Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I September 2008 - Mengatasi Trauma

Fokus C3I September 2008 - Mengatasi Trauma

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya 11 September 2001, kita dikejutkan oleh berita runtuhnya gedung World Trade Center karena "ditabrak" sebuah pesawat. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak, mengingat gedung tersebut merupakan pusat transaksi dunia. Kejadian yang begitu tiba-tiba dan mengakibatkan banyak korban, baik korban nyawa maupun fisik bangunan, tentu tidak bisa dilupakan begitu saja. Kejahatan atau kriminalitas, kecelakaan, atau bencana alam adalah contoh peristiwa-peristiwa yang sering meminta korban. Tak heran bila kejadian seperti ini kerap menjadi trauma bagi korban yang selamat.

Bagi mereka, meskipun waktu terus berjalan dan peristiwa itu telah berlalu, tetapi kronologi kejadian tak terduga itu masih terekam di benak mereka. Lalu bagaimana kita bisa menolong mereka atau setidaknya mengenali mereka yang mengalami trauma ini? Kiranya artikel-artikel ini bisa menolong menjawab pertanyaan tersebut.

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya 11 September 2001, kita dikejutkan oleh berita runtuhnya gedung World Trade Center karena "ditabrak" sebuah pesawat. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak, mengingat gedung tersebut merupakan pusat transaksi dunia. Kejadian yang begitu tiba-tiba dan mengakibatkan banyak korban, baik korban nyawa maupun fisik bangunan, tentu tidak bisa dilupakan begitu saja. Kejahatan atau kriminalitas, kecelakaan, atau bencana alam adalah contoh peristiwa-peristiwa yang sering meminta korban. Tak heran bila kejadian seperti ini kerap menjadi trauma bagi korban yang selamat.

Bagi mereka, meskipun waktu terus berjalan dan peristiwa itu telah berlalu, tetapi kronologi kejadian tak terduga itu masih terekam di benak mereka. Lalu bagaimana kita bisa menolong mereka atau setidaknya mengenali mereka yang mengalami trauma ini? Kiranya artikel-artikel ini bisa menolong menjawab pertanyaan tersebut.

Kepercayaan Diri

Edisi C3I: e-Konsel 164 - Masalah Tidak Percaya Diri

Ada dua aspek besar di dalam kepercayaan diri. Aspek diri itu sendiri. Yang dimaksud diri bukan hanya tubuh jasmani, namun yang lebih penting lagi adalah substansi dari diri kita. Yaitu siapa kita menurut pandangan kita dan juga yang terpenting adalah memunyai suatu kekuatan dari dalam diri kita sehingga saat kita mengarungi hidup, kita tidak merasa sebagai orang yang tersesat, terkatung-katung tanpa arah, sebab kita memunyai substansi atau suatu isi dari dalam diri kita. Aspek memercayai diri. Jadi

Ada dua aspek besar di dalam kepercayaan diri.

  1. Aspek diri itu sendiri.
    Yang dimaksud diri bukan hanya tubuh jasmani, namun yang lebih penting lagi adalah substansi dari diri kita. Yaitu siapa kita menurut pandangan kita dan juga yang terpenting adalah memunyai suatu kekuatan dari dalam diri kita sehingga saat kita mengarungi hidup, kita tidak merasa sebagai orang yang tersesat, terkatung-katung tanpa arah, sebab kita memunyai substansi atau suatu isi dari dalam diri kita.

  2. Sumber
    Judul Artikel: 
    TELAGA - kaset No. T014B (e-Konsel Edisi 164)

Masalah-Masalah Disiplin

Edisi C3I: e-Konsel 166 - Konflik Antara Orang Tua dan Anak

Dia tampaknya seperti seorang gadis kecil yang manis. "Angela!" Ibunya berteriak jengkel. "Angela, Mama bilang ayo cepat kemari sekarang juga!" Saya melihat wajah gadis cantik berusia lima tahun yang berdiri di tangga sebuah pertokoan itu tiba-tiba berubah menjadi merah padam. "Tidak!" dia menjerit. "Aku ingin melihat mainan itu sekarang!" Ibunya tampak jengkel saat dia menggandeng tangan Angela dan mulai menyeretnya, berteriak-teriak di toko itu. Saat
Sumber
Halaman: 
65 -- 67
Judul Artikel: 
Dealing with the Issues of Disicpline
Judul Buku: 
Every Child Can Succeed
Pengarang: 
Cynthia Ulrich Tobias
Penerbit: 
Tyndale House Oublisher
Kota: 
Illinois
Tahun: 
1996

Pagar Antara Orang Tua dan Anak

Edisi C3I: e-Konsel 166 - Konflik Antara Orang Tua dan Anak

Berikut ini ringkasan tanya jawab dengan Pdt. Paul Gunadi mengenai cara orang tua bersikap terhadap anak-anak, terutama dalam menempatkan diri sesuai dengan perkembangan anak. Silakan simak, kiranya menjadi berkat. PAGAR ANTARA ORANG TUA DAN ANAK Adakalanya, konflik antara orang tua dan anak tidak bisa dicegah karena orang tua terlalu mencampuri anak. Ketika anak-anak masih kecil, sudah seharusnyalah orang tua mencampuri anak. Namun ketika mereka beranjak dewasa, sudah menikah, sudah berkeluarga,

Berikut ini ringkasan tanya jawab dengan Pdt. Paul Gunadi mengenai cara orang tua bersikap terhadap anak-anak, terutama dalam menempatkan diri sesuai dengan perkembangan anak. Silakan simak, kiranya menjadi berkat. ... baca selengkapnya »

Sumber
Judul Artikel: 
TELAGA - kaset No. T127B (e-Konsel Edisi 166)

Kewalahan Menghadapi Anak

Tanya:

Saya memunyai dua orang anak laki-laki, Adi (14 th) dan Ario (12 th). Entah mengapa, mereka selalu bertengkar setiap hari dan bermusuhan. Tingkah laku mereka juga tidak sopan dan tidak menghargai kami sebagai orang tua. Kami memang punya andil dalam hal ini, memang sepuluh tahun pertama pernikahan kami sangatlah berantakan. Kami bertengkar hampir setiap hari terutama karena ibu mertua saat itu tinggal bersama kami dan selalu ikut campur dalam semua hal. Setelah beliau meninggal dua tahun lalu, barulah kami sedikit membaik, pertengkaran kami cepat selesai dan saya lebih lega. Untuk anak-anak sepertinya sudah terlambat, menurut kami mereka kurang ajar dan berani melawan. Apa yang harus kami lakukan, Bu, saya dan suami sudah kewalahan. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
4
Judul Buku: 
Parakaleo, Edisi April-Juni 2005, Vol. XII, No. 2
Pengarang: 
Esther Susabda, Ph.D.
Penerbit: 
Departemen Konseling STTRII
Kota: 
Jakarta
Tahun: 
2005

Hubungan Mertua dan Menantu

Edisi C3I: e-Konsel 165 - Konflik Antara Mertua dan Menantu

Ada seseorang yang pernah berdoa demikian, "Tuhan, berikanlah aku seorang suami. Namun tolong agar suamiku itu sudah tidak punya orang tua lagi." Mengapa berdoa demikian? Orang itu menjawab, "Karena saya sering menjumpai banyak keluarga yang mertuanya bersikap bukan sebagai penolong, tetapi perongrong." Memang, sering terjadi masalah antara mertua dengan menantu, khususnya antara mertua perempuan dengan menantu perempuannya. Para menantu sering kali berpikir, bagaimana caranya
Sumber
Halaman: 
78 -- 84
Judul Buku: 
Hanya Maut yang Memisahkan Kita
Pengarang: 
Pdt. Roby Setiawan, Th.D.
Penerbit: 
Setiawan Literature Ministry
Kota: 
Semarang
Tahun: 
2007

Berdamai dengan Mertua

Edisi C3I: e-Konsel 165 - Konflik Antara Mertua dan Menantu

Hubungan mertua-menantu menyisakan banyak cerita pahit ketimbang manis. Beruntunglah Anda jika hubungan Anda dengan mertua berjalan baik. Tapi di luar sana, begitu banyak menantu yang tersiksa dengan mertuanya, terutama ibu mertua. Teman dekat saya begitu tertekan selama lima tahun pernikahannya. Bukan karena suami, harta, atau anak, tapi karena ibu mertuanya. Sejak ia menikah, ibu mertuanya selalu saja membuat masalah. Dari protes terhadap hampir semua hal yang ia lakukan dan menyebutnya sebagai

Hubungan mertua-menantu menyisakan banyak cerita pahit ketimbang manis. Beruntunglah Anda jika hubungan Anda dengan mertua berjalan baik. Tapi di luar sana, begitu banyak menantu yang tersiksa dengan mertuanya, terutama ibu mertua.

Sumber

Mertua dan Menantu

Edisi C3I: e-Konsel 165 - Konflik Antara Mertua dan Menantu

Relasi mertua dan menantu acap kali menjadi sebuah relasi berduri. Kesalahpahaman dan luka berjamuran; tidak jarang relasi suami istri pun terpengaruh dan memburuk akibat masalah ini. Pertama, kita harus melihat berbagai masalah yang kerap timbul antara mereka, kemudian barulah kita mencari solusinya. Jenis Konflik dan Solusi Pasangan nikah tinggal di rumah mertua dan mertua memperlakukan menantu sebagai "tamu" yang tidak memunyai hak atas pasangan ataupun anak-anaknya. Dalam kasus ini,

Relasi mertua dan menantu acap kali menjadi sebuah relasi berduri. Kesalahpahaman dan luka berjamuran; tidak jarang relasi suami istri pun terpengaruh dan memburuk akibat masalah ini. Pertama, kita harus melihat berbagai masalah yang kerap timbul antara mereka, kemudian barulah kita mencari solusinya. ... baca selengkapnya »

Sumber
Judul Artikel: 
TELAGA - kaset No. T189A (e-konsel Edisi 165)

Kemuliaan Kristus: Kepercayaan Diri Orang Kristen

Edisi C3I: e-Konsel 164 - Masalah Tidak Percaya Diri

Apakah percaya diri itu? Bagaimana bentuk percaya diri itu dalam diri manusia? Bagaimana pemahaman akan kasih Allah memengaruhi kepercayaan diri kita? Percaya diri adalah apa yang Anda rasakan mengenai diri Anda sendiri. Bila Anda merasa sangat menyukai diri Anda dan merasa bahwa Anda adalah orang yang baik, maka harga diri Anda tinggi. Bila Anda sangat tidak menyukai diri Anda, berarti harga diri Anda rendah. Bagi orang Kristen, arti percaya diri adalah siapakah kita di dalam Kristus. Karena kepercayaan

Percaya Diri di Dalam Tuhan?

Kepercayaan diri adalah hal yang sangat indah, yang menguatkan kita untuk menghadapi hidup dengan keberanian, keterbukaan, dan kejujuran. Orang Kristen dengan kepercayaan diri yakin bahwa mereka dicintai, berharga, dan aman dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka. Saat kita merasa aman, kita akan lebih mudah melangkah keluar dan mencoba hal-hal baru, walaupun mungkin kita membuat beberapa kesalahan di sepanjang perjalanan. Kepercayaan diri memampukan kita untuk bergerak maju sambil mengharapkan kesuksesan dibanding sambil mengkhawatirkan kegagalan. Hal ini sangat penting dalam memenuhi rencana Tuhan bagi hidup kita. ... baca selengkapnya »

Sumber
Situs: 

IndoForum -- http://www.indoforum.org/t9457/

Memperkuat Rasa Percaya Diri

Edisi C3I: e-Konsel 164 - Masalah Tidak Percaya Diri

Tuhan berfirman kepada Yosua: "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." (Yosua 1:9) Menurut Samuel Johnson, "Percaya diri merupakan syarat utama untuk pekerjaan yang besar." Hal ini berlaku baik untuk non-Kristen maupun orang Kristen sendiri, namun apa yang dibutuhkan orang Kristen mungkin lebih dari itu, yaitu rasa percaya kepada Tuhan. Pendapat lain

Tuhan berfirman kepada Yosua: "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." (Yosua 1:9) ... baca selengkapnya »

Sumber
Judul Artikel: 
Strengthen Your Self-Confidence

Komentar


Syndicate content