistem pertahanan otomatis yang disebut dengan mekanisme "melarikan diri atau melawan" (flight or fight). Mekanisme ini memampukan seluruh bagian dari makhluk hidup untuk bertindak. Adrenalin dipompa agar masuk ke dalam aliran darah, yang menimbulkan respons fisiologis berurutan, yang terjadi di dalam tubuh. Tekanan darah meningkat sesuai dengan detak jantung yang semakin cepat; mata membelalak melihat sekeliling; kedua tangan berkeringat dan mulut menjadi kering; serta otot-otot terisi aliran energi yang besar. Dalam hitungan detik, seseorang berubah dari kondisi tenang menjadi "keadaan siap bereaksi". Perlu dicamkan, hal ini merupakan tanggapan pasti yang terjadi, entah kita ingin melakukannya atau tidak. ... baca selengkapnya »

Komentar


Syndicate content