Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Tanya-Jawab

Tanya-Jawab

Tanya-Jawab

Tanya-Jawab

Apakah Mungkin Mencegah Perasaan Marah?

Edisi C3I: e-konsel 257 - Merdeka dari Kemarahan

Apakah mungkin mencegah perasaan marah? Tidak. Penting diingat bahwa kemarahan bukan hanya luapan emosional, tetapi juga merupakan proses biokimia. Tubuh manusia dilengkapi dengan sistem pertahanan otomatis yang disebut dengan mekanisme "melarikan diri atau melawan" (flight or fight). Mekanisme ini memampukan seluruh bagian dari makhluk hidup untuk bertindak. Adrenalin dipompa agar masuk ke dalam aliran darah, yang menimbulkan respons fisiologis berurutan, yang terjadi di dalam tubuh. Tekanan darah meningkat sesuai dengan detak jantung yang semakin cepat; mata membelalak melihat sekeliling; kedua tangan berkeringat dan mulut menjadi kering; serta otot-otot terisi aliran energi yang besar. Dalam hitungan detik, seseorang berubah dari kondisi tenang menjadi "keadaan siap bereaksi". Perlu dicamkan, hal ini merupakan tanggapan pasti yang terjadi, entah kita ingin melakukannya atau tidak. ... baca selengkapnya »

Suami Saya Punya Wanita Simpanan

Edisi C3I: e-Konsel 191 - Pria Idaman Lain dan Wanita Idaman Lain

Tanya: Saya seorang wanita (38 tahun) dengan tiga anak, usia 10 -- 14 tahun, karier yang sudah mapan, kedudukan lumayan, dan sering kali tugas keluar kota bahkan keluar negeri. Walaupun sibuk, namun kalau tidak keluar kota, saya selalu berusaha pulang sebelum jam 7 malam. Suami saya sejak tahun lalu sering kali terlambat pulang, alasannya macam-macam. Kemudian suatu hari (bulan lalu), saya dikejutkan oleh telepon dari seorang wanita muda yang mengatakan bahwa ia simpanan suami saya. "Shock", marah,
Sumber
Halaman: 
4
Tahun Edisi: 
2001
Judul Buku: 
Parakaleo Vol. VIII/1/Januari-Maret (Buletin)
Penerbit: 
Departemen Konseling STTRII
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
2001

Siapa yang Menyalibkan Tuhan Yesus?

Edisi C3I: e-Konsel 181 - Kematian Kristus

Tanya: Siapa yang menyalibkan Tuhan Yesus? Mengapa Ia harus disalib dan siapa yang bertanggung jawab atas kematian-Nya? Jawab: Suatu tragedi telah terjadi kurang lebih 2000 tahun yang lalu, tatkala seorang yang bernama Yesus dijatuhi hukuman mati dan disalib di atas Bukit Golgota. Bukankah di mata rakyat jelata, Yesus dianggap sebagai Nabi besar, bahkan dipandang sebagai seorang Mesias, yaitu seorang yang diutus Allah untuk membebaskan umat-Nya dari cengkeraman dosa dan kematian? Tetapi mengapa Yesus
Sumber
Judul Buku: 
Menjawab Pertanyaan Kontemporer
Pengarang: 
David Pan Purnono
Kota: 
Malang
Tahun: 
1994

Standar Kekudusan dalam Berpacaran

Tanya:

Bagaimanakah standar kekudusan dalam berpacaran? Apakah yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan dalam berpacaran yang sesuai dengan standar Allah? ... baca selengkapnya »

Natal dan Keluarga

Edisi C3I: e-Konsel 174 - Mari Rayakan Natal

Natal menjadi saat yang indah untuk berkumpul bersama keluarga, merayakannya dengan ke gereja bersama, saling membagikan kado, makan bersama, atau piknik bersama. Sangat menyenangkan bisa merayakan Natal bersama keluarga, tapi jangan lupa untuk mengajak seluruh anggota keluarga menyelami makna Natal itu sendiri. Berikut perbincangan dengan Pdt. Paul Gunadi Ph.D. mengenai Natal dan Keluarga. Selamat menyimak. T: Pada akhir tahun seperti ini, biasanya setiap keluarga bersiap-siap menyambut Natal.

Natal menjadi saat yang indah untuk berkumpul bersama keluarga, merayakannya dengan ke gereja bersama, saling membagikan kado, makan bersama, atau piknik bersama. Sangat menyenangkan bisa merayakan Natal bersama keluarga, tapi jangan lupa untuk mengajak seluruh anggota keluarga menyelami makna Natal itu sendiri. Berikut perbincangan dengan Pdt. Paul Gunadi Ph.D. mengenai Natal dan Keluarga. Selamat menyimak. ... baca selengkapnya »

Kewalahan Menghadapi Anak

Tanya:

Saya memunyai dua orang anak laki-laki, Adi (14 th) dan Ario (12 th). Entah mengapa, mereka selalu bertengkar setiap hari dan bermusuhan. Tingkah laku mereka juga tidak sopan dan tidak menghargai kami sebagai orang tua. Kami memang punya andil dalam hal ini, memang sepuluh tahun pertama pernikahan kami sangatlah berantakan. Kami bertengkar hampir setiap hari terutama karena ibu mertua saat itu tinggal bersama kami dan selalu ikut campur dalam semua hal. Setelah beliau meninggal dua tahun lalu, barulah kami sedikit membaik, pertengkaran kami cepat selesai dan saya lebih lega. Untuk anak-anak sepertinya sudah terlambat, menurut kami mereka kurang ajar dan berani melawan. Apa yang harus kami lakukan, Bu, saya dan suami sudah kewalahan. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
4
Judul Buku: 
Parakaleo, Edisi April-Juni 2005, Vol. XII, No. 2
Pengarang: 
Esther Susabda, Ph.D.
Penerbit: 
Departemen Konseling STTRII
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
2005

Gagal Membina Rumah Tangga

Pertanyaan:
Sebagai seorang suami dan ayah, saya merasa gagal dalam membina rumah tangga, Bu. Istri saya seorang pekerja keras, gigih dan mempunyai prestasi yang sangat baik di kantor, gereja maupun masyarakat. Dia terkenal ramah, suka menolong dan tidak bosan-bosan untuk mengunjungi panti jompo, rumah yatim piatu dan mengikuti segala macam kegiatan di tengah-tengah kesibukannya bekerja, mendidik anak-anak kami (3 orang) dan mengurus rumah tangga. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
4
Judul Artikel: 
Parakaleo, Oktober-Desember 2006, No. 4, Vol. XIII
Penerbit: 
Departemen Konseling STTRII, Jakarta 2006

Cinta pada Pandangan Pertama

Edisi C3I: e-Konsel 154 - Mengolah Emosi

Tanya:
Apakah Anda percaya bahwa cinta pada pandangan pertama terjadi pada banyak orang? ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
327
Judul Artikel: 
Dr. Dobson Answers Your Questions
Penerbit: 
Tyndale House Publishers, Inc., Wheaton, Illinois 1984

Berkomunikasi dengan Anak Remaja

Tanya:

Sejak anak saya memasuki usia remaja, sikapnya mulai berubah. Ia lebih sering diam di kamarnya dan tidak banyak bicara dengan kami lagi. Tetapi ia dapat menghabiskan waktu berjam-jam bercakap-cakap melalui telepon. Apakah ini gejala yang wajar atau tidak? Bagaimanakah cara menghadapinya? ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
3 -- 4
Judul Artikel: 
Parakaleo (Edisi Okt. - Des. 1995)
Penerbit: 
Dept. Konseling STTRII, Jakarta 1995

Putra Saya Cacat

Edisi C3I: e-Konsel 144 - Konseling Bagi Penyandang Cacat Tubuh

TANYA:

Bapak Palau, anak saya lahir dalam keadaan cacat. Kakinya pendek sebelah. Setahun setengah kemudian, ia kehilangan tiga jari tangannya dalam sebuah kecelakaan. Walaupun demikian, ia dapat menulis dengan baik, dapat bermain-main, dan sangat aktif. Tetapi, kelak bila ia dewasa, saya pikir ia akan menderita secara psikologis sebab ia cacat. Bagaimanakah saya dapat menolong anak saya?

JAWAB:

Anda tadi mengatakan bahwa keadaan cacat jasmani anak Anda tidak menghalangi dia unggul dalam beberapa kegiatan fisik. Bapak senang mendengarnya. Tetapi, Anda belum memberitahu saya apa yang membuat anak Anda cacat sejak lahir dan berapa umurnya.

Sumber
Halaman: 
11 -- 14
Judul Artikel: 
Pertanyaan yang Sulit Akan Dijawab Oleh Luis Palau
Penerbit: 
Lembaga Literatur Baptis (Yayasan Baptis Indonesia), Bandung 1999

Komentar


Syndicate content